-->

Gencatan Senjata Palsu, Pembunuhan Terus Berlanjut di Gaza


Oleh : Vivi Yude

Zionis tak henti-henti meluncurkan serangan ke Gaza. Mereka melakukan gencatan senjata palsu secara sistematis.
komisi penyelidik PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersama laporan itu bahwa "skala yang intens dan sifat sistematis" operasi militer Israel di Gaza terus berlanjut. Akibatnya, terdapat jumlah "kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya pada anak-anak Palestina".

Ketika ribuan pengungsi kembali ke rumah mereka atau warga sipil yang keluar dari persembunyiannya di situlah Israel kembali berulah, serangan udara, artileri, dan drone kembali ditembakkan. Alasannya juga selalu sama, kesalahan teknis, membalas serangan atau ada target militer yang katanya bersembunyi di balik warga sipil.

Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata secara sistematis, Disaat dunia internasional ditekan, diboikot, aksi bela Palestina membesar, jeda gencatan senjata ini digunakan untuk meredam headline citra negatif Israel. Setelah dunia kembali lengah, operasi dilanjutkan.

Gencatan Senjata bukan Solusi, Tetapi Menjadi Strategi

Ini adalah gencatan senjata palsu yang tidak pernah benar-benar menciptakan perdamaian, tetapi strategi untuk meredakan opini dunia sambil membiarkan Israel terus membunuh secara terukur.

Jeda di dalam gencatan senjata menjadi konsolidasi militer Israel untuk rotasi pasukan. Isi ulang amunisi dan memetakan kembali target serangan. 

Ini menunjukkan gencatan senjata memang tidak menjamin perdamaian. Gencatan senjata hanya menjadi jeda untuk Israel menerapkan strategi baru sehingga penderitaan warga sipil terus berlanjut. 

Pentingnya Persatuan dan Kepemimpinan Islam.

Upaya-upaya yang dilakukan organisasi internasional dalam perdamaian tidak ada yang membuahkan hasil. Gaza terus-menerus mendapatkan serangan. Korban-korban semakin bertambah. Ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak dapat menggantungkan harapan pada pihak-pihak yang menganut sistem kapitalis.

Genosida yang terjadi di Palestina seharusnya menjadi momentum untuk memnbangkitkan kesadaran umat Islam agar kembali menerapkan kepemimpinan Islam dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup secara kaffah karena di dalam Syariat Islam tidak hanya mengatur ibadah atau ketakwaan individu, tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan bahkan sampai ke ranah Internasional. 

Keberadaan kempemimpinan Islam sangat penting sebagai perisai untuk menjadi institusi yang bertanggung jawab menjaga keamanan, persatuan, dan kepentingan umat secara menyeluruh, termasuk kasus di Palestina, dan negara-negara lainnya. Inilah yang menjadi sangat penting untuk kesadaran umat saat ini memulihkan kembali kesadaran. Pentingnya persatuan umat dan mengupayakan kembali tegaknya kepemimpinan Islam merupakan bagian dari kewajiban setiap umat Islam.

Wallahu'alam bissawab