Ramadhan Menggapai Takwa Berjamaah
Oleh : Ida Nurchayati
Ramadhan telah tiba. Mayoritas Umat Islam antusias penuh semangat menyambut datangnya pemimpinnya para bulan. Bulan dimana Allah membuka pintu-pintu rahmat, ampunan dan keberkahan. Bahkan pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, syaitan pun dibelenggu. Allah melipatgandakan setiap amalan baik wajib maupun sunnah. Disepuluh malam terakhir, Allah hadirkan malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Umat Masih Terpuruk
Bulan Ramadhan sudah seharusnya diisi dengan ketaatan dan ketakwaan. Namun sayang, Ramadhan tahun ini masih seperti sebelumnya, umat masih bergulat dengan 1001 masalah. Bencana banjir dan tanah longsor terjadi kurang lebih 175 kali merata di berbagai daerah. Negara yang mendapat julukan bak zamrud di katulistiwa ini, rakyatnya masih berjibaku dengan kemiskinan. Ada anak di daerah Ngana Nusa Tenggara Timur yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan alat tulis.
Di Kendari bocah berusia 8 tahun meninggal tertabrak alat berat ketika tengah berjualan tissu untuk membeli beras. Angka PHK meningkat tajam. Kementerian tenaga kerja mencatat sepanjang 2025 terjadi kasus pemutusan hubungan kerja sebanyak 88.519 kasus. Harga sembako seolah tidak mau ketinggalan, ikut membumbung tinggi, dibulan Ramadhan biasanya terjadi lonjakan harga.
Disatu sisi, Pemerintah melaksanakan program MBG yang jumlah anggarannya cukup fantastis, tahun 2026 sebesar Rp 335 T. Anggaran yang cukup besar tersebut ternyata mengurangi anggaran pendidikan, kesehatan dan fungsi ekonomi. Meski kasus keracunan MBG berulang dan seruan untuk menghentikan program tersebut, namun MBG tetap berjalan.
Kemaksiatan dan tindak kejahatan kian sering terjadi. Bahkan dengan bentuk dan alasan yang kian beragam. Angka bunuh diri dan kasus pembunuhan cenderung meningkat. Pergaulan bebas kian membuat hati semakin cemas. Pelakunya tidak terbatas orang dewasa bahkan hingga anak-anak.
Palestina masih terjajah bahkan kian menderita. Ironisnya, negara dengan jumlah muslim terbesar justru berkoalisi ikut _Board of Peace_ bentukan Trump, sekubu dengan Isr4el. Kebijakan yang melegalisasi penjajahan Isr4el atas Palestina. Sebuah bentuk pengkhianatan UUD 1945 dan saudara seakidah. Isr4el bangsa penjajah, selama ini hanya paham bahasa kekerasan, justru akan dijamin keamanan dengan melucuti senjata Hamas. Fraksi bersenjata yang selama ini gigih mempertahankan wilayah Palestina. Sungguh ironis.
Berkah dengan Syariah, Mulia dengan Islam
Islam turun pertama diwilayah Arab, wilayah kurang dipandang dalam percaturan politik internasional. Namun ketika Baginda Rasulullah saw menegakkan Negara Islam Madinah yang didalamnya diterapkan Islam secara kaffah, menjadikan Umat Islam menjadi khoiru ummah. Umat terbaik yang memimpin perdaban selama kurang lebih 13 abad. Pasukan Islam tak terkalahkan, disegani kawan maupun lawan bahkan mendapat gelar pasukan tak terkalahkan.
Umar bin Khattab ra pernah mengatakan,
"Sesungguhnya kita adalah kaum yang dahulunya hina, lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Maka, jika kita mencari kemuliaan selain dengan Islam, Allah akan menghinakan kita kembali."
Umat Islam saat ini terhina karena mencampakkan Islam sebagai solusi kehidupan. Umat lebih berkiblat kepada Barat dan membebek pada kaum kuffar.
Padahal Allah menjanjikan kebaikan dan keberkahan ketika umat Islam beriman dan bertakwa pada-Nya. Keimanan yang mengharuskan ketaatan totalitas pada aturan yang telah Allah turunkan untuk menata kehidupan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al A'raf ayat 96 yang artinya,
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".
Kemuliaan umat terwujud hanya kembali pada Islam. Keberkahan hanya didapat dengan taat pada syariah Allah secara totalitas.
Taubat Berjamaah
Tujuan berpuasa Ramadhan agar kita bertakwa. Maka Ramadhan merupakan momen yang tepat umat kembali taat berjamaah. Ketaatan bukan sebatas individu, tapi juga masyarakat, hingga level negara dengan menerapkan aturan Allah SWT. Inilah jalan kemuliaan yang akan mengantarkan Umat Islam sebagai umat terbaik pemimpin peradaban, serta menebarkan rahmat ke seluruh penjuru alam. Sejarah telah membuktikannya.
Wallahu a'lam

Posting Komentar