Hanya Dalam Bingkai Sistem Islam Guru Di Hormati Dan Di Hargai
Oleh : Kanti Rahayu (Aliansi Penulis Rindu Islam)
Siswa di Purwakarta mengacungkan jari tengahnya pada guru dan kasus ini viral media sosia, hal ini menarik perhatian Dedi Mulyadi sebagai gubernur Jawa Barat. Maka setelah kasusnya viral KDM mendatangi SMAN 1 Purwakarta, menanyakan sama guru hukuman apa yang di berikan pada siswa tersebut? Guru memberi hukuman sosial sama 9 siswa itu dengan membersikan lingkungan sekolah selama 3 bulan, Tapa KDM memberi saran sebaiknya mereka di kirim ke barak militer untuk mendisiplinkan mereka, di lansir tvOnenews.com Rabu 22 April 2026.
Dari kasus yang lagi viral ini kita bisa melihat bahwa tidak ada rasa hormat seorang murid terhadap guru, pada hal guru adalah pondasi terpenting untuk membentuk suatu peradaban suatu bangsa. Tugas berat yang ditanggung para guru ini tidak sebanding dengan gaji yang mereka dapatkan, masih banyak guru yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.
Sebenarnya guru di dalam sistem saat ini itu menjadi serba salah, ketika ada murid yang melakukan pelanggaran di lingkungan sekolah guru memberi hukuman tegas pada murid tersebut, tapi apa yang di dapat guru adalah pelaporan dari orang tua murid yang tidak terima anaknya di hukum. Seperti yang terjadi di Pamulang pada 30 Januari 2026 ada seorang guru di SD yang memberi teguran pada siswa di SD terbut. Guru di laporkan oleh orang tua kekantor polisi.
Ironis betul kalau kita lihat fakta ini, Guru seharusnya menjadi orang yang paling di hormati dan di hargai setelah kedua orang tua kita, Tapi dalam sistem kapitalis sekarang guru tak ubahnya seperti tempat penitipan anak hanya boleh menjaga dan tidak boleh menegur atau menghukum bila ada murid yang melanggar peraturan sekolah.
Ada perubahan pandangan terhadap guru saat ini, dari jaman dulu guru adalah orang yang paling di hormati tapi dalam sistem kapitalis saat ini guru itu boleh di hina dan di aniyaya, berararti ada masalah serius dari sistem pendidikan saat ini.
Kalau kita perhatikan fakta yang ada semua tidak bisa lepas dari penerapan sistem sekuler kapitalis yang di anut negeri kita saat ini, karena tujuan pendidikan saat ini adalah mereka bisa mendapat nilai bagus dan bisa lulus untuk mendapatkan kerjaan yang baik, supaya bisa menghasilkankan materi yang di butuhkan. Fungsi sekolah saat ini hanya untukenuhi kebutuhan pasar eronis sekali
Ini berbeda jika negara ini menerapkan sistem Islam, karena dalam pandangan Islam pendidikan bukan sekedar memberi ilmu, tapi juga membentuk individu yang bertaqwa dan beriman, karena dalam pendidikan Islam anak di fahamkan tentang aqidah dari Aqidah ini akan terpancar berbagai pengetahuan yang mampu memberi solusi dari setiap masalah yang di hadapi anak didik.
Untuk mencegah supaya penghinaan pada guru ini tidak terulang lagi tidak cukup murid yang melakukan pelanggaran itu di kasih aturan ketat dan hukuman saja, atau menurut Dedi Mulyadi di kirim ke barak militer supaya anak anak di siplin.
Semua penyelesaian itu tidak akan bisa mencegah, Tapi yang harus di rubah adalah sistem pendidikannya, sistem pendidikan kapitalis saat ini harus di rubah jadi sistem Islam, karena dalam pendidikan Islam anak akan di ajarkan tentang shaqofah Islam dini dan ini bisa membangun pola pikir dan pola sikap anak anak.secarah menyeluruh dengan berlandaskan Aqidah Islam.
Dengan pendidikan yang berlandaskan Aqidah Islam anak didik akan memiliki kesadaran bahwa menghormati guru adalah bukti rasa takut sama Allah dan bukti ketaqwaan seorang jambah pada Allah. Maka sangat penting untuk mengembalikan fungsi guru sebagai pendidik, bukan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Beri kebebasan pada guru sebagai pembibing dan juga menghukum anak anak yang bersalah selama imasih dalam batas yang wajar, oleh karena itu negara dan wali murid harus melindungi guru dan tidak boleh mengkriminalisasi guru.
Supaya penghinaan terhadap guru tidak terulang lagi, orang tua di rumah mempunyai tugas untuk mengajari anak anak tentang adab karena orang tua adalah guru pertama buat anak, lingkungan dan masyarakat juga harus memiliki kesadaran bahwa ilmu itu sangat penting. Jika masyarakat dan negara melindungi tugas guru secara sistem maka wibawa para guru akan kembali.
Dengan pendidikan Islam akan melahirkan anak anak yang memiliki pola pikir dan pola sikap islam. Anak-anak akan memiliki ilmu dan kecerdasan yang mampu menghantarkan mereka menjadi manusia yang taat, maka dengan sistem Islam guru bukan di pandang sebagai pencetak calon pekerja untuk memenuhi kebutuhan pasar tapi di pandang sebagai pencetak peradaban Islam.

Posting Komentar