Akulah Sang Penakluk

Oleh : Hijrawati Ayu Wardani

Apa yang terbersit di pikiranmu ketika mendengar kata “penakluk”? Beberapa dari kita mungkin ada yang berpikir tentang seorang laki – laki yang menaklukkan hati perempuan, mungkin ada juga yang berpikir tentang seorang jagoan yang menaklukkan lawan di ring tinju, atau bisa jadi berpikir tentang sebuah pasukan yang menaklukkan pasukan musuh di peperangan, dan berbagai pikiran – pikiran lainnya.

Namun sebelum kita membahas tentang “penakluk” lebih jauh, kira – kira teman – teman remaja hari ini sudah pernah menaklukkan apa? Usia remaja seharusnya menjadi usia yang penuh dengan energi dan semangat yang membara. Remaja merupakan aset terbesar suatu bangsa yang tak ternilai harganya. 

Kaum inilah yang kemudian akan melanjutkan tongkat estafet untuk melanjutkan perjalanan negeri ini. Sebuah bangsa tidak akan mampu mempertahankan eksistensinya jika tidak memiliki generasi penerus. 

Generasi penerus ini tidak lain adalah kaum remaja tadi. Oleh karena itu, dibutuhkan remaja – remaja yang mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik tentunya, remaja – remaja penakluk, bukan penakluk hati ala Dilan, tapi penakluk peradaban ala Muhammad Al Fatih.

Kebanyakan orang mengatakan bahwa masa remaja yaitu masa di mana dilakukan proses pencarian jati diri. Pencarian jati diri itu, mereka lakukan dalam kondisi jiwa mereka yang labil, rasa ingin tahu yang besar, tingkat seksualitas yang tinggi serta di tengah – tengah lingkungan bergaya hidup bebas seperti sekarang. 

Pantas saja, jika yang terbentuk adalah remaja – remaja yang doyan pacaran, konsumen narkoba, penikmat pornografi, pelaku kekerasan, dll. Jika kita menengok kembali ke paragraf pertama yang mengatakan bahwa remaja adalah generasi penerus bangsa, tentu saja kenyataan sekarang sangat memprihatinkan. 

Remaja yang akan menjadi generasi penerus bangsa adalah remaja yang memikirkan masa depan dirinya dan bangsa ini, bukan justru merusak masa depannya juga nama baik bangsa ini. Kita telah banyak menyaksikan kasus kriminal yang pelakunya adalah remaja di berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.

Melihat hal demikian, rasanya sangat ironis sekali. Kebobrokan moral yang terus menerus menggerogoti para remaja. Sejatinya ini merupakan pengaruh budaya – budaya barat yang menjunjung tinggi liberalisme (kebebasan) untuk membunuh karakter para remaja khususnya remaja Muslim saat ini. Sangat mungkin untuk menghancurkan pemuda Islam dengan mencekoki mereka cara berpikir liberal, mereka dihasut agar menyimpang dari aturan Islam yang ada

Coba kita renungkan sejarah abad terdahulu generasi muda Islam yang sangat luar biasa. Supaya menjadi teladan terbaik untuk semua umat Islam khususnya para pemuda dan remaja. Catatan – catatan sejarah di mana Islam selalu mampu melahirkan generasi – generasi hebat dambaan umat, yang walau di usia belia telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah, mengharumkan nama Islam dan membuat Islam menaklukkan peradaban.  

Mari tengok kembali kisah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Rasulullah menjadi komandan pasukan kaum muslimin dalam penaklukan Syam padahal baru berusia 18 tahun. Atau kisah Imam Syafi’i yang telah hafal Al Qur’an di usia 9 tahun, serta Ibnu Sina yang telah hafal Al Qur’an di usia 5 tahun bahkan kemudian mampu menjadi bapak kedokteran dunia. 

Tentu kita juga tidak akan lupa kisah heroik Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel yang mampu menjadi sultan di usia muda. Itulah generasi muda militan Islam terdahulu yang gaungnya masih terdengar sampai hari ini. 

Sudah seyogyanya pemuda dan remaja Islam bisa melanjutkan perjuangan terdahulu pemuda yang berkarakter, yang mampu membendung tradisi yang menyimpang dari syariat Islam.  

Jangan mengikuti budaya zaman now yang hanya merusak moral peradaban aset bangsa. Maka perdalamlah ilmu Islam! Ngaji biar paham, biar bisa mawas diri. Sudah tidak zaman pemuda hura – hura, sudah waktunya yang muda yang bersemangat mendulang pahala. 

Berjuang menegakkan kebenaran, menjadi pemuda zaman now yang merupakan pejuang Islam yang tangguh bermental penakluk dengan mengembalikan kejayaan Islam. 

#TolakLiberalisasiRemaja #GaulSehatGaulSyar'i 
#RemajaSmartWithIslam

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Sumber : Facebook :
https://fb.me/SmartwithIslam

banner zoom