Pergaulan Bebas Menimbulkan Penyakit
Oleh : Siti Khairunnisa
Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengungkap tingginya kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dipicu maraknya hubungan seksual sesama jenis. Khususnya pada kelompok lelaki seks lelaki (gay).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menyampaikan selama beberapa tahun terakhir kasus HIV di Karawang cukup tinggi. Dari kategori usia, infeksi HIV di Karawang paling mendominasi pada kelompok usia produktif, yakni rentang usia 25 hingga 49 tahun, disusul peringkat kedua pada rentang usia 20 hingga 24 tahun," kata Yayuk, dilansir dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
metrotvnews.com 16/06/2026
Pada 2024 ditemukan 886 kasus baru HIV. Kemudian pada 2025 tercatat 757 kasus. Selanjutnya, hingga April 2026 ditemukan 233 kasus baru HIV di wilayah Karawang.
Ia menyampaikan, kasus baru HIV yang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini berasal dari laporan seluruh puskesmas dan rumah sakit. Temuan tersebut berasal dari hasil deteksi dini (testing).
Dari seluruh temuan kasus baru tersebut, Dinas Kesehatan Karawang mengidentifikasi kelompok lelaki seks lelaki cukup tinggi menyumbang kasus HIV di Karawang. Hingga April 2026 tercatat ditemukan kasus baru HIV dari kelompok gay atau lelaki seks lelaki.
Nyatanya, pergaulan bebas marak terjadi dan menjerat kehidupan remaja saat ini. Dan pergaulan bebas ini seolah menjadi sesuatu hal yang harus dinormalisasi. Pergaulan bebas ini bukan hanya tentang laki-laki dan perempuan tetapi juga sesama jenis. Miris dan membuat hati teriris tetapi ini fakta dunia saat ini.
Gay ataupun lesbi sudah berani unjuk diri terlihat ini memang didukung dan difasilitasi. Penyediaan nya terlihat dari terungkapnya pesta gay. Ini tentu bukan hasil dari satu dua hari tetapi ini hasil pembiasaan dan penyediaan. Bentuk pemerintah tidak peduli karena itu menjadi sesuatu hal yang banyak ditemukan.
Dan tentu pergaulan bebas ini adalah penyediaan dari sistem sekuler yang memang hadir sebagai akar kerusakan. Nyata, pergaulan bebas yang marak menjadi sumber penyakit seperti HIV AIDS yang telah menimpa banyak kalangan anak muda. Dan solusi dari pemerintah hanya fokus pada pengobatan bukan pemberantasan.
Kejam memang sumber penyakit tidak ditutup tetapi difasilitasi tetapi inilah cara agar sistem kapitalis ini tetap exist.
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah mengingat mayoritas penderita berada pada kelompok usia produktif yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi dan sosial.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menegaskan, bahwa tingginya kasus HIV/AIDS di Jawa Timur harus menjadi perhatian bersama.
Dari sisi kebijakan, politisi Partai Demokrat ini mendorong pemerintah untuk memperkuat dukungan anggaran serta program edukasi yang menyasar kelompok rentan dan usia produktif.
Ia menambahkan bahwa investasi dalam program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
Tingginya angka kasus di Jawa Timur dan sejumlah provinsi lain di Pulau Jawa tidak hanya dipengaruhi kepadatan penduduk yang tinggi, tetapi juga karena jangkauan layanan kesehatan yang relatif lebih luas sehingga proses skrining, pelacakan, dan deteksi dini dapat dilakukan secara lebih masif dibanding daerah lain. Meski demikian, tingginya angka temuan kasus tetap menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
Memorandum.disway.id 16/06/2026
Jelas, inilah ketika agama menjadi suatu hal yang dikucilkan dan dianggap bukan sebagai hukum yang wajib berlaku. Berbicara hukum tidak boleh bersangkutan dengan agama. Nyatanya hukumnya tidak mampu menjadi hukum bagi negara.
Mungkin, bagi mereka yang tidak mengerti kondisi dunia beranggapan bahkan masalah ini hanya butuh ganti orang dalam memimpin. Tetapi, orang cerdas yang sebenarnya tahu bahwa bukan ganti orangnya tapi ganti wadahnya. Orang berbeda tapi wadahnya sama apa gunanya?
Maka islam hadir bukan sekedar sebagai agama tapi juga sebagai peraturan yang harus diterapkan dalam kehidupan. Islam sangat jelas mengatur terkait pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang terpisah kecuali dalam muamalah. Dan islam jelas mengharamkan gay/lesbi bahkan jelas hukumannya.
Para pezina tidak dinikahkan melainkan dihukum jika belum menikah dijilid (cambuk 100 kali) dan rajam bagi yang sudah menikah. Dan bagi pelaku liwath yaitu gay/lesbi akan dijatuhkan dari gedung tertinggi. Dan itu dilihat khalayak umum sebagai bentuk efek jera bukan normalisasi yang ada.
Maka, ketika agama dijauhkan dari kehidupan nyata kehancuran. Namun jika agama dijadikan sebagai peraturan akan nyata menciptakan negara yang aman. Dan agama yang sempurna itu Allah turunkan dalam islam. Maka, mari berjuang dan opinikan bahwa kita butuh sistem yang nyata keamanan yang bukan nyata janji manisnya tapi menciptakan banyak coretan luka.
Wallahu a’lam bii shawab

Posting Komentar