Keluh Kesah Rakyat Atas Kinerja Kepemimpinan Prabowo - Gibran
Oleh. Susi Ummu Musa
Saat ini lonjakan kritikan tengah menuju pada satu orang yang berpengaruh di Indonesia yaitu Presiden Prabowo Subianto, beliau diamanatkan memimpin bangsa ini dengan janji janji kampanye yang beliau agendakan untuk mewujudkan apa yang menjadi cita cita bangsa ini.
Sekolah gratis, kesehatan gratis, listrik murah dll.
Begitulah awal pidato beliau yang masih terngiang-ngiang ditelinga rakyat.
Rasa lelah dengan himpitan hidup yang bertahun-tahun dipikul rakyat membawa angin segar bagi jutaan rakyat yang hidup dalam keterbatasan, namun selama hampir dua tahun apa yang ingin didengar rakyat ternyata hanya bualan, rakyat menagih dengan penuh harapan alih alih diwujudkan malah hidup semakin bertambah sulit.
Banyak orang menerima gaji tapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan, apalagi yang menganggur justru makin kewalahan karena harga kebutuhan yang mahal.
Keluhan rakyat yang terjadi dimana mana menunjukkan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya gagal mensejahterakan rakyat.
Banyak rakyat kecewa karena dampak kebijakan yang tidak berpihak ke rakyat.
Lihatlah bagaimana para pedagang yang mengeluh karena sepi pembeli seperti Para pedagang di lokasi binaan (lokbin) Muria Dalam, Mentengatas, Setiabudi, Jakarta Selatan, mengeluhkan sepinya lokasi tempat mereka berdagang. Alhasil, hanya segelintir pedagang yang saat ini masih bertahan berjualan di tempat binaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta tersebut.
Rina, salah seorang pedagang di lokbin menuturkan, aktivitas jual beli setiap harinya hanya berjalan singkat. Pembeli hanya datang sesekali, dan lebih banyak melihat-lihat saja. "Pasar ini ibarat mati suri. Aktivitas perdagangan di sini paling hanya dari pukul 07.00 hingga 10.00 saja. Setelah itu kembali sepi," ucap Rina, Jakarta, Minggu (8/1).
Tak hanya pedagang jasa ojol pun sepi orderan dilansir
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta tak lagi semanis beberapa tahun lalu.
Realita pahit ini dirasakan betul oleh Sutarman, seorang driver ojol yang harus memeras keringat lebih dalam demi menghidupi keluarganya di tengah ketatnya persaingan jalanan.
Sutarman mengakui, saat ini pendapatan dari hasil menarik ojek online turun drastis.
Dikabarkan aktual.com – Tekanan terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan akan semakin berat pada tahun 2026, terutama dari sisi daya beli dan konsumsi rumah tangga. Pengamat Ekonomi LPEM UI, Teuku Riefky, menyebut masalah struktural yang selama ini diabaikan akhirnya menimbulkan dampak nyata pada kondisi ekonomi masyarakat.
Masih banyak keluhan masyarakat yang lain terkait kebutuhan hidup namun rakyat masih bisa bertahan saja sudah luar biasa, penderitaan yang dialami pasti akan mempengaruhi kualitas kehidupan orang banyak untuk meraih apa yang dicita citakan.
Ketika uang sulit didapatkan karena susahnya mencari pekerjaannya. Ada bank keliling yang dianggap sebagai penolong padahal justru perangkap hutang akan menjeratnya.
Di balik kemudahannya, bank keliling menyimpan cerita getir. Mencekik, menjerat, dan menjerumuskan peminjam (debitur) ke dalam jurang masalah dan ketakutan tak berkesudahan, bahkan mengantar kepada keputuasaan.
Belum lagi pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak bahwa dalam islam haram hukumnya meminjam uang dengan bunga.
Hindari lah riba jangan sampai kita masuk kedalam nyan jika tidak ingin menanggung dosa besar.
semoga keluhan yang dirasakan masyarakat bisa digantikan dengan satu harapan pasti yaitu tegakknya islam kaffah dimuka bumi ini.
Wallahu a lam bissawab

Posting Komentar