MIRIS!! KECANDUAN JUDOL BERAKHIR MEMBUNUH IBU SENDIRI
Oleh : Siti Khairunnisa
Kian hari, kita banyak menemukan berita yang menyayat hati. Bahkan tanpa sadar membuat kita kehilangan hati nurani dan jiwa kemanusiaan dalam diri. Dan kini berita yang kita dapatkan dari lahat tepatnya di sumatera selatan, yaitu seorang pemuda berumur 23 tahun membunuh ibu kandungnya dikarenakan kecanduan judi online.
Palembang: Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, digegerkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan sadis yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri.
Pelaku yang merupakan anak kandung korban bernama Ahmad Fahrozi, 23. Ia bahkan memutilasi dan membakar jasad korban sebelum menguburkannya di kebun area dekat rumah korban.
(Metrotvnews.com, 9/04/2026)
Kasus ini terungkap setelah korban tidak terlihat selama seminggu terakhir hingga membuat pihak keluarga curiga. Warga kemudian mencium bau tidak sedap di area perkebunan rumah korban.
"Adanya bau menyengat di sekitar rumah korban. Kemudian masyarakat beserta Polri melakukan penyisiran dan mendapatilah karung berisikan potongan tubuh manusia," kata Kapolres Lahat, AKBP Novi Ediyanto di Lahat, Kamis, 9 April 2026.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang tinggal mengontrak sejauh 20 kilometer dari rumah ibunya mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya karena emosi. Korban tidak mau memberikan uang saat pelaku memintanya untuk bermain judi online slot.
Pelaku kemudian menghabisi ibunya dengan cara dipukul. Jenazah korban kemudian dibakar, dimutilasi, dan dimasukkan ke dalam plastik dan karung. Selanjutnya, pelaku mengubur karung tersebut.
Pelaku kemudian mengambil emas seberat 6 gram milik ibunya. Ia menjual emas tersebut dan menggunakan uang itu untuk bermain judi online. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.
Fakta ini menyadarkan kepada kita bahwa kondisi pemuda saat ini sedang dalam keadaan krisis bukan sekedar krisis identitas bahkan mengalami krisis moral. Mengapa demikian? Sebab saat ini kita menjumpai bahwa kebanyakan anak muda tidak menjadikan akidah sebagai asas kehidupannya sehingga halal dan haram tidak lagi menjadi standar yang jelas dalam berperilaku.
Tanpa sadar, kebanyakan manusia saat ini tidak lagi berperilaku selayaknya manusia. Karena standar dalam berperilaku hanya berkutat pada manfaat materi sehingga ketika mendapatkan berita anak bunuh ibu atau ibu bunuh anak hanya akan menuai tanggapan “iya, memang sekarang udah banyak kayak gitu” menjadi bahan pembicaraan tanpa ujung solusi yang pasti dan akhirnya pada normalisasi.
Inilah efek dari meninggalkan iman yang menjadi benteng pertama bagi individu dalam bertindak. Semua dilihat dari cara pandang yang semu tanpa melihat apa ikatan yang dimiliki. Miris sekali, bahkan ibu pun menjadi musuh sendiri dan anak menjadi panah yang menusuk badan ibunya.
Berita ini adalah dari kian banyaknya fakta yang kerkuak dalam media setiap detiknya. Entah berapa banyak kasus yang serupa muncul setiap harinya dan yang paling tersorot akar masalahnya adalah EKONOMI.
Tidak heran jika berita serupa banyak ditemui karena sistem perekonomian yang berlaku juga tidak menggunakan sudut pandang iman. Halal dan haram tidak lagi menjadi batasan semua hanya bicara tentang untung dan rugi maka siapapun yang dihadapi tanpa melihat garis nasab akan bisa mati jika dipandang memberikan kerugian. Maka bersiaplah!
Sejatinya, logika akal tidak akan mampu menandingi logika iman. Sayangnya sistem hari ini hanya ingin memenangkan logika akal sehingga berujung pada hal-hal yang diluar akal. Sebab fokusnya hanya pada sesuatu yang kecil sedangkan iman berfokus pada hal besar. Layaknya sistem ekonomi islam yang akan memastikan setiap kebutuhan dasar dan terbukti disaat islam berjaya menguasai2/3 dunia dan berlangsung lebih dari 2 abad.
Kebutuhan yang terpenuhi sampai pendidikan gratis bukan sekedar janji manis yang berujung korupsi, kesehatan gratis bukan sekedar BPJS yang dipotong dari pendapatan individu dan lapangan pekerjaan diluaskan tanpa syarat yang banyak tapi tidak sesuai dengan gaji yang berujung pada pekerjaan jual diri lebih diminati dan difasilitasi. Kembali pada satu kata MIRIS.
Dan sistem islam itu hanya bisa didapatkan dalam sebuah naungan negara yang disebut sebagai KHILAFAH. Tatanan negara dalam pengaturan islam dan standar hukum yang berlaku adalah halal dan haram sehingga bumi ini dikembalikan kepada pemiliknya. Bukan seperti saat ini manusia lemah dan terbatas tapi bersuara dan berkuasa seolah pencipta semesta.
Jika saat ini darah terlihat murah maka islam dengan sistem yang megah menjaga setiap darah. Ya, kita saat ini hidup dalam sistem berdarah yaitu KAPITALISME menguntungkan yang berkuasa dan membunuh siapa saja yang dijadikannya pion,
Pionnya adalah penguasa, pengusaha yang ditundukkan dengan sistemnya dan mereka yang diam dengan sistemnya. Dan penulis tidak mau menjadi pionnya saya harap para pembaca pun demikian.
KHILAFAH hadir sebagai raa’in dan junnah (pemimpin dan perisai). Judi online yang jelas diharamkan tidak akan didiamkan jika ada dalam naungannya dan membunuh ibu sendiri karena emosi tidak hanya diberikan penjara sebagai hukumannya. Maka penulis katakan saat ini kita hidup dalam sistem berdarah yang menghilangkan jiwa manusia. KHILAFAH akan menerapkan sanksi tegas yang bersifat zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa) yang akan ditentukan oleh hakim/pemerintah. Sehingga, hukum itu bukan sekedar diberlakukan sebagai formalitas melainkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada korban dan bentuk ketaatan pada robb. Hukuman menjadi pelajaran bagi yang bersalah serta mengingatkan kepada yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama dan menjadi penebus dosa bagi pelaku sebagai bentuk cinta Allah kepada setiap insan yang bertaubat.
Wallahu A’lam Bii Shawab...

Posting Komentar