Masalah Pengangguran Semakin kompleks Solusi Semu Ala Sistem Kapitalis. Islam Hadir Sebagai Solusi Nyata.
Masalah Pengangguran Semakin kompleks Solusi Semu Ala Sistem Kapitalis. Islam Hadir Sebagai Solusi Nyata.
Oleh : Sumarini
KOMPAS.com - Indonesia masih menghadapi persoalan pengangguran terdidik. Sekitar 1 juta lulusan sarjana tercatat masih menganggur pada Februari 2026.
Dilansir dari Kompas.com, Selasa (9/6/2026), jumlah tersebut menjadi bagian dari total 7,24 juta orang yang masuk dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode yang sama.
Kondisi ini menjadi ironi di tengah semakin luasnya akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Gelar sarjana yang selama ini dipandang sebagai bekal untuk hari tua, namun nyata nya tidak dapat dipastikan.
Di tengarai oleh pertumbuhan Lapangan pekerjaan formal yang menuntut ketrampilan tinggi, sehingga tak mampu untuk di sebanding kan dengan jumlah lulusan yang butuh akan pekerjaan.
Demikian masalah pengangguran yang hingga hari ini masih terus menjadi persoalan yang belum juga bisa teratasi. Sebagaimana yang terjadi pada fakta di atas, sekitar hampir tembus 1 juta lulusan sarjana tercatat masih menganggur.
Pengangguran juga terjadi sebab beberapa faktor. Yakni salah satunya seperti yang telah disebut kan diatas yaitu ketidak sesuaian antara jumlah lulusan dengan gelar tinggi, juga ketersediaan nya posisi strategis, ekspetasi atau punya harapan gaji yang tinggi dan juga kurang nya pengalaman kerja. Ini semua adalah faktor-faktor yang membuat mencari pekerjaan sulit sebab tak sesuai dengan standar yang di miliki.
Ditambah lagi lulusan sarjana seringkali meminta standar upah yang yang dianggap sesuai dengan gelar yang mereka miliki, sementara permintaan yang mereka ajukan seringkali tak sesuai dengan tawaran dari Industri dan dengan alasan tidak sesuai dengan keahlian yang di miliki oleh para pascasarjana
Melihat kondisi yang kian tidak bisa untuk ditolerir ini, Mahasiswa sepakat menagih janji 19 juta lapangan pekerjaan yang pernah di janjikan oleh pemerintah. Atas nama Mahasiswa mereka mewakili suara hati teman teman yang saat ini terlebih dahulu lulus, namun masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu ini kondisi yang bakal mereka juga merasakan. Hingga tak bisa untuk terus ada pembiaran.
Pengangguran bukan masalah kecil yang tak harus di beri perhatian oleh pemerintah..
Ini sangat urgent, ini kebutuhan mendesak demi memenuhi begitu banyak nya kebutuhan hidup saat ini.
MBG dan KDMP yang digadang-gadang bisa menyerap tenaga kerja formal berkwalitas, namun nyatanya belum mampu menyerap secara optimal dan merata demi bisa mengurangi angka pengangguran yang kian membludak jumlah nya.
Dan nyata untuk hari ini kembali sistem kapitalis memang tak pernah mampu untuk menyelesaikan setiap persoalan, contohnya masalah pengangguran yang terjadi hari ini.
Janji tinggal janji, namun tak dapat menyodorkan solusi yang menyelesaikan masalah. Yang ada hanya solusi Semu yang menemui jalan buntu....
Angka pertumbuhan ekonomi naik, Itu yang selalu dibanggakan oleh pemerintah. Naik dari mana nya ketika ini tidak di ikuti dan sebanding dengan kondisi lapangan pekerjaan yang sulit seperti hari ini. PHK di mana mana. Pengangguran besar besaran terjadi.
Sedikit data tentang pertumbuhan Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh di kisaran 5,29% secara tahunan pada kuartal II-2026, namun di saat yang sama terjadi anomali karena badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan jumlah pengangguran tetap besar mencapai sekitar 7,22 juta orang.
Dan inilah wajah dari Kapitalisme terkait bagaimana menyikapi permasalahan, tentu akan berpihak pada yang lebih membawa keuntungan
Pertumbuhan ekonomi yang tercatat naik secara statistik bisa tetap dibarengi dengan gelombang pengangguran dan PHK besar-besaran karena pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor padat modal (teknologi dan industri otomatisasi) alih-alih sektor padat karya, serta di tengah tekanan biaya produksi global. Perspektif kritis dari media dan pengamat keumatan melihat fenomena ini sebagai anomali dari sistem ekonomi yang sekuler-kapitalis.
