-->

Derita Sunyi Anak Gaza Tercabik Luka


Oleh : Isa Kirana

Ledakan bom yang terus melanda Gaza tidak hanya menghancurkan kota, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis mendalam bagi warganya, khususnya anak-anak. Di samping kerusakan infrastruktur, tekanan mental ekstrem akibat konflik ini memicu gangguan psikologis berat yang menyebabkan sebagian anak-anak Palestina mengalami mutisme atau kehilangan kemampuan berbicara secara mendadak.

Katrin Glatz Brubakk, seorang psikoterapis anak asal Norwegia, menyampaikan kepada BBC bahwa setiap anak di Gaza saat ini mengalami trauma. Jumlahnya diperkirakan mencakup lebih dari satu juta anak yang menderita trauma parah. Salah satu dampak nyata dari kondisi psikologis ini adalah hilangnya kemampuan berbicara pada anak-anak secara mendadak akibat tekanan mental yang terlalu berat.

Derita sunyi hingga hilangnya kemampuan bicara ini merupakan dampak langsung dari kejahatan entitas zionis yang terus melakukan serangan, membunuh, dan menghancurkan Gaza. Tindakan ini dinilai sebagai bagian dari skenario genosida yang tidak hanya menghancurkan fisik rakyat Gaza, tetapi juga merusak mental mereka. 

Di sisi lain, dunia internasional dinilai tidak mampu menghentikan kejahatan entitas zionis ini dan hanya bisa menyalurkan sedikit bantuan kemanusiaan. Sementara itu, para penguasa muslim saat ini dianggap melakukan pengkhianatan terhadap perjuangan muslim Palestina karena bersikap pasif dan membiarkan mereka berjuang sendirian tanpa perlindungan yang nyata.

Berdasarkan realitas tersebut, konstruksi solusi yang dibutuhkan tidak bisa sekadar fokus pada terapi psikologis atau bantuan logistik semata. Penderitaan anak-anak Palestina harus segera diakhiri dengan langkah konkret, yaitu mengusir penjajah dan membebaskan negeri mereka sepenuhnya dari cengkeraman Israel. 

Kejahatan entitas zionis harus dilawan secara nyata melalui mobilisasi kekuatan militer dan jihad fii sabiilillah untuk merebut kembali tanah mereka yang dirampas. Untuk menyatukan kekuatan dan merealisasikan pengusiran penjajah ini secara terstruktur, umat Islam membutuhkan perisai pelindung serta kekuatan institusi berdaulat yang mampu menyatukan negeri-negeri muslim dan mengirimkan tentaranya demi membebaskan Palestina secara total.

Sumber :
https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8d82vr7385o
https://news.detik.com/bbc-world/d-8510472/pilu-anak-anak-gaza-mendadak-kehilangan-kemampuan-bicara
https://www.kompas.com/global/read/2026/05/30/130100770/pilu-anak-anak-gaza-kehilangan-kemampuan-bicara-karena-terlalu-menderita