Indonesia Merdeka, Sudahkah Rakyatnya benar-benar Merdeka?
Oleh : Abqoriyatul Muthmainnah, Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta
Masyarakat Indonesia kerap merayakan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan. Namun, di tengah perayaan tersebut, nyatanya masih ada masyarakat di berbagai daerah yang masih menghadapi bencana, kehilangan tempat tinggal, harta, bahkan orang-orang yang mereka cintai. Kondisi ini seharusnya menjadi renungan apakah arti kemerdekaan jika rakyat saja masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mendapatkan perlindungan?
Indonesia memang telah merdeka secara politik sejak 1945. Namun, kemerdekaan tidak seharusnya diukur dari terbebasnya Indonesia dari penjajahan saja. Karena sejatinya kemerdekaan juga berarti bisa menghadirkan kehidupan yang aman, sejahtera, dan terlindungi bagi seluruh rakyat.
Seperti contoh gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus, menjadi salah satu kondisi yang bisa memperlihatkan pentingnya peran negara. Ketika masyarakat menjadi korban bencana, mereka membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Mereka membutuhkan tempat tinggal, makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, keamanan, hingga pemulihan kehidupan setelah bencana. Di sini negara seharusnya hadir sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam melindungi rakyatnya.
Sayangnya, semangat kemerdekaan terkadang lebih banyak ditampilkan melalui seremoni dan perayaan, sementara persoalan rakyat masih membutuhkan perhatian serius. Kemerdekaan akhirnya hanya menjadi simbol saja karena nyatanya rakyat belum merasakan perlindungan dan kesejahteraan dari negara.
Dalam Islam, kepemimpinan bukanlah sekadar jabatan, melainkan amanah. Pemimpin memiliki kewajiban untuk mengurus rakyatnya. Negara tidak boleh hanya hadir ketika membutuhkan rakyat, tetapi harus hadir ketika rakyat membutuhkan negara. Berarti negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin kemaslahatan masyarakat. Ketika terjadi bencana, negara harus memiliki sistem penanggulangan yang mampu melakukan pencegahan, penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan kehidupan masyarakat. Bantuan masyarakat dan lembaga sosial tentu penting, tetapi tanggung jawab utama tetap oleh negara.
Karena itu, solusi Islam bukan hanya mengajak masyarakat untuk bersabar ketika terjadi bencana, tetapi juga menuntut negara untuk mengurus dan melindungi rakyat. Contohnya dalam bentuk menyediakan pelayanan publik yang layak, menjamin kebutuhan dasar, serta memastikan bantuan dan pemulihan diberikan secara cepat dan adil.
Pada akhirnya, perayaan kemerdekaan seharusnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi apakah kemerdekaan telah benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan. Tapi nyatanya apakah seluruh rakyat benar-benar merasakan makna kemerdekaan? Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang terbebas dari kezaliman dan hidup dalam pengurusan yang menjamin hak-hak rakyat.[]

Posting Komentar