VISI PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

Oleh : Zahida Arrosyida (Founder Homeschooling Mutiara Qur'an, Malang)

Mendidik anak bukanlah amanah yang mudah namun juga tidak berarti sulit untuk dijalani. Akan sulit  jika seorang ibu tidak memiliki gambaran kemana arah pendidikan yang  dilakukan atau mendidik anak. Ibarat seseorang yang berjalan tanpa memegang peta, ia akan mendidik anaknya bagaikan mengalir saja. Let it flow kata orang Inggris.., tidak tahu
harus kemana melangkah. Akan mudah jika dalam mendidik anak, orangtua punya peta untuk mengarahkan pendidikan buah hatinya.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) visi adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, pandangan, wawasan apa yang tampak dalam khayal, penglihatan atau pengamatan. Kemampuan melihat gambaran/wawasan masa depan yang diinginkan berdasarkan penglihatan, pengamatan, perbandingan kondisi yang ada keadaan sekarang. Jadi visi itu penting sebagai pegangan dan rambu-rambu dalam mengelola pengasuhan anak.

Dalam panduan Islam posisi anak adalah penentu masa depan orangtua, merekalah harapan dan harta sangat berharga yang Allah karuniakan. 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : " Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya (kelak), maka dia bertanya ; bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini? Maka dikatakan padanya; ini semua disebabkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah yang diucapkan oleh) anakmu untukmu" (HR Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Mendidik anak memang akan menjadi beban berat bagi  jika belum memiliki visi. Semua orangtua ketika ditanya pasti ingin anak-anaknya menjadi orang yang saleh dan cerdas. Sebenarnya ini masih terlalu umum. Memang benar mendidik anak bukan perkara instan. Perlu upaya serius dan  terencana. Dalam prosesnya memerlukan pengorbanan,kesabaran dan kreatifitas. Namun yang perlu difahami adalah jangan sampai saking ingin menjadi orangtua kreatif kita melakukan "trial and error'" pada anak. Mencomot ilmu parenting sana sini, dari paham sekuler barat, terjebak tehnik-tehnik parenting yang bertentangan dengan  Islam. Tanpa disertai memahami perkara fundamental/mendasar parenting. Ayah bunda boleh-boleh saja mengambil tips-tips dan teknik-tehnik parenting dari tsaqofah barat selama tidak bertentangan dengan Islam. Namun bekal pertama yang harus dimiliki orang tua dalam mendidik adalah menjadikan visi pendidikan anak itu digali dari Islam.

Berikut ini adalah visi pendidikan anak dalam Islam :

1) Beribadah kepada Allah (QS: Ad Dzariyat :56)
Sebagai orangtua harus memahami bahwa tugasnya menjaga dan mengantarkan anak-anak agar yang telah dianugerahkan bisa menhamba hanya kepada Allah saja.

2) Menjadi Khalifah fil ardh (QS Al Baqarah: 30)
Khalifah fil ardh berati menglola bumi, menjaga bumi, memimpin bumi. Sebagai orangtua harus memahami bahwa Allah menciptakan anak kita menjadi pemimpin di bumi, bukan perusak bumi.

Dua filosofis mendidik anak ini hendaknya selalu dipegang oleh para pendidik dan orangtua, sebab tanpa faham tujuan akan menjadikan kita tidak fokus dalam membersamai pendidikan ananda. Selain itu juga rentan untuk mengambil ilmu- ilmu parenting yang bersumber dari psikologi, pedagogi dan sosiologi barat.

Menghamba kepada Allah dan khalifah fil ardh ini masih bersifat global, perlu rincian lebih jelas. Allah SWT memberikan arahan target akan dibawa kemana anak kita.

Ada 6 arahan target berdasarkan Alqur'an dan As-sunah diantaranya : 

1) Menjadi anak yang saleh.
Saleh secara bahasa berarti segala sesuatu yang baik. Kebalikan dari saleh adalah fasid yang berarti segala sesuatu yang rusak/buruk. 
Menurut para Ulama, saleh adalah; " Al-Qoim bima 'Alaihi min huquqillah wa huquqi al-'ibad". Yaitu orang yang memenuhi kewajibannya terhadap Allah dan manusia.

