-->

Umat Islam, Umat yang Satu


Konselor Keluarga dan Pengasuh Rumah Qur’an As-Salam, Ustadzah Reni Ummu Hamzah, menegaskan bahwa umat Islam adalah umat yang satu.
“Umat Islam adalah umat yang satu. Satu Allah, satu Rasul, satu Al-Qur’an, dan satu kiblat,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Tematik, Satu Kiblat Satu Umat, Pelajaran dari Tanah Suci, Ahad (17/5/2026), di Depok.

Karena, lanjutnya, di dalam Al-Qur’an surah ai-Anbiya ayat 92 menegaskan bahwa umat ini (Umat Islam) adalah umat yang satu. “Sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu.”

“Maka secara logika, fondasi yang serba tunggal ini menuntut konsekuensi lahirnya satu kekuatan global yang tidak terhentikan, yaitu kesatuan kaum Muslimin menjadi khairu ummah (umat terbaik),” sebutnya di hadapan puluhan jemaah.

Syarat menjadi khairu ummah, jelasnya tercantum dalam Al-Qur;an surah Ali Imran ayat 110 yaitu apabila umat beriman dan bertakwa yang menjadikan aqidah dan syariat Islam sebagai landasan hidup. Kemudian umat bersatu mewujudkan ukhuwah Islamiyah yang nyata, melampaui sekat nasionalisme. Serta mengemban dakwah dengan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.
“Persatuan bukanlah utopia, terbukti dalam sejarah adanya sistem kesatuan, ini pernah beroperasi secara nyata, mewujudkan keadilan dan kemakmuran, sebelum akhirnya dipecah-pecah oleh kolonialisme dan sekularisme,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap tahun, jutaan manusia berkumpul tanpa sekat. “Apakah Haji hanya akan tetap menjadi ritual tahunan yang menguap begitu kita pulang atau sebuah pesan strategi raksasa yang terus kita abaikan?” tanyanya kepada jemaah yang hadir.

“Saatnya kembali menjadi satu. Jika umat Islam benar-benar memahami makna filosofi dan strategi Haji, kita tidak akan rela hidup terpecah. Sistem dunia saat ini tidak dapat dan tidak pernah menjawab kebutuhan umat. Karena sejatinya umat ini satu dan sudah saatnya kembali menjadi satu kekuatan,” pungkasnya.[]Ayyuhanna Widowati