-->

IDUL FITRI MOMEN MERAIH KEMENANGAN HAKIKI UMAT ISLAM


Oleh : Irawati Tri Kurnia 
(Ibu Peduli Umat)

Alhamdulillah kita telah melalui bulan Ramadan. Bulan pelatihan untuk memperkuat ketakwaan kita, dengan mendekatkan diri pada Al-Qur’an. Ramadan tidak hanya bulan latihan menahan diri dari lapar, dahaga, hawa nafsu semata; tapi juga bulan perjuangan bagi umat Islam. Karena hakikatnya, hidup adalah perjuangan untuk menundukkan hawa nafsu, demi mewujudkan tujuan hidup kita; yaitu hanya beribadah pada-Nya. Sesuai dengan firman Allah :
“Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada-Ku” (Terjemah Al-Qur’an surat Az-Zariyat : 56). 

Perjuangan itu membutuhkan konsistensi, rutinitas, pembiasaan, dan pengorbanan. Karena itu Allah menjadikan Ramadan sebagai kawah candradimuka untuk melatih kita umat Islam agar terbiasa dengan amal-amal salih, agar bisa dipertahankan di sebelas bulan setelah Ramadan. Agar di sebelas bulan paska Ramadan, ketakwaan sejati bisa mengakar dalam diri kita. Ini sesuai firman-Nya :
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa..” (Terjemah Al-Qur’an surat Al-Baqarah 183).

Ketakwaan hakiki hanya bisa terwujud manakala dengan berIslam secara sempurna dan menyeluruh, alias berIslam secara kafah. Karena inilah konsekuensi dari beriman dan bertakwa, untuk tundak dan taat sepenuhnya pada apa pun yang diperintahkan-Nya. Tidak pilih-pilih syariat, karena berISlam bukanlah seperti makan prasmanan. Misalnya hanya memilih melakukan salat fardu, menutup aurat, menunaikan puasa Ramadan; tapi enggan memberi Solusi menjalankan negara dengan syariat, anti membicarakan politik ala Islam, tidak mau mempelajari ekonomi sesuai Islam. Ini sesuai firman-Nya :
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah pada Islam secara kafah. Dan janganlah mengikuti Langkah-langkah setan..” (Terjemah Al-Qur’an surat Al-Baqarah 208).

BerIslam secara kafah membutuhkan kehidupan Islam pula, yang hanya bisa diwujudkan dalam naungan Khilafah. Karena hanya dengan Khilafah, Islam kafah bisa menjadi nyata dan kehidupan Islam akan tegak dengan sempurna. Sedangkan saat ini kehidupan Islam belum ada, Khilafah belum tegak. Butuh usaha yang semakin besar untuk meraih kemenangan hakiki dengan mewujudkan kehidupan Islam. Dakwah butuh lebih dimasifkan di tengah-tengah umat. Karena faktanya umat Islam masih terpecah dalam berbagai negara, bahkan banyak yang bersekutu dengan negara kafir harbi. Terbukti saat Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu 28 Februari 2026, AS dan sekutu Arabnya pada hari Minggunya mengutuk Iran. Hal ini terjadi saat Teheran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap Israel dan AS yang menyerangnya Sabtu. Selain menyerang Tel Aviv ibukota Israel, Iran juga menyerang negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS karena ada pangkalan militer AS di sana. Yaitu Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara teluk yang semua ini negeri-negeri Islam, mengecam serangan Iran. Dalih mereka : "Serangan yang tidak beralasan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan penduduk sipil, dan merusak infrastruktur sipil," bunyi pernyataan bersama tersebut, dikutip Al-Arabiya, Senin (2/3/2025) (www.cnbcindonesia.com, Senin 2 Maret 2026) (1).

Ramadan dimaknai sebagian besar umat sebatas sebagai bulan perjuangan menaklukkan hawa nafsu di dalam diri masing-masing. Umat Islam belum memaknai Ramadan sebagai bulan perjuangan untuk meraih kesadaran ideologis Islam. Masih bersifat praktis-pragmatis, yang terbatas pada aspek ritual semata. Membaca sebanyak mungkin Al-Qur’an, berpuasa Ramadan dan menunaikan salat sunah tarawih sebulan penuh, memperbanyak infak dan sedekah, itikaf di sepuluh hari terakhir untuk meraih Lailatul Qadar. Hanya sebatas itu. Ini mengakibatkan posisi politik umat Islam terus dalam kondisi lemah. Umat Islam antusias untuk bertanya tentang fikih puasa Ramadan, tapi abai mempelajari fikih berkaitan dengan pengaturan negara dan penyikapan terhadap negara kafir muhariban fi’lan. Padahal Allah SWT telah memberi mereka umat Islam predikat sebaik-baik umat Islam (khoiru ummah). Padahal jumlah umat Islam (SDM), SDA (kekayaan potensi alam dan tambang di negero-negeri Islam) dan geopolitik dan geostrategis wilayah umat Islam sangat besar; sehingga memiliki luar biasa dengan menempatkan Islam sebagai ideologi. 

Oleh karena itu, mengembalikan kehidupan Islam membutuhkan partai (hizb) politik Islam ideologis yang sahih. Prioritas dakwah partai ini adalah membangun kesadaran politik ideologi umat dengan Islam kafah. Penting sekali membangun kesadaran akan kebutuhan adanya persatuan hakiki di bawah institusi Khilafah yang harus serius diperjuangkan bersama hizb yang tulus berjuang demi Kemuliaan Islam (izzul islam wal Muslimin), bukan hizb semu yang justru berjuang di jalan demokrasi yang semakin menjauhkan umat dari kebangkitan hakiki. Ramadan dan Idul fitri semestinya jadi “Titik Mula” untuk mengonsolidasi dan memobilisasi kekuatan dan kesatuan umat Islam. Dengan bersatunya umat dalam payung Khilafah, maka akan mudah seorang Khalifah (pemimpin Khilafah) untuk mengirimkan pasukan kaum Muslimin untuk membebaskan Palestina, dan menuntaskan serangan musuh terhadap Iran. 

Wallahualam Bisawab

Catatan Kaki :
(1) https://www.cnbcindonesia.com/news/20260302092514-4-715043/6-negara-arab-tiba-tiba-gabung-as-kutuk-iran-ada-apa