Palestina, Antara Kezaliman dan Panggilan Persatuan Umat
Oleh : Siti Julaeha
Apa yang terjadi di Palestina bukan sekadar konflik, tetapi tragedi kemanusiaan. Muslim Palestina diperlakukan seakan bukan manusia. Yang hidup dibunuh, bahkan anak-anak. Rumah dihancurkan, kehidupan dirampas. Banyak anak kehilangan anggota tubuh akibat luka perang.
Lebih menyakitkan lagi, yang telah wafat pun tidak dimuliakan. Jenazah tidak dibiarkan tenang—tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan ada yang dibongkar kembali.
Kondisi terus memburuk di Jalur Gaza. Operasi militer diperluas dan serangan terus berlanjut. Gaza juga menjadi tempat paling mematikan bagi jurnalis—lebih dari 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Jumlah korban pun sangat besar: sekitar 72.736 orang tewas dan 172.535 luka-luka.
Serangan yang terus berlanjut menunjukkan tidak dihormatinya gencatan senjata, dengan dampak meningkatnya korban sipil. Dukungan politik, militer, dan finansial dari Amerika Serikat turut memperkuat keberlanjutan situasi ini.
Tingginya jumlah jurnalis yang menjadi korban menunjukkan besarnya risiko terhadap kebebasan pers, sehingga informasi dari lapangan semakin terbatas. Secara keseluruhan, ini mencerminkan krisis kemanusiaan yang kian dalam.
Dunia, termasuk negara-negara Muslim, belum menunjukkan langkah yang konkrit dengan besarnya tragedi. Kepentingan nasional sering mengalahkan solidaritas dan keadilan.
Pembelaan terhadap Palestina memerlukan ukhuwah islamiyah yang hakiki—persatuan umat yang melampaui batas-batas nasional. Persatuan ini menuntut kesadaran bersama, kepemimpinan yang amanah, dan koordinasi nyata di dunia Islam. Pemersatu seluruh negeri-negeri muslim dan kaum muslimin itu adalah Khilafah.
Khilafah islamiyah sebagai kepemimpinan yang satu bersifat global untuk seluruh dunia mampu menyatukan politik dunia dengan visi dan misi menghentikan penindasan, melindungi hak-hak rakyat, serta memastikan pengelolaan (ri’ayah) kehidupan masyarakat secara adil sehingga mereka dapat hidup dengan aman dan bermartabat.
Khilafah akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus me-riayah warga Palestina agar bisa hidup mulia.
Untuk mengakhiri seluruh problematika umat yang ada saat ini termasuk permasalahan Palestina umat islam harus memiliki agenda utama (qadhiyah masiriyah) hari ini yaitu penegakan Khilafah yang akan mengerahkan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan menghilangkan entitas Zionis.
Hari ini bukan saatnya bagi kaum muslimin dunia untuk berdiam diri menyaksikan penderitaan rakyat Palestina dan kaum muslimin dunia. Palestina memanggil nurani kita untuk bersatu, bergerak, dan tegakkan keadilan hingga penindasan benar-benar berakhir.
Jangan biarkan tragedi ini menjadi biasa karena diamnya pemimpin pemimpin muslim. Saatnya kita bersatu berjuang untuk mewujudkan tegaknya khilafah dengan dakwah dan jihad.

Posting Komentar