BOP DAN ILUSI PERDAMAIAN DI PALESTINA
Oleh : Kanti Rahayu (Aliansi Penulis Rindu Islam)
Banyak pihak yang meminta supaya indonesia keluar dari BOP, salah satunya adalah ICWA (Indonesian Council on World Affairs). Mereka ini adalah adalah mantan duta besar. Menurut Al Busyra salah satu anggota ICWA, Menyampaikan banyak sekali persoalahan yang di hadapi indonesia jika masuk Ke BOP baik di luar negeri atau dalam negeri sendiri, seperti indonesia harus banyar 16 Triliun pertahun hal ini di sampaikan di rumahnya Bapak Yusuf kalla pada tanggal 12/3/2026 di lansir oleh Kompas.com.
Sedangkan Bapak Sudarsono sebagai ketua hubungan luar negeri dari MUI mengatakan Trump tidak pantas untuk mengemban perdamaian apa lagi untuk menjamin kemerdekaan buat palestina, Faktanya adalah dengan penyerangan yang di lakukannya ke Iran bersama Israel. Tempo.com 1 Maret 2026 Desakan untuk keluar dari BOP juga di sampaikan oleh ikatan mahasiswa indonesia lewat surat yang di sampaikan di kantor sekretariat menteri. (7/03/2026 Kompas.com)
Fakta nampak di depan mata kalau Trump tidak bisa menjamin perdamaian, Karena Trump selaku penggagas BOP melakukan serangan ke Iran bersama Israel. Maka dari itu indonesia sebagai negara pengekor harus sadar tentang hal ini. Amerika di bawah ke pemimpinan Trump mempunyai keinginan untuk menguasai dunia, lewat opini yang selalu dia sampaikan. Pada dasarnya menjaga perdamaian itu cuma narasi yang terus di suarakan oleh negara adidaya untuk mengikat negara pembebek seperti indonesia lewat perjanjian BOP ini.
Seruan perdamaian yang di bawah AS berbanding terbalik dengan fakta yang ada saat ini, AS menyuarakan perdamaian dunia tapi di sisi lain dia mendukung Israel untuk menghancurkan Gaza, sebenarnya semua narasi yang di usung AS hanya untuk kepentingannya sendiri yaitu, untuk mengamankan sumber minyak yang ada di timur tengah, yang di perebutkan negara negara superpower.
Maka dari itu masuknya indonesia kedalam BOP tidak memiliki kekuatan politik sama sekali karena posisinya hanya sebagai pengekor. Indonesia nantinya hanya bisa mengikuti arahan dari Trump sebagai pemimpin satu satunya di dalam BOP. Sebenarnya AS sudah lama merencanakan untuk menguasai timur tengah, BOP itu hanya sebuah alat saja untuk tetap menancapkan kekuasaannya di bantu kaki tangannya Israel.
AS juga mempunyai rencanakan menghapus Hamas dari palestina, karena dialah garda terdepan dalam melawan AS dan Israel. Disisi lain AS juga takut akan kebangkitan ideologi Islam. Maka dari itu lumrah saja kalau AS mengeluarkan segenap kemampuan yang di milikinya untuk meredam itu semua.
Masuknya indonesia kedalam BOP merupakan penghianatan terhadap saudara kita di Gaza khususnya umat Islam, Karena BOP merupakan gagasan dari kafir harbi Fi,lan untuk itu melakukan kerja sama dengan AS dan Israel hukumnya haram dalam pandangan Islam. Karena tujuan AS membentuk BOP hanya untuk melanggengkan penjajahan di timur tengah. Maka dari itu hubungan antara kaum kafir dan Islam hanyalah Jihat.
Maka dari itu kalau umat Islam mau keluar dari cengkraman barat, maka umat Islam harus mempunyai ideologi sendiri supaya bisa menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia dan bisa membebaskan palestina dari penjajahan barat. Untuk mewujudkan semua itu kita perlu merubah pemikiran umat bahwa Jihad adalah salah satu kewajiban dari syariat islam, yang selama ini dipercaya sebagai radikalisme.
Pada hal, kalau kita mau belajar tentang sejarah umat Islam sesungguh merupakan kesatuan dari beberapa negeri yang di perintah oleh seorang pemimpin yang namanya Kholifah dan nama negara khilafah. Barat mempunyai misi supaya negara Islam itu tidak bangkit lagi, maka barat berusaha memecah kekuatan umat Islam dengan menyebarkan narasi nasionalisme sampai umat Islam lupa dengan ikatan Aqidah yang di milikinya.
Maka dari itu, umat Islam butuh perisai untuk bisa melindunginya dari serangan penjajahan barat. Dan yang bisa melakukanya hanya khilafah, di bawah naungan khilafah umat Islam bisa bersatu untuk melakukan Jihad melawan penjajahan barat dan menjatuhkan peradabannya.
Di Islam sudah ada aturan bahwa suatu kewajiban memberi perlawanan sama orang orang yang ingin menyerang kaum muslimin. Maka dari itu harus di pahami oleh kaum muslim mengusir penjajahan dari palestina adalah konsekwensi dari Aqidah Islam. Allah sudah berfirman, “Bertarunglah di jalan Tuhan terhadap mereka yang menyerang kalian… Hapuslah nyawa mereka di lokasi mana pun kalian temui, dan keluarkan mereka dari daerah yang telah mereka buat kalian keluar. ” (QS Al-Baqarah [2]: 190-191).
Di bawah naungan Kholifah umat Islam mempunyai kekuatan militer yang kuat, untuk membebaskan negeri negeri muslim dari penjajahan.maka kaum Islam tidak butuh organisasi barat untuk mengusir kaum penjajah dari palestina.

Posting Komentar