Idul Fitri dan Perjuangan Meraih Kemenangan hakiki Umat Islam
Oleh : Suwarni
Ramadan telah berlalu, kini umat Islam merayakan hari raya idul fitri. Ketika umat Islam menjalankan puasa dibulan ramadhan bukan hanya melatih diri menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu semata, tetapi sebenarnya ada perjuangan didalamnya yaitu
Perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam yang saat ini belum tercapai,hal ini membutuhkan usaha yang besar untuk meraih kemenangan yang hakiki.Saat ini umat Islam masih terpecah belah menjadi beberapa negara, bahkan banyak yang bersekutu dengan negara kafir harbi.
Kondisi ini terbukti pada saat 6 negara arab bergabung dengan Amerika serikat. Amerika Serikat dan sekutu Arabnya pada hari Minggu mengutuk Iran. Hal ini terjadi saat Teheran melancarkan serangkaian serangan balas dendam terhadap Israel dan AS yang menyerangnya.
Selain Tel Aviv, Iran menyerang negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS sebagai tanggapan. Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ada di dalamnya.
Negara-negara tersebut menegaskan bahwa mereka bersatu dalam membela warga negara, kedaulatan, dan wilayah mereka. AS dan sekutu Arab juga menegaskan kembali hak untuk membela diri dalam menghadapi serangan-serangan yang terjadi.
Bergabungnya 6 negara arab dengan Amerika Serikat menunjukan belum adanya kesadaran umat Islam untuk memaknai Ramadan sebagai bulan perjuangan, belum sampai pada kesadaran ideologi Islam. Perjuangan umat masih dominan bersifat praktis-pragmatis hanya berdimensi spiritual dan sosial semata, padahal Ramadhan melatih kedisiplinan, kesabaran, serta keteguhan hati.
Dalam kacamata sejarah islam, tercatat bahwa Ramadhan bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga bulan kemenangan dan kejayaan umat Islam.
Nilai-nilai inilah yang senantiasa ditransformasikan dari generasi terdahulu ke generasi setelahnya untuk menjadikan keturunannya menjadi umat tangguh dan berintegritas.
Beberapa peristiwa besar terkait kemenangan umat Islam dalam melawan kaum kafir terjadi pada bulan suci ini.
1. Perang Badar
Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Dalam peristiwa ini, pasukan Muslim yang berjumlah sekitar 313 orang berhasil mengalahkan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam, sekaligus membuktikan bahwa kekuatan iman dan persatuan mampu mengalahkan kekuatan materi semata.
2. Fathul Mekah
Peristiwa Fathul Mekah atau pembebasan Kota Mekah terjadi pada 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah. Rasulullah Saw bersama sekitar 10 ribu pasukan memasuki Mekah tanpa pertumpahan darah yang berarti. Peristiwa ini menandai berakhirnya dominasi kaum Quraisy dan menjadi simbol kemenangan Islam yang penuh kedamaian dan pengampunan. Rasulullah Saw bahkan memberikan amnesti kepada penduduk Mekah, menunjukkan bahwa kemenangan dalam Islam tidak identik dengan balas dendam, melainkan rahmat dan rekonsiliasi.
3. Penaklukan Andalusia
Pada bulan Ramadhan tahun 92 Hijriah (711 M), pasukan Muslim di bawah komando Thariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia (Spanyol). Peristiwa ini membuka babak baru peradaban Islam di Eropa yang berlangsung selama berabad-abad. Andalusia kemudian berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan toleransi antarumat beragama. Kejayaan peradaban Islam di wilayah tersebut menjadi bukti bahwa semangat Ramadhan mampu melahirkan peradaban yang unggul dan berkontribusi bagi dunia.
Melihat jejak sejarah tersebut, Ramadhan sejatinya bukan bulan kemunduran atau kelemahan, melainkan bulan penguatan iman yang melahirkan keberanian, kebijaksanaan, dan kejayaan. Spirit Ramadhan mengajarkan bahwa ibadah dan perjuangan berjalan beriringan.
Dengan demikian, Ramadhan bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga bulan yang tersirat di dalamnya sejarah kejayaan umat Islam terus menyebarkan kebaikan dan memperjuangkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Namun saat ini,Posisi politik umat Islam terus dalam kondisi lemah padahal Allah SWT telah memberi mereka predikat sebaik - baik umat (khoiru ummah). Sebagaimana Allah swt berfirman:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. Ali Imran: 110)
Di sisi lain, umat Islam sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar. Hal ini terlihat dari melimpahnya sumber daya alam, besarnya jumlah sumber daya manusia, serta posisi geopolitik dan geostrategis wilayah yang sangat strategis. Selain itu, umat Islam juga memiliki Islam sebagai ideologi yang komprehensif. Oleh karena itu, upaya mengembalikan kehidupan Islam membutuhkan partai politik Islam ideologis yang sahih.
Dengan demikian, prioritas dakwah seharusnya diarahkan pada pembangunan kesadaran politik ideologis umat dengan Islam kaffah. Hal ini menjadi urgen untuk membangun kesadaran akan kebutuhan persatuan hakiki di bawah institusi khilafah. Perjuangan dapat dilakukan secara serius bersama hizb yang tulus berjuang demi izzul Islam wal muslimin, bukan hizb semu yang justru menempuh jalan yang menjauhkan umat dari kebangkitan hakiki. Ramadan dan Idulfitri semestinya menjadi momentum awal untuk mengonsolidasikan dan memobilisasi kekuatan serta kesatuan umat Islam.
Kondisi hari ini yang menjadikan umat Islam terpecah belah menjadi beberapa negara akan segera dipersatukan oleh penerapan Islam kafah. Kini saatnya umat islam menyongsong fajar kemenangan di hari yang fitri dengan bersatunya umat Islam di bawah satu kepemimpinan yaitu Khilafah.
Wallahu a'lam bishawaab.

Posting Komentar