Cinta Ditolak Berujung Kekerasan
Oleh : Essy Rosaline Suhendi, Aktivis Muslimah Karawang
Telah terjadi aksi pembacokan yang dilakukan seorang mahasiswa berinisial RM Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska), Riau, kepada seorang mahasiswi yang tengah menunggu mengikuti seminar proposal di Gedung Fakultas Syariah dan Hukum. Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad menyatakan, dugaan motif dari pembacokan ini adalah asmara, keduanya saling mengenal, pelaku menginginkan hubungan lebih dekat dengan korban, namun korban menolaknya (www.tempo.com, 27/02/26).
Penyidik Unit Reskrim Polsek Bina Widya kini telah menetapkan RM sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara (www.kompas.com, 05/03/26).
Perilaku pemuda yang terlihat kian memprihatinkan, pasti membuat setiap orang tua merasa cemas dan was-was jauh dari anak-anaknya. Seperti kasus di atas, alih-alih anak bisa kuliah dengan tenang dan fokus mendapat ilmu yang bermanfaat, namun justru malah terjerat kisah asmara yang membawa petaka.
Pemuda Islam Pemuda Cerdas
Tentu bukan sebuah kebetulan, jika pemuda saat ini nampak begitu dekat dengan perilaku kekerasan, pembunuhan, ataupun pergaulan bebas, sebab mereka hidup dalam sistem sekuler kapitalisme yang memisahkan agama dengan kehidupan dan menjadikan kesenangan sebagai tujuan hidup. Jadi, sangatlah wajar, jika sebagian pemuda saat ini enggan menjalankan norma-norma agama dan cenderung menempatkan standar perbuatan hanya pada hawa nafsu, hingga mereka merasa diberi kebebasan bertindak semaunya tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Selain itu, negara dalam sistem sekuler kapitalisme, tidak menjadikan pembinaan terhadap generasi sebagai prioritas. Sebab, generasi hanya dipandang sebagai faktor ekonomi yang bernilai produktif dan berorientasi pada materi. Sistem pendidikan yang diterapkan pun, nyatanya terbukti gagal, karena pelajar yang tercetak bukanlah pelajar yang mampu melahirkan kepribadian luhur namun sebatas menjadi pekerja yang memiliki kehidupan liberal.
Belum lagi, lingkungan yang terbentuk dalam sistem ini juga malah menormalisasi hubungan haram seperti pacaran, pacaran dianggap hal wajar. Padahal, banyak kasus kekerasan atau pembunuhan terjadi berawal dari pacaran. Termasuk kasus perselingkuhan, itupun terjadi karena pacaran dianggap sah-sah saja walau sudah beristri.
Kesempurnaan Aturan Islam
Maka darinya, menjadi sebuah keharusan, negara memberikan sebuah solusi dan tidak menyepelekan kasus kekerasan yang terjadi di kalangan pemuda. Ada beberapa hal yang bisa negara lakukan jika ingin memperbaiki keadaan pemuda yang beringas menjadi pemuda cerdas. Di antaranya, negara wajib menerapkan sistem pendidikan yang dibangun atas dasar aqidah Islam.
Pendidikan dalam Islam, memiliki tujuan yang khas, yaitu membentuk generasi memiliki kepribadian Islam (pola pikir dan pola sikap sesuai syariat). Hal tersebut akan diterapkan negara dari mulai lingkup terkecil yaitu keluarga, negara akan mendorong setiap keluarga menanamkan pemahaman akidah Islam sejak dari kecil kepada anak-anaknya. Lalu, negara juga akan memastikan, di setiap layanan pendidikan seperti sekolah, pesantren, atau universitas, hanya akan diterapkan kurikulum pendidikan yang berasaskan akidah Islam.
Dengan begitu, generasi yang diciptakan negara adalah generasi terdidik yang memiliki kesadaran untuk taat pada syari'at, paham perbuatan halal-haram, bertanggung jawab, menjaga ketakwaan dan tidak hanya fokus pada capaian akademik atau keterampilan saja. Sehingga, akan terbangun sebuah masyarakat yang saling mengingatkan dalam kebaikan, mencegah kemungkaran, dan menjauhi perbuatan maksiat.
Selain itu, Islam juga memiliki aturan dan sistem sanksi yang tidak sama dengan sistem saat ini. Dalam sistem kepemimpinan Islam atau khilafah, khalifah sebagai pemimpin negara akan menjalankan aturan dan sanksi sesuai dengan hukum Islam yang memberikan efek jera dan menjaga keamanan serta kehormatan masyarakat. Begitulah, ketika Islam diterapkan secara menyeluruh dan itu semua hanya bisa kita rasakan jika negara mau menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan.[]

Posting Komentar