Suramnya Dunia Pendidikan Di Sistem Kapitalisme
Oleh : Susi Ummu Musa
Indonesia emas adalah visi yang ingin diwujudkan oleh pemerintahan saat ini, target 2045 tepatnya 100 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi wacana yang terus digalakkan.
Namun sepanjang pemerintahan ini berjalan nampaknya dunia pendidikan sedang tidak baik baik saja, dari kasus bullying, kekerasan seksual, gaji guru yang rendah, sistem zonasi dan bisnis seragam.
Mungkinkah Indonesia emas akan terwujud jika faktanya serumit ini? Sangat disayangkan sekali melihat rakyat Indonesia yang sudah sejauh ini bertahan dengan segala kondisi yang ada, semangat hidup yang tinggi adalah modal bagi rakyat yang sebenarnya digerogoti pelan pelan oleh pemangku jabatan yang terus melakukan korupsi milyaran rupiah.
Ekonomi yang sulit juga masih menjadi momok bagi mereka pejuang rupiah tak peduli kerja apa saja selagi bisa menghasilkan akan dilakukan demi sejengkal perut. Termasuk pendidikan padahal pendidikan juga kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi.
Namun dibalik sistem kapitalis sekuler ini pendidikan menjadi ladang bisnis yang menggiurkan salah satunya pengadaan seragam, meski sempat diberhentikan oleh sekda namun apakah hal itu benar-benar diberhentikan?
KOMPAS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro meminta pengelola sekolah negeri yang melakukan transaksi jual-beli seragam mengembalikan uang ke para orang tua. Soekendro mengatakan, langkah tegas tersebut diambil untuk penertiban.
Ia mengaku sudah menginstruksikan hal itu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora).
"Segera menertibkan seluruh satuan pendidikan agar tidak terlibat dalam bisnis penjualan baju seragam maupun bahan ajar kepada peserta didik maupun orang tua siswa," ujarnya, Kamis (25/6/2026)
Ditengah tekanan ekonomi yang tinggi orang tua dihadapkan dengan pembelian seragam sekolah yang cukup mahal belum lagi biaya masuk sekolah dan biaya biaya lainnya, sehingga orang tua benar-benar merasakan beban yang berat.
Pendidikan yang seharusnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat dengan mudah tapi ditengah sistem ini terasa sangat berat bahkan banyak anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor biaya.
Miris, Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya namun rakyat tidak bisa merasakan manisnya menuntut ilmu dengan tenang dinegrinya sendiri.
Hal ini jelas berbeda jika aturan disuatu negri berlandaskan islam namun sayangnya aturan islam kini masih diperjuangkan, memang sejarah dahulu pernah membuktikan bagaimana sistem pendidikan terbaik mampu menembus batas karena keberhasilan nya mencetak generasi hebat.
Pada masa peradaban islam tepatnya sistem pendidikan didapat dengan mudah dan gratis siapa pun bebas menimba ilmu sebanyak-banyaknya tanpa harus berkutat dengan biaya dan hal hal lain, itu karena negara menerapkan aturan islam yang mudah dan praktis.
Hal ini terbukti dalam sejarah pada masa peradaban Islam yang menerapkan syariat Islam dalam aturan negara dan kehidupan. Contohnya pada masa Kekhilafahan Abbasiyah, (750 M - 1258 M/132H 656 M) berkembang pesatnya lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal. Tumbuh suburnya lembaga-lembaga pendidikan yang mempengaruhi pola hidup dan budaya masyarakat Islam. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan budaya Islam mampu mempengaruhi peradaban dunia. Daerah kekuasaan Islam menjadi pusat-pusat pendidikan yang diminati bukan hanya umat Islam tetapi juga kalangan non-Muslim.
Demikian pula pada era Khilafah Utsmaniyah, Sultan Muhammad Al-Fatih (1481 M) juga menyediakan pendidikan secara gratis. Bahkan Sultan memberikan beasiswa bulanan untuk tiap siswa. Di Konstantinopel (Istanbul) Sultan membangun delapan sekolah. Di sekolah-sekolah ini dibangun asrama siswa. Setiap asrama dilengkapi dengan ruang makan dan ruang tidur. Dibangun pula sebuah perpustakaan khusus yang dikelola oleh para ahli di bidangnya.
Begitulah gambaran nyata negara dengan penerapan syariat secara menyeluruh di mana penguasa (Khalifah) benar-benar akan bertanggungjawab atas pendidikan rakyatnya. Berbagai fasilitas disediakan dan gratis demi menunjang kualitas pendidikan generasi. Hingga Islam bisa menorehkan tinta emas peradaban dunia.
Wallahu a lam bissawab

Posting Komentar