Pemimpin Yang Dirindu

Oleh : Nur Fitriyah, S.sos

Oh Allah, sekarang ini kami sedang mengalami keadaan isolasi mandiri. Kami disarankan oleh pemerintah kami untuk tetap di rumah selama dua pekan.
Sungguh, kami tidak menyangka wabah ini akan masuk di negeri tropis ini.

Kami mengira virus itu tidak bisa hidup di keadaan yang sedemikian.
Tapi itu cuma asumsi pejabat negeri kami yang tak berdalil.
Setiap hari angka penderita positif corona terus naik, dari yang awalnya cuma 2 orang sekarang tembus 227 orang, mungkin akan bertambah, tapi semoga saja tidak.

Dinegeri kami, bukan satu satunya negara yang terwabah virus ini. Tapi ada negara negara lain yg sudah mengalaminya.
Di negara Cina, persiapan untuk mengatasi wabah ini begitu sigap. Ahli medis bekerja 24 jam, semua di kerahkan.
Di bangunkan rumah sakit penderita positif corona.

Tapi berbanding terbalik dengan Italia.
Pemerintahan di Italia, sigap dan cepat tapi masyarakat tidak patuh. Alhasil angka kematian akibat virus corona di Italia sangat tinggi, terbesar setelah cina.
Terus, bagaimana dengan Indonesia?
Sigap dan siapkah pemerintah? 

Sebelum virus ini masuk di Indonesia, di negara negara lain sudah ada.
Sebagai negarawan yang bijak selayaknya kita bisa mengambil pelajaran dari negara negara lain atas sukses atau tidaknya membasmi wabah ini.
Wabah virus corona sudah menjadi pandemi dan sangat ditakuti semua orang karena bentuk penularannya yang sangat cepat.

Kami yang cuma rakyat biasa hanya berharap semoga wabah ini segera berakhir. Dan kami bisa beraktifitas seperti biasa.

Disaat saat resah seperti ini.
Kami cuma menginginkan ketegasan dari Sang pemimpin, yang lantang meneriakan stop WNA masuk, lockdown segera, lindungi masyarakat dari wabah virus.

Saat ini kami seakan tak berpemimpin, kami bingung sendiri menghadapi serangan virus ini. Hari hari kami dilanda kecemasan.
Harga sembako yang melambung tinggi bak roket. 

Oh Allah, sungguh kami rindu pemimpin kami, kami rindu pemimpin yang tegas, bijak, dan tentunya takut denganMu.
yg dengan begitu setiap kebijakannya akan menentramkan..

Andai pemimpin kami tahu dan mau belajar bahwa kasus seperti ini dulu pada zaman rasullulah pernah ada,
Beliau Rasullulah menerapkan 'Lock down' untuk menekan angka kematian.

Sungguh tidaklah mudah menjadi pemimpin, setiap gerak langkah, ucapan dan kebijakan nya semua ada pertanggung jawabannya. Dan itu pasti.
Kami berharap, semoga wabah ini segera berakhir, pemerintah sigap dan cepat dalam mengatasi segala problem. Tentu kami berharap pemerintah mengunakan aturan Islam sebagai rujukan.
karena sesungguhnya itu yang terbaik.

wallahu a'lam
banner zoom