-->

LGBT Ancaman Nyata Dan Bahaya Bagi Keberlangsungan Kehidupan

LGBT Ancaman Nyata Dan Bahaya Bagi Keberlangsungan Kehidupan

Oleh. Susi Ummu Musa

Kaum pelangi yang akrab kita dengar memang meresahkan dan harus segera ditindak karena prilaku mereka tumbuh subur di sekitar kita, keberadaan kaum nabi Luth itu terus mencari keadilan dengan mengatasnamakan HAM namun kita sebagai negara yang menjujung norma agama jelas sangat tidak setuju dengan keberadaan mereka. 

Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menyusun Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) untuk didorong masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR RI.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menegaskan langkah hukum ini diambil karena imbauan moral dinilai sudah tidak lagi efektif membendung fenomena penyimpangan seksual yang kian berani ditunjukkan di ruang publik.

Pihaknya tetap nyatakan lawan dan perang terhadap perilaku dan yang mengampanyekan LGBT. 

“Demi cinta kami kepada kemanusiaan yang hakiki, kami ajak mereka kembali pada fitrahnya. Kami siapkan naskah akademik dan RUU pidananya, tinggal DPR membahas dan menetapkannya," kata ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini kepada MUI Digital, melalui sambungan telepon di Jakarta, Ahad  (28/6/2026).

Meski di beberapa negara mereka diterima dan dilegalkan dengan pernikahan sejenis laki laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan namun ada hal yang justru menjadi ancaman bagi negara itu sendiri. 
Bayangkan bagaimana jadinya jika keberadaan mereka terus menular maka angka kelahiran akan turun drastis, bagaimana bisa pernikahan sejenis akan menghasilkan keturunan. 

Lgbt adalah ancaman dan berbahaya mereka kelompok yang menyimpang dari fitrah manusia, dalam pandangan agama islam jelas perbuatan mereka haram dan mengundang azab dari Allah sebagai mana sejarah islam sering mengulang ulang kisah kaum Nabi Luth. 

Dalam pandangan Alquran, LGBT merupakan penyakit. Dikarenakan fıtrah manusia yang telah dianugerahkan Allah SWT yaitu dengan melestarikan keturunan dengan segala martabat manusianya.

 Firman Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 1:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ ….

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak….”

Adapun azab yang Allah SWT turunkan kepada kaum Sodom diabadikan dalam surat Al Hijr 73-76.

فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَۙ . فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ . اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِيْنَۙ . وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ .

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). 

Wallahu a lam bissawab