-->

Menyikapi Suicides Cases Pada Gen Alpa

Oleh Maulidina Izza

Penamabda.com-Kasus bunuh diri melibatkan anak-anak dan remaja akhir-akhir ini menjadi perhatian yang serius dan akan menjadi masalah berbagai kalangan. Sebulan terakhir, empat kasus terduga bunuh diri terjadi pada dua tempat yakni di Sumatera Barat dan Jawa Barat. Ini menimbulkan perhatian yang mendalam sekaligus sinyal darurat untuk lebih memperhatikan bagaimana kondisi mental kesehatan para generasi muda. Terutama generesai Alpa, yaitu anak-anak yang lahir pada tahun 2013 sampai 2024.

Fenomena tersebut, menurut Psikolog, Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi, harus dipandang sebagai “alarm gawat” yang juga menunjukkan perlunya langah cepat untuk melindungi kesehatan mental. Tantangan lain yang muncul adalah rendahnya anak dalam mengatur emosi akibat minimnya literasi emosi di lingkungan keluarga. 

Fenomena bunuh diri di kalangan anak dan remaja seharusnya menjadi momentrum refleksi bersama bagi seluruh masyarakat. Tanpa dukungan emosi yang cukup, rumah dan sekolah dapat berubah dari tempat tumbuh menjadi ruang yang cukup sunyi yang menggapaikan rapuhnya mental anak. Di tingkat keluarga, orang tua perlu menenetapkan screen time yang cerdik untuk semua anggota keluarga, bukan hanya anak anak. Sekolah juga memiliki peran penting dalam membangun sistem kesehatan mental yang meyeluruh. Fenomena bunuh diri di kalangan anak dan remaja harusnya menjadi momen refleksi bersama bagi semua masyarakat. 

Bunuh diri merupakan tindakan mengakhiri hidup secara sengaja yang biasanya dipicu oleh tekanan mental, putus asa, atau masalah hidup yang terasa berat. Fenomena ini sepertinya semakin meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa yang menghadapi tekanan ekonomi, sosial, ataupun emosional. Di dalam Islam, kehidupan manusia adalah amanah dari Allah Swt. yang sangat berharga.

Setiap manusia diciptakan dengan tujuan, yakni beribadah dan menjalankan perannya sebagai Khalifah di bumi. Dan karena itu, mengakhiri hidup bukanlah solusi, melainkan pelanggaran terhadap amanah tersebut.

Solusi dalam Islam

Salah satu solusi untuk mengatasi kasus bunuh diri dalam Kslam adalah mendekatkan diri kepada Allah. Beribadah kepadanya seperti salat, zikir, dan membaca Al-Quran dapat menenangkan hati. Ini menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental.

Islam juga mengajarkan kita sikap sabar dan ikhlas. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berusaha sambil percaya bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Allah janji bahwa setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan. 

Solusi lainnya adalah menjaga keseimbangan hidup. Islam mengajarkan pola hidup yang sehat, baik secara fisik maupun mental. Istirahat yang cukup, lingkungan yang baik, dan aktivitas positif dapat membantu mengurangi tekanan hidup. Penting juga untuk memahami bahwa setiap masalah memiliki hikmah. Ujian hidup bukan untuk menghancurkan manusia, tetapi untuk menguatkan dan meningkatkan derajatnya.

Dengan sudut pandang ini, seseorang dapat melihat masalah sebagian bagian dari proses kehidupan. Kesimpulannya, bunuh diri bukanlah jalan keluar dalam islam. Sebaliknya, Islam menawarkan berbagai solusi yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan psikologis. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, berbagi dengan sesama, serta menjaga keseimbangan hidup seseorang dapat menghadapi masalah dengan lebih kuat dan penuh harapan.

Allah Swt. berfirman, 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِِرَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا 

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa’ : 29)

Wallahu a'lam bishawab. []