-->

Minimnya Kesejahteraan, Mendorong Urbanisasi Menjadi Solusi


Oleh : Nur Faktul (Aktivis Muslimah) 

Budaya mudik memang tidak pernah absen bagi mayoritas masyarakat yang merantau jauh dari kampung halaman. Sehingga ketika lebaran menjadi satu momen berkumpul bersama keluarga besar terutama orangtua. Seringkali keputusan merantau ke kota jauh dari kampung halaman dianggap mampu memperoleh kesejahteraan dalam ekonomi keluarga. Dan faktanya memang tidak sedikit pula yang ketika pulang ke desa setidaknya mampu menopang kebutuhan keluarga agar tak kekurangan. Kehidupan di desa memang tak selalu kekurangan, namun seringkali sulitnya lapangan pekerjaan atau pekerjaan yang adanya hanya senin-kamis membuat sebagian orang memilih untuk merantau. Mencari pekerjaan yang tetap dan gaji yang lumayan, meski belum ada kepastian namun bagi mereka apa salahnya jika mencari peruntungan di kota. Itulah mengapa ketika arus balik mudik kuotanya menjadi lebih banyak, sebab sebagian masyarakat mengajak sanak familinya untuk mencoba peruntungan tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Deputi bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto. Beliau mengatakan bahwa tradisi mudik bukan lagi sekedar liburan melainkan menjadi lebih komples, sebab mereka membawa sanak saudaranya untuk mencari peluang pekerjaan ketika arus balik mudik demi kehidupan yang lebih baik di kawasan aglomerasi perkotaan,” ujar Bonivasius, dalam keterangan resminya, Jumat, 27 Maret 2026 (www.metrotvnews.com). Hal ini menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi di desa dan kota memang nyata. Sistem kapitalisme hari ini membuat alokasi anggaran di kota lebih maju dibandingkan desa, sehingga banyak desa-desa akhirnya terabaikan. Jika pun ada program ekonomi untuk desa, namun faktanya tidak benar-benar memajukan desa. Seringkali program ekonomi untuk desa ini justru menjadi proyek bancakan yang menguntungkan bagi segelintir pihak.

Di dalam sistem islam tentu saja hal seperti ini tidak akan pernah terjadi. Sebab politik ekonomi islam akan mewujudkan pembangunan yang merata baik di desa maupun di kota. Karena adanya jaminan pemenuhan kebutuhan orang per orang. Sektor pertanian di desa akan di dorong untuk mengelolanya dengan baik sehingga dapat memajukan masyarakat desa. Tentu saja dengan dimudahkannya untuk mendapatkan pupuk murah dan benih tanaman yang berkualitas oleh negara. Pemimpin di dalam islam akan melakukan inspeksi sampai ke pelosok desa, sehingga tahu betul kondisi dan kebutuhan masyarakat. Negara akan benar-benar menjadi pelayan bagi umat, sehingga kesejahteraan yang diimpikan oleh rakyat mampu didapatkan. MasyaAllah. Wallahu a'lam bi shawab.