-->

Gen Z Dibawah Tekanan Kapitalisme


Oleh : Maulli Azzura 

Tingginya tingkat stres, depresi, kecemasan hingga kehilangan jati diri saat ini telah mengancam generasi muda yang sering kita sebut Gen-z. Mirisnya lagi ini menimpa sebagian besar generasi Muslim yang telah menjauh dari syariat Allah SWT.

Istilah Gen-z sebenarnya disematkan oleh orang-orang kafir barat sekuler agar lambat laun menjauhkan nilai-nilai agama dalam kehidupannya. Agar pemikirannya terus dalam cengkraman kapitalisme-sekulerisme. Sehingga pemikiran generasi penerus tidak akan memahami kebangkitan yang benar dan terus dalam jurang kehancuran, rentan masalah moral, krisis kebahagiaan ( helling crisis ) dan orientasi hidup dipenuhi dengan nilai materialistik yang serba hedon.

Kerusakan yang terjadi adalah sistemik buah dari diterapkannya sistem kapitalisme - sekulerisme. Ini bukanlah sekedar masalah personal atau individu. Mereka orang-orang kafir telah berhasil meninabobokan para generasi ini terus dalam euforia duniawi semata dan melupakan tujuan hidupnya yang sesungguhnya yakni akhirat. 

Padahal jelas bahwa Islam sungguh memberikan jawaban yang pasti terkait tujuan hidup manusia. Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al Qur'an surat Azzariyat :56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (mengabdi) kepada-Ku."

Telah jelaslah bahwa kondisi saat ini gen-z telah kehilangan arah hidup ,beralih ke dalam bahagia semu yang terus menggerus pemikirannya yang mengakibatkan stress berkelanjutan serta krisis mental. 

Jika dibiarkan bagaimana kita mewujudkan revolusi kebangkitan Islam?. Solusi hakiki untuk mengobati penyakit sistemik tersebut haruslah dengan perubahan totalitas baik pemikirannya, mentalitasnya dan yang paling utama penguatan akidah secara mendasar. 

Bukan dengan menyesuaikan tren global materialistik melainkan segera menyadarkan mereka dengan kembali kepada ketaatan pada aturan islam secara kaffah.
Potensi besar Gen Z sebagai digital native harus diarahkan untuk menjadi agen perubahan hakiki, yaitu memperjuangkan nilai-nilai Islam dan menjadikannya pedoman hidup dalam menghadapi arus modernitas.

Menjadikan Islam sebagai arah perubahan. Membekali kajian Islam yang mendalam untuk membentuk kepribadian Islam (shakhshiyah islamiyah) agar tahan terhadap krisis moral era modern. Karena dengan begitu, istilah gen-z yang mendistorsi generasi muda Islam akan lenyap dari pemikirannya. Islam menganggap generasi adalah pemimpin untuk hari esok "Syubbanul yaum, rijalul ghad". Jika kita tidak membina ,mengarahkan dan membekali dengan tsaqofah islam, apa yang menimpa generasi islam saat ini tidak akan sembuh dari pemikiran kapitalis yang disematkan sejak lama dalam diri mereka.

Wallahu a'lam Bishowab