-->

KOPDES Merah Putih Penting kah Untuk Rakyat?

Oleh : Ummu Arif (Sumarini) 

Berbagai pemberitaan di Kompas.com terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menyoroti gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Program ini ditargetkan mampu memutar dana sebesar Rp 223 triliun, mencakup pengelolaan gerai sembako, apotek, simpan pinjam, hingga sektor yang lebih besar seperti tambang, pabrik CPO, dan PLTS.Pemberitaan juga menyoroti sejumlah tantangan dan dinamika di lapangan. Beberapa KDMP dilaporkan sepi dan beromzet kecil (sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per hari), sehingga sulit menutupi biaya operasional. Selain itu, proyek pembangunannya sempat diwarnai isu tata ruang dan viralnya video pembangunan di area sepi. Meskipun sempat ada insiden dalam pelatihan kemiliteran bagi para calon pengelolanya, Istana memastikan program Koperasi Merah Putih akan terus berjalan.

Apapun itu program nasional yang sudah mulai dijalankan Pemerintah untuk membangun sebanyak 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang katanya sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat desa, meskipun penuh dengan polemik namun tetap saja ingin dijalankan. 
Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan program andalan pemerintah setelah MBG. Namanya juga program andalan sudah barang tentu selalu mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak dan juga berbagai elemen masyarakat. Di Beberapa pihak menganggap program ini merupakan mesin ekonomi baru yang dapat membuat Desa naik kelas. Namun sejumlah pengamat justru merasakan adanya risiko berupa ancaman pemusatan hanya sebatas di seputaran ekonomi KDMP , yang ini justru bisa mematikan Otoritas lokal. 
Dari sini apakah kita bisa menjamin ini akan menjadi awal kebangkitan ekonomi desa atau justru menjadi bentuk dikte gaya baru dari negara. 

Program yang implementasi nya dilapangan justru menuai berbagai macam polemik ini sekali lagi justru memunculkan ketidak jelasan dalam mekanisme nya, hingga lokasi yang tidak strategis, realisasi proyek yang menyimpang, hingga tewasnya 5 orang akibat pelatihan militer. Dari semua ini apakah masih mempertahankan ego dan tetap berambisi untuk melanjutkan program ini. 

Dan ketika kita menyampaikan ini bahwa program ini hanya semata-mata untuk kepentingan mereka bukan murni atas dasar untuk kesejahteraan rakyat, mereka selalu saja punya alibi yang seakan-akan pemerintah memberi sinyal akan melakukan evaluasi dan pengembangan program agar tetap efektif. Dan imbasnya demi untuk kepentingan rakyat. 

Program yang dibangun tidak berangkat dari kebutuhan masyarakat justru beresiko membuat Koperasi Desa Merah Putih ini minim partisipasi masyarakat yang memang mereka itu merasa bahwa apapun itu yang menjadi program pemerintah hari ini, jelas tidak membawa dampak untuk mereka. Ataukah itu dengan tujuan untuk menggerakkan perekonomian di desa dan dengan segala iming iming yang nantinya untuk kepentingan rakyat. Namun saat ini rakyat sudah mulai bisa belajar dari berbagai macam program yang di buat oleh mereka, toh...!! Semuanya hanya untuk kepentingan mereka saja. Jadi maaf hari ini masyarakat sudah Jenu dengan segala proyek pemerintah yang nyata nyata tidak hadir untuk mereka. 
Hanya namanya saja untuk kepentingan rakyat, namun tidak dalam implementasi nya. 

Inilah sistem kapitalisme yang selalu saja melahirkan proyek proyek yang rawan akan berbagai macam bentuk penyimpangan. Disana ada anggaran yang besar. Dari sini tercipta korupsi korupsi yang kurang diawasi, kesempatan selalu terbuka lebar begitu gampang dan mudah nya melakukan perbuatan yang hari ini disistem ini semuanya begitu dimudah kan. Anggaran demi anggaran digelontorkan, proyek demi proyek terus bermunculan, dan semuanya hanya akal akalan segelintir mereka disana, yang sebenarnya semua program yang mereka buat hanya demi sebuah anggaran. Untuk mencari keuntungan Masuk lah disitu Program MBG dan juga KDMP

Disini lah para pemegang kekuasaan dan juga pemilik modal mengendalikan semua kebijakan, lantas membuat program yang mengatas namakan rakyat, namun ternyata dari program yang mereka buat hanya ingin meraup keuntungan daripada benar-benar ingin mensejahterakan rakyat. Sungguh kebohongan mereka nantinya akan dimintai pertanggungjawaban. Apa yang akan mereka jawab... Nantinya.. 

Kembali sistem ini dengan kebiasaan yang dilakukan bagaimana menghadapi persoalan mendasar yang dihadapi rakyat belum juga tuntas, malah bersibuk diri dengan menggelontorkan dana publik yang belum jelas manfaat apa yang akan didapat dari proyek yang akan dibangun daripada menyelesaikan persoalan umat yang nyata perlu untuk di selesai kan. 

Islam dalam persoalan ini tentu punya solusi yang konkret. Sebab dalam islam perekonomian harus dibangun benar-benar untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Bukan justru mengejar target proyek proyek yang tidak jelas bertujuan untuk apa.. 
Negara bertugas sebagai pelayan rakyat, bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan rakyat. Melalui pengelolaan harta milik umum, pembukaan lapangan pekerjaan, dan distribusi kekayaan yang adil. Sehingga rakyat bisa benar-benar merasakan kehidupan yang penuh dengan ketentraman sebab negara ada untuk mereka. 

Dan yang pasti kesejahteraan lahir dari penerapan Syariat ekonomi secara menyeluruh. Ekonomi rakyat diperkuat dari hulunya, bukan hanya melalui proyek hilir. Bahwa jangan lupaMengapa Harus Diperkuat dari Hulunya?Jika ekonomi hanya disentuh melalui proyek hilir, maka masyarakat kecil atau daerah penghasil akan tetap tertinggal. Proyek hilir biasanya membutuhkan investasi modal besar dan teknologi canggih yang umumnya dimiliki oleh korporasi besar atau pemodal luar daerah. Jika hulu rakyat tidak diperkuat, mereka hanya akan menjadi penonton atau sekadar menjual bahan baku murah ke pabrik-pabrik tersebut.

Islam akan selalu berlaku adil, tidak akan ada yang merasa tidak diperhatikan seperti di sistem ini, kesejahteraan adalah hak milik warga negara, tidak terkecuali. Dan itu InsyaAllah pasti ada nya. Bukan seperti hari ini mengatasnamakan demi kesejahteraan rakyat. Tapi nyatanya cuma pinjam nama rakyat dan yang sesungguhnya adalah lagi lagi buat kepentingan mereka... Capek. Deh dengan sistem ini!! 

Waallahu a' lam bishawab