-->

Aktivis Perempuan Global Flotilla Dilecehkan, Kejahatan Israel Telah Paripurna


Oleh : Vivi Yude

Global Sumud Flotilla
Kita sudah mengenal dan tidak asing dengan aliansi komunitas antar negara yang pro-Palestina. Global Sumud Flotilla. Terbentuk karena misi kemanusiaan dan menembus blokade Gaza. 

Pada misi kemanusiaan ini. Israel berhasil menangkap beberapa aktivis termasuk aktivis perempuan yang akan menembus blokade Gaza. 

Penyelenggara Global Sumud Flotilla 2.0 pada Jumat 22/5 menyatakan "setidaknya ada 15 kasus kekerasan seksual serta perlakuan keji lainnya."

Pemerintah Kanada mengatakan telah menerima informasi yang merinci "perlakuan mengerikan" terhadap warganya. Adapun pemerintah Jerman dan Spanyol mengonfirmasi bahwa sejumlah warga mereka mengalami cedera.

Saat tiba di Paris pada Jumat (22/05), aktivis Prancis, Meriem Hadjal, mengatakan kepada wartawan bahwa ia "mengalami kekerasan seksual dan diraba".
Dia menambahkan: "Saya dipukul, ditampar, disentuh, ditendang di tulang rusuk, rambut saya dijambak. Saya mengalami trauma selama berjam-jam."

Warga Negara Indonesia Jadi Sandera, Pemerintah Bilang; "Ini Risiko"

Tidak hanya warga negara asing. Warga negara Indonesia pun beberapa menjadi sandera kekejaman Israel. 

Aktivis warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) mengungkap perlakuan kasar yang mereka alami selama ditahan militer Israel. Usai dibebaskan, para relawan mengaku dipukuli, disetrum hingga diteriaki sebagai teroris. 

Salah satu aktivis, Rahendro Herubowo, mengatakan dirinya mengalami kekerasan fisik selama berada dalam tahanan tentara Israel. Dia mengaku ditendang berkali-kali hingga disetrum

Sangat disayangkan, Pemerintah Indonesia justru tak membala warga negaranya. Menlu menyatakan kondisi ini bukanlah kasus penculikan oleh Israel, melainkan risiko yang harus terjadi jika menembus blokade Gaza.

"Saat ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan," ujar Sugiono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

kemanusiaan ini di-intercept, karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apapun masuk ke wilayah tersebut untuk kepentingan apapun," imbuhnya.

Sistem Kapitalis Melatarbelakangi Kekejaman Israel

Kejahatan pada aktivis GSF 2.0 adalah bagian dari dominasi kolonialisme Israel yang didukung Barat. Dominasi ini memunculkan arogansi untuk melakukan kejahatan pada aktivis kemanusiaan.

Dukungan barat terhadap Israel merupakan buah pemikiran kapitalis agar mereka para pemegang modal tetap dapat mendapat keuntungan. 

Impunitas Isreal karena sistem internasional -hukum internasional tidak netral, tetapi dipengaruhi kepentingan negara besar. Lahirlah ketimpangan kekuatan,lemahnya akuntabilitas internasional, dan perlindungan politik global terhadap israel.selama ada perlindungan geopolitik, pelanggaran aturan perang akan terulang.

Tindakan brutal militer Israel terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla, termasuk terhadap 9 WNI menjadi tamparan keras bagi para penguasa muslim terutama yang ada di sekitar Gaza Palestina karena sikap pengecut dan khianat kepada kaum muslimin dengan membiarkan penjajahan entitas Yahudi, genosida, dan kelaparan yang parah atas penduduk Gaza hingga saat ini. 

Hukum internasional memang lahir untuk mengokohkan penjajahan Barat-sekutu Israel dan melawan kaum muslimin. Tindakan jahat Isarel pada para aktivis bukti tidak boleh ada yang membela Palestina, agar Palestina tetap dalam penjajahan Barat.

Peran Daulah Sudah Mendesak untuk Kedamaian Dunia.

Tak ada solusi lain saat ini selain kembali menegakkan Daulah Islam. Sistem Islam adalah solusi mutlak dalam menjaga kedamaian dunia saat ini, terutama keselamatan umat Islam.

Entitas Yahudi (Israel) yang telah melakukan kejahatan paripurna layak untuk dihukum dengan memeranginya sekaligus memutus tangan-tangan sekutunya, dan sistem Internasional yang melindunginya.

Negara Isllam akan menegakkan hukum perang di dunia, sehingga di saat perang, keselamatan warga sipil–aktivis kemanusiaan (nonkombatan) akan tetap terjaga dan terlindungi kehormatannya.

Solusi ini akan jauh lebih baik dan tidak merugikan rakyat sipil atau bahkan aktivis kemanusiaan yang tidak terlibat perang. Semua strategi perang tidak akan melebar ke ranah yang bukan seharusnya.

Akar masalah persoalan palestina adalah penjajahan, sehingga umat dan penguasa negeri muslim harus menyadari solusi hakiki dan syari hanyalah jihad dan khilafah. 

Khilafah adalah kebutuhan mendesak dunia dan kewajiban syari untuk melindungi setiap jengkal tanah palestina dan seluruh negeri muslim yang lain, serta untuk mengakhiri berbagai kerusakan peradaban dunia yang lahir dari kapitalisme.

Oleh karena itu, Kita perlu menyuarakan dan berjuang dalam menegakkan khilafah agar kerusakana peradaban tidak semakin parah dan mampu membebaskan tanah Palestina juga negeri muslim lainnya. 

Wallahualam Bisshowab.