-->

BBM macet? Negara Lepas Tangan

Oleh : Yosie Purwanti, S.E
Aktivis Muslimah

Antrean BBM mengular diberbagai wilayah diantaranya sumut, riau hingga kalbar. Dibeberapa SPBU antrean panjangan setiap malam. Masyarakat mengeluhkan karena membutuhkan waktu 2-3 jam untuk mengantre BBM saja. 

Menurut pemerintah fenomena ini diakibatnya panic buying ditengah masyarakat atas isu pembatasan BBM. Selain itu sulitnya akses akibat musibah banjir turut menambah pelik. Lambatnya penanganan musibah banjir di Sumatera hingga akses ke beberapa wilayah menjadi sulit. 

Sungguh ironi ditengah mudahnya pemerintah menghamburkan anggaran untuk proyek mengenyangkan perut segelintir orang. Sumatera masih meratap menunggu belas kasih pemerintah. Lagi dan lagi rakyatlah yang akan menjadi tumbal. Tumbal keji penerapan sistem demokrasi kapitalis.

Dalam sistem ini negara hanya sebagai regulator yang mengatur dan memenuhi kebutuhan para kapital asing maupun swasta. Negara seolah lepas tangan dari kewajiban mengurusi rakyat, hal ini terbukti dari kebijakan yang dibuat tidak untuk mensejahterakan rakyat. 

Lain halnya dengan sistem islam, sistem yang berasal dari Allah swt sebagai al Khaliq dan al Mudabbir. Yang mampu mengatur setiap tingkah laku manusia. Sehingga penerapan aturan sesuai dengan fitrah manusia. 

Dalam Islam negara bertindak sebagai ra'in yang berfungsi mengurusi masyarakat. BBM merupakan harta milik umum yang akan dikelola negara untuk kemaslahatan masyarakat. Negara harus membuat mekanisme agar BBM bisa menjangkau bahkan di daerah terpencil sekalipun.

Negara islam akan membuat tata kelola kota yang baik tidak hanya untuk penyaluran BBM tapi juga pemerataan pembangunan disetiap daerah. Selain itu jika didaerah tersebut mengalami bencana alam maka negara akan memberikan mekanisme terbaik untuk cepat tanggap menyelesaikan bencana.
Wallahu a'laam.