Karhutla Belum Usai, Kabut Asap Membawa Petaka Bagi Makhluk Hidup
Karhutla Belum Usai, Kabut Asap Membawa Petaka Bagi Makhluk Hidup
Oleh. Susi Ummu Musa
Karhutla membawa penderitaan bagi makhluk hidup yang berada di sekitarnya manusia, hewan dan tumbuhan berada pada kondisi yang mengkhawatirkan dan pemerintah masih juga belum menjadikan karhutla sebagai bencana nasional padahal asap kebakaran telah meluas hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Akibat kabut asap yang menyelimuti udara kini kondisi kesehatan masyarakat terganggu bahkan ada korban yang meninggal karena kualitas udara yang buruk. Seperti dilansir tirto.id - Dua unit tenda masih berdiri di muka rumah yang beralamat di Lorong Mataram, RT 01, RW 01, Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang pada Sabtu (3/10/2026). Silih berganti ucapan belasungkawa dan doa dari pelayat dihaturkan pada keluarga.
Duka mendalam masih menyelimuti Rika Yunita Sari (39) selepas meninggalnya sang suami, Hardiansyah (41). Almarhum menghembuskan napas terakhir usai mengeluh sesak berat yang diduga akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tak hanya ini ada juga Dua warga di lokasi terpisah di Sumatra dan Kalimantan—yang terdapat banyak titik api—diduga meninggal akibat asap karhutla.
Di sisi lain, Leonardo Dicaprio dalam unggahan terbaru di Instagram, menyoroti karhutla Indonesia. Dalam takarir ia sebut "lebih dari lima juta orang telah terdampak asap karhutla".
Sejauh ini, belum ada laporan resmi jumlah warga yang meninggal akibat asap karhutla.
Namun, indeks kualitas udara sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan dilaporkan pada fase "membahayakan" yang berdampak pada kesehatan warga secara serius.
-- Pemerintah Dzalim Karena Lalai Menangani Karhutla
4 bulan lamanya kasus karhutla belum bisa tertangani dengan baik Masyarakat sangat kecewa dan marah kepada pemerintah kenapa tidak serius dalam menangani karhutla ini?
Pemukiman warga di Kalimantan juga ikut terbakar suasana mencekam yang dirasakan masyarakat sangat jelas sekali terlihat.
Negara benar-benar gagal dalam mengurus rakyatnya hingga nyawa manusia kini dipertaruhkan oleh bangsa ini.
Keadaan hewan yang tinggal didalam hutan juga mngenaskan Orang utan, bekantan, macan dahan, rangkong, kuau raja, kucing emas, gajah, harimau, dan tapir merupakan kelompok satwa yang dapat terdampak.
Kebijakan pengelolaan hutan dalam sistem sekuler kapitalis membawa petaka lingkungan, ekonomi dan kesehatan.
Maka sanksi tegas dalam masalah ini harus ada agar tidak terjadi pengulangan karhutla karena
Kerusakan habitat tersebut menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati karena fungsi ekologis ekosistem dapat hilang dalam waktu singkat.
Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Dr Abdul Haris Mustari menyatakan pemulihan ekosistem setelah karhutla tidak dapat hanya diukur dari tumbuhnya kembali vegetasi. Pemulihan jaring dan rantai makanan membutuhkan waktu sangat panjang, bahkan dapat mencapai ratusan tahun dan tidak selalu kembali seperti kondisi semula.
-- Umat Butuh Ra'in
Jika saat ini negara abai dalam menyelesaikan Karhutla maka itu karena hasil dari penerapan sistem sekuler kapitalisme yang menjadi kan orang orang bermental serakah, para penguasa yang menjadi batu pijakan korporasi telah melakukan aksinya demi kepentingan bisnis nya.
Hingga tak ada lagi tempat perlindungan bagi rakyat padahal rakyat ibarat anak yang harus dilindungi dan dijaga keselamatannya.
Saat ini umat sangat membutuhkan pemimpin yang adil dan bijaksana dalam mengurus rakyatnya. kesejahteraan dan keamanan sangat diidamkan selama ini namun hal itu mustahil terwujud jika sistemnya rusak seperti saat ini.
Perisai atau junnah sebagai pelindung umat hanya ada dalam sistem islam semata.
Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadits dari jalur Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bersabda:
إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدْلٌ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ، وَإِنْ يَأْمُرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ [رواه البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Posting Komentar