Gaul Bebas Dan Candu Pornografi, Masalah Krusial Remaja


Oleh : Ummu Farras (Pemerhati Remaja)

Problematika remaja selalu menjadi masalah krusial yang tiada henti di negeri ini. Masa remaja yang merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa, kerap kali diwarnai perilaku menyimpang dan melanggar aturan. Pada faktanya, masalah yang melekat pada remaja saat ini diantaranya adalah pergaulan bebas, dan tingginya angka remaja yang terpapar pornografi.

Mengutip dari data sdki.bkkbn.go.id, Survei Litbang Kesehatan bekerja sama dengan UNESCO menunjukan sebanyak 5,6% remaja Indonesia sudah melakukan seks pranikah. Survei skrining adiksi pornografi yang dilakukan di DKI Jakarta dan Pandeglang menunjukkan sebanyak 96,7% telah terpapar pornografi dan 3,7% mengalami adiksi pornografi.

Secara fisiologis anatomis, kecanduan pornografi lebih berbahaya dibandingkan kecanduan narkoba dan alkohol, jelas Eni Gustinah Direktur Kesehatan Keluarga  Kemkes pada peluncuran buku laporan Indikator Utama Kesehatan Remaja hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 oleh BKKBN di Jakarta baru-baru ini. Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengatakan prilaku remaja pada masa ini akan menentukan kualitas mereka kelak.

Sedangkan berdasarkan survei Kemenkes yang melibatkan 1.411 orang responden yang terdiri dari anak SMP dan SMA di daerah Jakarta Selatan dan Pandeglang Banten, sekitar 97 persen anak SMP dan SMA kelas 1 dan kelas 2 telah mengakses konten pornografi. Dari anak yang terlibat survei, sebagian sudah terindikasi adiksi ringan dan adiksi berat. Adiksi di sini ialah tingkat keinginan untuk mengakses konten-konten pornografi. (tribunnews.com)

Angka yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, pergaulan bebas dan paparan racun pornografi memiliki dampak yang besar bagi masa depan generasi remaja. Selain akan menimbulkan dekadensi moral di tengah-tengah masyarakat, juga mengancam remaja untuk terpuruk ke dalam jurang kebinasaan.

Wallahu'alam bisshowwab 

banner zoom