-->

Gaul Makin Bebas, LGBT Kian Meluas


Oleh : Syafitri Nurul Aini (Aktivis Muslimah)

Sepekan terakhir, Indonesia digegerkan dengan beberapa berita tentang LGBT. Berita pertama yang viral di media sosial yaitu video yang menampilkan dua pria diduga mahasiswa sedang berciuman di area kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat. Rekaman tersebut diambil pada Selasa (2/6) oleh seseorang yang menyaksikan kejadian tersebut dari dalam ruangan. (cnnindonesia.com, Rabu, 3/6/26)

Video viral selanjutnya yaitu dugaan pesta gay di salah satu tempat hiburan malam Helen's Night Mart di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Video tersebut viral sejak Minggu (7/6) dan memicu beragam reaksi dari masyarakat. Rekaman tersebut memperlihatkan beberapa pasangan gay yang melakukan tindakan tidak pantas di tengah keramaian tempat hiburan. 

Setelah video pesta gay itu viral, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang langsung bergerak melakukan penelusuran. Mereka memanggil pihak pengelola tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi pesta gay untuk dimintai keterangan. (cnnindonesia.com, Selasa, 9/6/26)

Ini hanya secuil fakta yang terungkap di media. Bisa jadi dengan maraknya gaul bebas di kalangan masyarakat, kasus LGBT di Indonesia sudah meluas dan berada pada tahap mengkhawatirkan.

Pencarian jati diri yang tidak terarahkan, kebebasan dalam mengakses media sosial, hingga lemahnya kontrol dari masyarakat akan menjadi sebab munculnya bibit-bibit baru penyimpangan seksual. Jika terus berlanjut, maka kemungkinan besar hal ini akan membuat mereka merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat tanpa harus takut terdiskriminasi karena penyimpangan seksual tersebut.

LGBT dalam Pandangan Sekularisme

Ideologi kapitalisme yang berasaskan sekularime memisahkan urusan agama dengan kehidupan, memandang LGBT sebagai sesuatu yang dilindungi atas nama Hak Asasi Manusia (HAM), kesetaraan dan kebebasan individu. Orientasi seksual yang menyimpang dipandang sebagai ranah pribadi yang tidak boleh di diskriminasi oleh siapa pun.

Landasan pandangan sekularisme tentang HAM menekankan bahwa setiap individu berhak atas kebebasan berekspresi, hidup tanpa diskriminasi, dan hak diakui identitasnya oleh negara. Selain itu, paham ini menggunakan rujukan ilmiah yang memiliki pandangan bahwa orientasi seksual menyimpang bukan sebagai penyakit mental. Karena menurut mereka, selama suatu tindakan dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak merugikan orang lain, maka itu sah saja bagi mereka.

Islam Solusi bagi LGBT

Islam memandang LGBT sebagai penyimpangan yang dilarang oleh agama dan merupakan salah satu perbuatan dosa besar. Tidak hanya melarang, tapi Islam juga memiliki solusi mendasar bagi masalah ini, diantaranya:

Pertama langkah pencegahan. Langkah ini dimulai di rumah. Dari ketakwaan individu serta peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga. Sebagai orang tua, kita harus paham tentang pendidikan seks Islami. Yaitu dengan memisahkan tempat tidur anak sesuai tuntunan syariat, menanamkan identitas gender yang sesuai dengan fitrah, memahankan batasa dalam bergaul, serta membatasi media sosial anak dari tontonan yang menyesatkan. Sebagai anak, kita harus mematuhi apa yang diperintahkan orang tua. Karena yang diatur oleh Allah SWT adalah demi kebaikan kita. 

Kedua, kepedulian masyarakat. Masyarakat dalam Islam akan menolak segala bentuk penyimpangan. Jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat, maka mereka akan saling mengingatkan dan berlomba dalam beramar makruf nahi munkar.

Ketiga, peran negara. Dalam hal ini negara memiliki peran yang sangat penting, seperti dalam hal penegakan hukum syariat. Negara akan menetapkan bahwa hubungan sesama jenis sebagai hal yang dilarang dan termasuk dosa besar. Negara juga akan memberikan sanksi yang tegas dan menjerakan bagi pelaku LGBT. Selain itu, negara juga akan menyaring dan membatasi konten-konten yang beredar di media sosial. Kepala negara atau Khalifah memiliki tanggung jawab yang besar, karena kekuasaan dan kepemimpinannya terhadap rakyat kelak akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT. 

Dalam Al quran, Allah SWT telah memperingatkan kita untuk menjauhi perbuatan tersebut. Karena perbuatan yang demikian akan mengundang azab Allah SWT. Sebagaimana ketika Allah SWT menghancurkan kaum sodom di masa Nabi Luth as. Kisah ini dijelaskan dalam surat Asy Syu'ara ayat 172 - 173 yang artinya:

"Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu."

Seharusnya azab yang Allah turunkan bagi pelaku kaum sodom dalam kisah Nabi Luth menjadi pelajaran bagi kita agar tidak melakukan kemaksiat yang dapat mengundang murka Allah SWT. Wallahua'lam bishowab