Sistem Sekuler Kapitalisme Gagal Menjaga Generasi
Oleh : Nasiroh, Aktivis Muslimah
Generasi muda sebagai tonggak perubahan, sebagaimana kutipan legendaris Presiden pertama RI, Ir Soekarno "Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Namun ironinya kondisi pemuda saat ini sedang mengalami kemunduran. Seperti kerusakan karakter, krisis moral, prilaku parasit dan lemah mental.
Beberapa pekan terakhir ini ada kasus seorang remaja usia 19 tahun diringkus Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari, Senin (30/3/2026). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan puluhan paket sabu-sabu yang tersebar di sejumlah lokasi berbeda. Kemudian di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, dua warga Desa Kangga berinisial SH (26) dan KF ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu yang di sembunyikan di dalam tanah samping rumahnya. Terduga pengedar SH tidak bekerja, dan KF masih berstatus pelajar. detikBali, Rabu (2/4/2026).
Sungguh ironis, seorang pelajar yang seharusnya hanya fokus dengan belajar menimba ilmu menjadi pengedar sabu (narkoba). Ini membuktikan sistem sekuler kapitalisme telah berhasil merusak dan gagal menjaga generasi, sehingga pelajar terjauhkan dari nilai agama, penjagaan akal, moral dan perbuatan.
Lemahnya sistem pendidikan dan hukum yang diterapkan negara saat ini menjadikan pelajar mudah terjerat pada aktivitas yang melanggar hukum. Generasi muda hari ini sangat sulit menjadi agen perubahan, lantaran jeratan sistem kapitalisme yang merusak pola pikirnya. Memalingkan potensi pemuda dari identitas Islam, menjadikan mereka sebagai objek ekonomi. Diperparah dengan gaya hidup bebas, hedonisme, komsumtif, dan adanya narasi yang melemahkan daya kritis pemuda terhadap politik dan peran agen perubahan.
Sekularisme membuaikan pemuda dengan gambaran kehidupan yang penuh fatamorgana. Mereka dipaksa bermimpi dengan standar kehidupan serba bebas dan menjauhkan pemuda dari nilai Islam.
Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, butuh perubahan dari akar permasalahannya. Maka, sistem pendidikan Islam akan membentuk pribadi generasi shalih, muslih dan berkpribadiaan Islam.
Kemudian, peran keluarga yaitu orang tua juga bersungguh-sungguh mendampingi dan mendidik anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar Islam serta memberikan teladan yang baik. Selain itu, peran masyarakat dan negara harus menciptakan lingkungan yang konsdusif untuk perkembangan generasi, menjaga pergaulan dan senantiasa amar makruf nahi munkar.
Tak cukup itu, negara harus memberikan sanksi hukum yang tegas agar para pembuat, pengedar maupun pengguna sabu (narkoba) diberikan efek jera, dengan begitu generasi muda terlindungi dari perbuatan buruk tersebut.
Kondisi generasi saat ini memang butuh perubahan dan solusi untuk permasalahan kehidupan. Inilah tugas bagi agen perubahan. Sejatinya umat Islam adalah umat terbaik sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 110 yang artinya, "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
Oleh karenanya, hanya Islam yang mampu mengubah kehidupan yang lebih baik dan menjadi umat terbaik, melalui negara Islam (Khilafah) akan mampu menjadi panggung peradaban Islam, dengan menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Baik dalam kehidupan sehari-hari, secara individu, keluarga, masyarakat dan maupun negara.[]

Posting Komentar