Menuntut Keadilan di Tengah Demokrasi yang Mati
Oleh : Nayla Kayyisah
Mengganti Sistem Menjadi Solusi
"Sebelumnya kita sudah mengadakan konsolidasi, dan pada akhirnya, hasil daripada konsolidasi tersebut menyampaikan bahwasanya Pakuan di tanggal 28 Agustus untuk turun aksi," ucap Galuh Maulana sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor (UNPAK).
Tepat pada hari Jumat (28/08/26), sekitar 70 mahasiswa UNPAK unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Jakarta dengan membawa 6 tuntutan utama, mulai dari evaluasi program MBG hingga evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran, menyuarakan keprihatinan atas arah tata kelola negara lewat tajuk orasi "Menuju Indonesia Gagal".
Galuh menegaskan dalam orasinya, "Kita sampaikan dengan tegas, perlawanan akan selalu ada di saat rezim-rezim ini selalu tirani terhadap masyarakatnya."
6 tuntutan dibacakan oleh KBM UNPAK sebagai berikut:
1. *Evaluasi Total Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.*
Menuntut pembukaan anggaran dan pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih agar tepat sasaran dan tidak dijadikan komoditas politik elit.
2. *Evaluasi dan Perubahan UU TNI serta UU Polri.*
Meminta penguatan supremasi sipil, pembatasan kewenangan aparat, serta penghentian segala bentuk tindakan represif terhadap masyarakat.
3. *Percepatan Reforma Agraria*
Menuntut penyelesaian konflik lahan, penghentian perampasan tanah rakyat, serta penjaminan redistribusi tanah yang adil.
4. *Pengesahan RUU Perampasan Aset*
Desakan untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset guna memperkuat agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.
5. *Rombak Kabinet Merah Putih*
Mendesak evaluasi total terhadap para menteri dan penyingkiran pejabat yang dinilai gagal menjalankan mandat rakyat.
6. *Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran*
Menuntut pertanggungjawaban kekuasaan kepada rakyat serta evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang menyimpang dari konstitusi.
Dari 6 tuntutan yang diajukan, KBM dan demonstran meminta solusi agar 6 tuntutan ini terselesaikan dengan baik, dengan sistem yang sama, yaitu sistem demokrasi.
Fakta dan kenyataan yang terjadi pada hari ini adalah demokrasi yang diagungkan telah redup dan lenyap dari pemerintahan kita saat ini. Sistem kapitalis yang kita gunakan saat ini tidak memiliki solusi atas masalah dan tuntutan yang diajukan. Rusaknya sistem bahkan menjadi alasan mengapa tuntutan tersebut hadir.
Mengubah sistem menjadi solusi utama dan satu-satunya untuk tuntutan yang diajukan tersebut.
Ketika sistem dibuat oleh manusia, maka cacatlah sistem tersebut karena sistem menjadi sistematik yang bergantung kepada kehendak manusia satu dan yang lain. Keadilan dan kesejahteraan bergantung kepada manusia yang sedang berkuasa, peraturan dibuat semena-mena dan memihak hanya kepada yang kaya. Berada di sistem yang hanya melihat ke atas dan menginjak yang di bawah.
Sistem Khilafah atau sistem Islam adalah solusi utama dan satu-satunya, ini disebabkan karena sistem Khilafah menggunakan kebijakan dan peraturan sesuai dengan aturan yang sudah Allah SWT tetapkan, sebagaimana Tuhan yang menciptakan alam semesta dan seisinya. Allah SWT mengetahui setiap karakteristik manusia yang Ia ciptakan, dengan itu Allah SWT juga membuat peraturan paling ideal untuk manusia taati. Peraturan yang mengatur segala hal yang ada di alam semesta ini, mulai dari hal kecil hingga besar, hal yang sederhana sampai dengan yang sulit.
Dengan itu, mengganti sistem saat ini menjadi sistem Khilafah seperti yang Rasulullah SAW ajarkan adalah hal yang harus dan pasti.
Mengambil dari salah satu tuntutan di atas, evaluasi MBG, dalam sistem Islam memperbaiki gizi setiap anak adalah kewajiban negara agar mencetak generasi emas yang sehat dan kuat. Sistem akan memastikan setiap anak tercukupi dan terpenuhi dengan baik.
Khilafah tidak hanya memperhatikan dari sisi ketersediaan pangan yang halal dan thayyib saja, tetapi juga dari berbagai faktor lain yang memengaruhi status gizi, seperti layanan kesehatan, dan kondisi lingkungan.
Pemimpin di sistem Khilafah nanti akan bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya di akhirat nanti, maka dengan itu pemimpin akan bersikap adil sebagaimana ia telah mengikuti peraturan yang sudah Allah SWT tetapkan dan ajaran Rasulullah SAW. Rakyat akan dipastikan dan dijanjikan keadilan yang makmur, damai, dan sentosa.

Posting Komentar