Dengan standar untung rugi, Industri saat ini lebih mempekerjakan mesin atau robot dibanding manusia, hingga pada akhirnya manusia tersisih dan sebagaimana saat ini pengangguran dan PHK merajalela.
Situasi kian rumit dan dampak nya jobfair menjadi pilihan bagi pencari kerja. Jobfair ( bursa kerja) sering dijadikan pilihan akibat sulitnya mencari kerja. Namun disini juga akan ditemukan yang namanya persaingan yang sangat ketat. Sebab jumlah pelamar dengan posisi yang ditawarkan juga sangat tidak sebanding.Sehingga harapan untuk dapat panggilan kerja juga tak bisa sepenuhnya terjadi. Lagi lagi jobfair bukan pula bisa jadi solusi....
Pertumbuhan ekonomi dalam kapitalisme di ukur dari akumulasi modal, dimana Proses ini terjadi ketika sebagian laba atau pendapatan tidak dihabiskan untuk konsumsi, melainkan diinvestasikan kembali ke dalam aset produktif—seperti mesin, pabrik, teknologi, dan infrastruktur—guna memperbesar kapasitas produksi barang dan jasa dari waktu ke waktu.
Jelas disini masyarakat tidak ikut di dalam nya dalam rangka merasakan kesejahteraan, sebab apa yang mereka lakukan adalah kerjasama antara penguasa dan mereka yang punya modal. Lewat Investasi dan aset yang lewat kerja sama ini jelas keuntungan yang didapat adalah untuk mereka juga.
PHK dan pengangguran bukan lah beban utama dari pemerintah, mereka hanya lebih mementingkan keuntungan yang akan didapatkan ketika bekerja sama dengan para pemilik modal. Bukan nya memikirkan nasib para pekerja malah memikirkan kepentingan nya sendiri. Dan inilah cara kapitalisme dalam menyengsarakan rakyat nya... Bukan nya memberi solusi malah justru membiarkan PHK dan pengangguran tak terselesaikan.
Dalam kapitalisme, negara menyerahkan penciptaan lapangan kerja kepada pasar dan pihak swasta. Sedangkan negara hanya bertindak sebagai regulator yang memastikan hal tersebut berlangsung.
Kapitalisme membiarkan kepemilikan umum (SDA, tambang, energi) dikuasai korporasi swasta/asing demi investasi, padahal jika kepemilikan tersebut dikelola sendiri oleh negara untuk rakyat. Justru punya potensi menyerap tenaga kerja dengan skala besar. Hingga tak akan ada yang namanya pengangguran dan juga PHK massal.
Dengan menyerahkan kepada asing terkait kepemilikan umum, negara yang sebenarnya hanya menerima keuntungan yang lebih sedikit dibanding mereka para korporasi. Juga hanya sebagai regulator dari keberlangsungan pengelolaan nya.
Islam dalam pemenuhan kebutuhan pokok dari setiap individunya ini yang merupakan keberhasilan dalam perekonomian. Sebab setiap individu dalam islam mempunyai hak untuk mendapatkan kesejahteraan, tidak diwakilkan oleh segelintir orang seperti hari ini.
Ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi ala kapitalisme dan akumulasi modal. Namun lebih kepada kepentingan individu per individu.
Negara khilafah juga tidak akan membiarkan terjadinya pengangguran apalagi PHK massal. Tak akan dibiarkan rakyat kehilangan pekerjaan.
Sementara syari'at mengatur hubungan tenaga kerja dan juga melindungi hak para pekerja. Dan ini tidak akan kita jumpai disistem ini.
Negara Khilafah berperan sebagai raa’in dengan membuka lapangan kerja bagi setiap rakyat yang membutuhkan, mengembangkan industri strategis, serta memfasilitasi keterampilan dan penempatan kerja rakyat..
Sumber daya strategis seperti minyak, gas, tambang, hutan, dan air merupakan kepemilikan umum yang dikelola negara untuk kemaslahatan seluruh rakyat. Melalui prinsip ini, Khilafah mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar.
Demikian ketika islam yang dijadikan solusi, maka akan terselesaikan apapun itu masalah nya. Baik itu masalah pengangguran, PHK, atau pun setumpuk masalah yang ketika hari ini kapitalisme tidak dapat menyelesaikan nya, maka Islam akan datang bersama Solusi nyatanya.
Wallahu a'lam bishawab.

Posting Komentar