Nasib Yatim Piatu Korban Banjir, Itu Tanggung jawab Negara!
Nasib Yatim Piatu Korban Banjir, Itu Tanggung jawab Negara!
Oleh. Susi Ummu Musa
Ayah....
Ibu....
"Kalian dimana...?
Kira kira itulah sepenggal ucapan lirih yang dialami anak anak yang kini bersandang yatim piatu pasca musibah banjir bandang akhir tahun lalu,
Sesak didada membayangkan nasib mereka yang hidup dipengungsian tanpa orang tua.
Trauma mendalam yang dialami tentu belum pulih bayang bayang kelam saat mereka harus menyaksikan orang tua mereka hanyut terbawa arus deras tapi mereka sendiri juga sibuk menyelamatkan diri, Benar benar mimpi buruk banjir besar itu yang penuh lumpur dengan kayu kayu besar.
Mereka butuh perlindungan bukan hanya tempat tinggal tapi periayahan yang benar benar bisa membuat mereka aman dan merasa bahwa mereka masih diperdulikan.
Dilansir (ANTARA) - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengusulkan pemerintah bersama pihak terkait untuk menyiapkan tempat khusus bagi anak-anak yatim piatu korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Iya, tentu saja disiapkan suatu penampungan bagi anak-anak yatim piatu korban bencana banjir bandang ini," kata Ketua LPAI Seto Mulyadi atau yang kerap disapa Kak Seto di Kota Padang, Kamis.
Hal tersebut disampaikan Kak Seto disela-sela pendampingan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak korban banjir bandang di Sekolah Dasar Negeri 07 Kota Padang, Sumatera Barat.
Pasca banjir negara belum memiliki komitmen terkait bagaimana kepengurusan khusus anak yatim piatu yang kehilangan keluarga nya. Hal ini dinilai lamban dan terlalu abai dalam menangani bencana besar bahkan tidak ditetapkannya sebagai bencana Nasional.
Kehadiran negara dalam mengurusi anak anak yatim piatu sangat minim sekali padahal disitulah peran negara diperlukan.
Negara harus hadir dalam periayahan umat apalagi saat terjadi bencana besar rakyat harus diperhatikan dan dibantu dengan semaksimal mungkin.
Namun apa yang terjadi hari ini tidak didapatkan oleh rakyat nasib mereka masih belum jelas.
Anak anak yatim piatu sangat butuh tempat dan masa depan yang jelas tanpa perlu khawatir dengan keadaan.
Kehadiran negara adalah kunci bagi mereka yang telah kehilangan segalanya namun negara itu hanya ada pada negara yang kuat dengan sistem islam yang kuat.
Bukan negara penganut kapitalisme sekuler yang hanya mementingkan manfaat semata.
Wallahu a ' lam bissawwab

Posting Komentar