2) Qurrata a'yun
Ada dalam surat Al-Furqon ayat 74.
Qurrata a'yun berati menyenangkan hati, menenangkan jiwa. Bagaimana gambaran Qurrata a'yun itu? Dalam keadaan apapun ananda selalu memberikan rasa kebahagiaan dan ketenangan hati bagi orangtuanya. Contoh ketika anak kita saat bayi dilanda sakit panas, meskipun kita capek merawat dan harus begadang namun hati orangtua tetap bahagia, tidak merasa terbebani.
Saat pulang kerja pun capek akan hilang ketika disambut oleh anak-anak kita.

3) Pemimpin orang-orang yang bertakwa.
Masih dalam firman Allah di surat Al Furqon 74 

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا 

"Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa".

Menurut tafsir Ibnu Katsir, lil muttaqiina imaama berati para pemimpin yang mengikuti kami dalam kebaikan, para pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk dan para penyeru kebaikan. Maka tugas orangtua tidak hanya menjadikan anaknya bertakwa namun juga menjadi pemimpin orang-orang yang bertakwa.

4) Menjadi pengemban Alqur'an. Alqur'an adalah sebaik-baik bekal bagi setiap muslim. Dengan Alqur'an hati manusia akan menjadi hidup. Dengannya semua sandaran akan menjadi kokoh. Para pengembannya akan menjadi seperti gunung yang berdiri kokoh, sehingga dunia pun menjadi kecil baginya ketika berada di jalan Allah.
Rasulullah bersabda: 

"orang yang paling baik diantara kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya." (HR Bukhari 4639).

5) Ulul albab. Yaitu orang-orang yang senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi, senantiasa mengagungkan dan mensucikan Allah SWT.

Surat Ali Imran : 190-191:

 إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ
 وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ  

Sesungguhnya dalam"
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

: الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Syekh Muhammad Sayyid Thanthowi dalam Tafsir Al-Wasith menyebutkan bahwa ulul albab adalah mereka yang memiliki akal jernih dan logika yang benar. Imam Al-Zamakhsyari dalam Al-Kasyaf menyebutkan bahwa ulul albab adalah orang-orang yang membuka akal dan pikirannya untuk melihat, menyimpulkan, dan mengambil ibrah dalam setiap keajaiban ciptaan-ciptaan Allah.

Ulul albab adalah standar kecerdasan akal menurut Alqur'an. Ketika senantiasa memikirkan ciptaan Allah hingga menemukan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitasnya. Memahami bahwa semua yang diciptakan Allah itu pasti bermanfaat,tidak ada yang sia-sia.
Cerdas bukan hanya tahu banyak hal. Lebih dari itu dia menyadari kedudukannya sebagai hamba Allah dan membuatnya mempunyai kepasrahan total untuk diatur oleh Sang Pencipta.

6) Khoiru Ummah
Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 110 :
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."

Predikat sebagai umat terbaik akan diraih ketika dalam dirinya melekat sifat amar ma'ruf nahi mungkar atas dasar iman bukan yang lain. Generasi khoiru ummah adalah generasi sebaik-baik manusia. Generasi pemimpin. Generasi yang kuat dalam pemahaman Islamnya dan konsisten dengan tingkah laku Islaminya.

Inilah target yang diarahkan oleh Islam dalam pendidikan anak. Yang digali dari sumber-sumber hukum syara. Maka hendaknya setiap orangtua fokus memegang dan mengambil visi ini dalam mengelola pendidikan anak. 

Kunci kesuksesan seorang anak adalah ketika orangtua menerapkan pendidikan yang bersumber dari Sang Pencipta anak kita tanpa melenceng sedikitpun dari aturan-Nya. Karena hanya Allah yang mengetahui hakekat diri manusia. Kemudian doa tulus ikhlas yang tak putus dipanjatkan oleh orangtua juga sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita. Selain itu juga keterlibatan orangtua secara langsung dan terus menerus dalam memberikan nasehat, petunjuk dan bimbingan di sepanjang kehidupan anak.

Wallahu a'lam.
banner zoom