-->

Islam Kaffah Layak Diperjuangkan


Oleh : Fatimah Abdul (Aktivis Muslimah) 

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kondisi rakyat Indonesia tengah dihimpit oleh berbagai masalah. Rakyat benar-benar terpuruk oleh situasi yang tidak menentu. Kemiskinan yang terstruktur, fenomena judi online, prostitusi anak, human trafficking, bullying, eksploitasi seksual, kasus-kasus kekerasan yang kian merajalela dan berujung pada penghilangan nyawa, serta masih banyak lagi kasus-kasus lainnya.
Ditambah lagi dengan adanya kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak pro dengan rakyat. Program MBG yang identik dengan potensi korupsinya, program koperasi desa merah putih yang dinilai membuang-buang anggaran, pemadaman listrik yang menimbulkan protes, kenaikan BBM di sepertiga malam sehingga membuat rakyat terkaget-kaget di pagi harinya, serta tingkah laku para pejabat yang menggunakan uang negara tanpa perhitungan dan membuat rakyat kecil emosi dan sakit hati.

Disisi belahan dunia yang lain, kondisi politik dan ekonomi semakin tidak pasti. Palestina masih saja terjajah dan dizalimi, penduduk Gaza masih kelaparan dan di bombardir. Bahkan kegilaan zionis Israel meluas hingga ke Lebanon. Perang yang terjadi antara Iran dan Amerika dan juga Israel yang berimbas pada penutupan selat Hormuz. Semetara itu, penguasa negeri-negeri kaum muslimin seolah-olah tidak mengetahui apa yang terjadi. Mereka melihat tapi tidak melakukan apa-apa. Tidak tergerak untuk membela dan melakukan perlawanan kepada kaum kuffar penjajah demi saudaranya. Mirisnya, yang terjadi adalah justru sebaliknya, mereka berjabat tangan bekerjasama atas nama perdamaian dan kestabilan ekonomi dunia. Mereka tidak menyadari bahwasanya umat islam di setting untuk tetap menjadi kaum yang berada dalam kemunduran dan penindasan.

Momen tahun baru islam seharusnya menjadi momen yang tepat sebagai titik awal bagi umat islam untuk bangkit dan bersatu memperjuangkan kembalinya Islam yang penuh dengan kegemilangan. Melawan segala macam bentuk penjajahan yang dilakukan oleh musuh-musuh islam baik secara fisik maupun non-fisik. Penerapan sistem kapitalisme sekularisme liberal merupakan bentuk penjajahan non-fisik, penindasan atas nama kerjasama, penindasan atas nama pembangunan dan kemajuan. Namun, faktanya dengan kerjasama tersebut umat islam masih jauh dari kata maju dan menjadi umat terbaik.

Nestapa Penerapan Sistem Kapitalisme

Semua carut marut atas masalah di dunia saat ini adalah buah dari sistem kapitalisme sekuler. Segala sesuatu perbuatan didasarkan pada asas manfaat yang menghasilkan harta atau materi tanpa memikirkan unsur halal dan haram. Inilah yang mengakibatkan manusia hanya mau berbuat sesuatu yang mendatangkan keuntungan saja meskipun tidak halal. Akibatnya karakter manusia berubah menjadi pribadi yang egois dan perhitungan, sehingga membuat kerusakan moral dan perbuatan yang merata di semua lini kehidupan.

Sedikitnya partisipasi dan lemahnya umat islam di kancah dunia internasional dalam banyak hal, termasuk tidak mampunya umat membela Palestina yang terjajah patut dijadikan bahan pemikiran. Kenapa umat islam masih belum mampu untuk bersikap berani dan mau bersatu. Ini semua tentu tidak lepas dari ketiadaan institusi negara Islam yang dapat menyatukan dan melindungi seluruh umat islam di dunia. Umat harus sadar bahwasanya mereka sedang dipecah belah oleh sekat nasionalisme dan diatur oleh sistem buatan kaum kafir penjajah dan ini semua haruslah segera diakhiri.

Islam kaffah Jalan Keluar Dari Segala Masalah

Keterpurukan yang dialami umat saat ini seharusnya dijadikan momen untuk kembali pada aturan Allah SWT. Jauhnya umat dari aturan islam berdampak buruk bagi kehidupan umat manusia. Ini bukanlah merupakan takdir yang harus diterima begitu saja, melainkan umat harus mau berjuang keluar dari keterpurukan yang sengaja diciptakan oleh kaum rakus yang haus akan kekuasaan dan harta.

Hijrah hakiki adalah perjuangan untuk hijrah dari sistem kufur kapitalisme sekuler menuju sistem islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan juga as-sunnah. Penerapan hukum islam haruslah melalui institusi negara daulah khilafah.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hijrah hakiki membutuhkan perjuangan yang panjang dan haruslah terorganisir sebagaimana yang dilakukan oleh beliau dan para sahabat. Dalam berjuang umat mesti mencontoh metode bagaimana Rasulullah berjuang menegakkan negara daulah yang pertama. Bagaimana tahapan-tahapan yang harus dilalui dan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan diterapkannya daulah Islam.

Umat islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah islam ideologis. Mengapa harus berjuang bersama jamaah dakwah? Hal ini dilandaskan pada firman Allah SWT yang terdapat pada surah Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Sejarah membuktikan bahwa islam pernah mengalami masa kejayaan dan kegemilangan peradaban selama lebih dari 13 abad lamanya. Islam pernah menguasai sepertiga dari wilayah dunia. Dunia Islam pernah melahirkan para ahli dan ilmuwan dalam segala bidang. Dengan reputasi dan prestasi yang ekstensinya bisa dilihat hingga saat ini berupa peninggalan sejarah islam maka sistem pemerintahan islam sangat layak untuk diperjuangkan. Wallahu'alam bishawab.[]