-->

Ekonomi Tumbuh di Data, Pendapatan Rakyat Enggak Berasa


Oleh : Vivi, Sahabat Muslimah

Lemahnya nilai tukar rupiah mencapai 17.600 per dolar Amerika pada Sabtu 16 Mei 2026. Sedangkan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada bahan baku impor, jumlahnya di atas 50%. Ambruknya nilai rupiah membuat harga bahan baku impor ikut naik. Hasilnya biaya produksi melonjak dan beban itu jatuh ke masyarakat.  

Tentunya hal ini membuat masyarakat harus memenuhi kebutuhan dengan biaya semakin tinggi. Pendapatan masyarakat jalan di tempat sementara kebutuhan hidup meningkat cepat. Banyak masyarakat mengambil jalan pintas dengan mengambil pinjaman online untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan saat itu juga, pinjaman yang seolah membantu, ternyata itu hanya ilusi, uang yang didapat lebih kecil daripada uang yang harus dibayarkan. OJK mencatat pinjaman rakyat Indonesia sebanyak 98,4 triliun per Januari 2026. 

Presiden Prabowo meresmikan Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu 16 Mei 2026. Presiden saat itu menanggapi santai terkait kondisi ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Presiden menilai masyarakat kecil tidak terdampak langsung oleh dolar, karena masyarakat desa tidak memakai dolar. Masyarakat bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan di sekitar tempat tinggal mereka. 

Ketidakpekaan pemerintah terhadap realita kondisi ekonomi masyarakat, mengakibatkan kesalahan dalam penyelesaian masalah. Masyarakat akhirnya menanggung sendiri beban hidupnya karena ketidakhadiran peran pemerintah dalam menanggulangi permasalahan tersebut. Sistem ekonomi Islam akan menitikberatkan pada keadilan, pemerataan kekayaan, dan kesejahteraan. Sistem ini memastikan ekonomi tidak hanya berputar pada kelompok tertentu, tetapi akan menyasar pemenuhan ke seluruh lapisan masyarakat. 

Dalam sistem ini, keadilan diterapkan pada uang yang stabil, yakni emas dan perak, terbukti hingga hari ini emas dan perak nilainya tidak pernah turun. Negara akan menjaga stabilitas ekonomi melalui mekanisme harga yang sesuai dengan syariat, pendistribusian yang merata, larangan riba, dan pengaturan harta kepemilikan.

Sistem ekonomi Islam memiliki dampak baik yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Ekonomi Islam mendorong pendistribusian yang adil sehingga membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memastikan masyarakat mendapat manfaat yang sama. 

Kesejahteraan menjadi tanggung jawab pemimpin. Pemimpin adalah pengatur dan penjaga yang wajib melindungi rakyatnya dari kesengsaraan. Hal ini bisa diterapkan ketika Islam hadir di tengah-tengah umat dan digunakan sebagai aturan untuk mengatur segala urusan di segala lini kehidupan.[]