Tahun Baru Hijriyah, Momen Perubahan Hakiki
Kaum Muslim harus menjadikan tahun baru hijriyah sebagai momen untuk perubahan yang hakiki.
“Maka, mari sama-sama jadikan tahun baru hijriyah ini sebagai momen untuk perubahan yang hakiki,” ungkap Pemerhari Remaja Kak Mumu dalam forum Kajian Remaja Muslimah Depok, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, Muharram bukan sekadar hadir sebagai pertanda bulan di awal tahun, tapi hadir untuk mengingatkan kita untuk me-reset, recharge dan reconnect hubungan kita pada Allah SWT. “Meninggalkan kebiasaan buruk dengan memperbanyak amalan shalih dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menyiapkan bekal di akhirat kelak,” jelas Kak Mumu.
Memang, lanjutnya, pergantian tahun merupakan momen yang tepat bagi orang orang untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik ke depannya, sebagaimana sejarah tahun Hijriyah yang Rasulullah SAW contohkan dengan berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk melakukan perubahan.
“Hijrah tidak selalu bermakna berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Namun, hijrah juga bisa diartikan sebagai bentuk perubahan dari suatu kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Karena hijrah merupakan keberanian meninggalkan sesuatu yang tidak Allah sukai menuju sesuatu yang Allah ridhai,” bebernya.
Kak Mumu menilai, manusia seringnya mengetahui apa yang menjadi kebiasaannya itu buruk, seperti halnya membuang-buang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, termasuk bermalas malasan.
“Tapi anehnya, justru mereka masih tetap bertahan dan tidak mau keluar dari zona nyaman. Seolah-olah hidup masih panjang. Sehingga untuk melakukan perubahan masih terus tertunda,” ujarnya.
Menurut Kak Mumu, kesibukan bukanlah alasan utama seseorang lalai beramal. "Sebenarnya kita itu enggak sibuk. Tapi kita aja yang enggak memprioritaskan amal kebaikan seperti sholat, mengkaji Islam dan lainnya,” sebutnya.
Ia pun mengutip yang dikatakan Hasan Al Bashri, rahimahumullah pernah mengatakan, “Dunia hanyalah tiga hari; kemarin yang telah berlalu, besok yang belum tentu kau jumpai dan hari ini yang sedang kau jalani.”
“Semoga kita semua bisa jadi permata umat, sehingga bisa membawa umat pada cahaya Islam. Allah tidak pernah melihat hasil. Dengan niat dan proses dari cara yang sederhana, semoga Allah mudahkan kita semua untuk istiqamah di jalan-Nya,” pungkasnya. [] Widya Utami

Posting Komentar