-->

Tiga Peran Bebaskan Generasi dari Penyimpangan LGBT



Menyikapi semakin maraknya penyimpangan LGBT, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Yuli Septiani, S.Pd., menegaskan setidaknya ada tiga peran yang dapat membebaskan generasi dari penyimpangan tersebut.

Hal tersebut disampaikannya dalam Kajian Umum Bulanan Majelis Ilmu ‘Ahsanu Amala’, Bebaskan Generasi dari Kaum Pelangi, Ahad (28/06/2026), di Depok. 

Adapun ketiga peran tersebut yakni: Pertama, peran orang tua atau keluarga. “Untuk saat ini, solusi yang dapat diambil adalah penguatan peran orang tua atau keluarga. Bangun kedekatan emosional sejak kecil, hadirkan figur ayah yang aktif, jangan biarkan anak diasuh algoritma yang aktif, tanamkan identitas laki-laki dan perempuan dengan natural, bangunkan rasa malu dan adab sejak dini,” sebutnya di hadapan puluhan jemaah.

Ia pun menambahkan, jangan jadikan rumah tempat yang dingin, ajarkan anak punya tujuan hidup yakni aqidah serta pilihkan lingkungan dan pertemanan. Apalagi, jelasnya, Allah telah memberikan rambu-rambu kepada kita sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah at-Tahrim ayat 6 yang artinya,“Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” 

Kedua, peran masyarakat. “Masyarakat sebagai kontrol sosial untuk mencegah penyimpangan yang terjadi dalam individu rakyat,” jelasnya.

Ketiga, peran negara. “Negara sebagai pembuat kebijakan, aturan dan sanksi. Minimnya peran negara, sangat berdampak pada perilaku masyarakat,” ungkapnya.

“Dalam Islam, sangat jelas aturan tentang pergaulan dan tata cara berperilaku yang benar. Jika negara menegakkan aturan sesuai dengan ajaran Islam, LGBT dapat dicegah, bahkan diberantas habis,” pungkasnya.[]Ummu Akhdan