Krisis Kesehatan Mental Makin Meningkat, Bukti Nyata Dari Potret Kelam Generasi Sekuler Hari Ini
Oleh : Mitha Haerunisa
Menteri Kesehatan Indonesia memprediksi ada sekitar 28 juta warga mengalami gangguan jiwa per Januari 2026 lalu. Fakta ini menjadi salah satu bukti nyata betapa rusaknya generasi hari ini, bahkan diperkirakan ada lebih dari 1.000 angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia setiap tahunnya.
Data terbaru menunjukkan seorang pria berinisial FS (30) ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri di kawasan GBK, Jakarta Pusat, pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Padahal, terpantau sebelumnya FS sempat mengunggah pesan perpisahan dan mendonasikan Rp40 juta kepada komunitas kesehatan mental.
Indonesia sama sekali tidak pernah kehilangan orang-orang baik, orang-orang yang masih memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama di setiap generasinya.
Namun, jika empati itu masih ada, mengapa di baliknya justru kita menemukan kekosongan jiwa yang begitu dalam, hingga berujung pada hilangnya nyawa seseorang?
Di sinilah kita perlu melihat persoalan yang lebih besar. Generasi yang tumbuh dalam sistem sekuler dan budaya individualistik menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Kapitalisme tidak hanya membentuk cara manusia bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga ikut mendorong masyarakat ke dalam pola hidup yang semakin individualistis. Setiap orang seolah dituntut untuk berjuang sendiri, mengejar keberhasilan personal, sementara ikatan sosial yang seharusnya menjadi ruang untuk saling menopang justru semakin melemah.
Akibatnya, kesepian pun merajalela, bahkan di tengah mereka yang secara materi berkecukupan sekalipun. Manusia bisa memiliki pencapaian, pekerjaan, fasilitas, bahkan kehidupan yang baik, tetapi tetap merasa kosong dan sendirian.
Budaya yang terlalu menekankan keberhasilan individual dan ukuran-ukuran material membuat manusia semakin sibuk mengejar pencapaian dirinya sendiri.
Sementara itu, ruang untuk membangun relasi, menemukan makna hidup, dan merasa benar-benar menjadi bagian dari sebuah masyarakat semakin menyempit.
Pada akhirnya, kita tidak hanya sedang menghadapi generasi yang sibuk mengejar kesuksesan. Kita juga sedang menyaksikan tumbuhnya masyarakat yang semakin terasing satu sama lain, secara sosial, emosional, bahkan dalam pencarian jati dirinya sendiri.
Di tengah kondisi tersebut, Islam menawarkan pandangan yang berbeda tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan. Bukan hanya dengan membangun individu yang kuat secara spiritual, tetapi juga dengan membangun keluarga, masyarakat, dan sistem kehidupan yang saling menopang.
Islam membangun akidah sebagai benteng jiwa sejak dini. Keyakinan bahwa kehidupan adalah amanah dari Allah, bahwa setiap kesulitan merupakan ujian yang memiliki nilai di hadapan-Nya, serta bunuh diri merupakan sesuatu yang diharamkan, menjadi bagian dari kerangka keimanan yang mendorong seorang Muslim untuk tidak menyerah pada keputusasaan.
Islam juga membangun ikatan yang kuat antara keluarga dan masyarakat berdasarkan akidah. Manusia tidak dipandang sebagai individu yang harus menghadapi seluruh persoalan hidupnya seorang diri. Ada keluarga, tetangga, kerabat, dan masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk saling memperhatikan, menolong, dan menguatkan.
Dengan begitu, seseorang tidak semestinya dibiarkan menghadapi beban hidup dalam kesendirian.
Bahkan dalam gagasan negara Khilafah, sistem Islam juga diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan diarahkan untuk membentuk kepribadian yang berlandaskan akidah, sementara sistem ekonomi Islam diposisikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan.
Kerangka ini, menurut pandangan Islam, diharapkan mampu melahirkan individu yang memiliki pegangan hidup sekaligus masyarakat yang memiliki kepedulian dan ikatan yang kuat.
Sebab, persoalan manusia tidak selalu selesai hanya dengan meningkatkan kesejahteraan materi. Ada kebutuhan akan ikatan sosial, rasa memiliki, dan keyakinan bahwa hidup memiliki tujuan.
Dan di titik inilah Islam memandang pembentukan individu, masyarakat, dan sistem kehidupan sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.

Posting Komentar