-->

Narkoba Merajalela, Sumut Masih Yang Tertinggi

Narkoba Merajalela, Sumut Masih Yang Tertinggi

Oleh. Susi Ummu Musa

Narkoba masih menjadi kasus paling sulit dibasmi peredarannya entah dengan cara apa dan bagaimana permainan bisnis haram ini terus masuk ke Indonesia dan masuk lagi hingga ke pelosok desa. 
Jangan ditanya lagi entah berapa kali para pecandu keluar masuk bui dengan kasus yang sama. 
Sumatra Utara adalah surga bagi pengguna Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap Sumatera Utara menjadi provinsi dengan kasus narkoba tertinggi di Indonesia. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan provinsi itu sudah menjadi perhatian khusus dari aparat penegak hukum. 

Selama periode Januari-Oktober 2025, polisi mengungkap 38.934 kasus peredaran narkoba di seluruh Indonesia. Total pelaku yang ditetapkan tersangka mencapai 51.763 orang.
Polri menyita barang bukti narkotika seberat 197,71 ton selama sepuluh bulan terakhir. Jenis narkotika terbanyak yakni ganja seberat 184,64 ton, disusul sabu seberat 6,95 ton. Selain itu, terdapat beberapa jenis narkotika lain seperti ekstasi, kokain, heroin, tembakau gorilla, happy five, hashis, ketamine, happy water, obat keras, etomidate, hingga THC. 

Bisnis Haram Terus Menggurita

Peredarannya kian massif sasarannya juga semakin agresif anak anak sekolah menjadi tujuan para predator narkoba, banyak anak anak remaja bahkan tidak melanjutkan sekolah karena rusak pergaulan nya, narkoba telah merusak  pikiran dan masa depan mereka tidak ada gairah dalam menimba ilmu yang ada hanyalah kesenangan dan kebebasan. Hidup yang tidak teratur karena begadang semalaman akhirnya sulit bangun di pagi hari seperti itulah kehidupan pengguna narkoba. 

Jika tidak mengkonsumsi seperti orang yang tidak waras itulah candu yang sulit untuk dihilangkan jika tidak pada penanganan khusus atau rehabilitasi. 
Bisnis yang terus menggurita ini menjadi momok menakutkan bagi bangsa dan orang tua karena sangat sulit untuk dihilangkan. 
Apa sebenarnya yang menjadi kendala? Kenapa narkoba sulit di basmi? 
Pertama, sistem kehidupan yang sekuler. 
Kedua, sistem pendidikan yang tidak berpijak pada akidah. 
Ketiga, sistem ekonomi yang kapitalistik. 
Keempat, sistem sanksi yang lemah dan tidak menjerakan. 
Kelima, sistem politik pemerintahan demokrasi hanya akan menghimpun para oligarki yang tidak memedulikan nasib anak bangsa. 

Maka dari kelima poin ini sudah sangat jelas bahwa sistem yang saat ini kita jalankan tidak bisa dijadikan penjamin bagi kemaslahatan umat yang terjadi adalah munculnya orang orang munafik yang berlindung dibalik seragam.
 merajalelanya narkoba adalah permasalahan sistemis. Persoalan ini tidak bisa dibenahi hanya dari satu sisi. Seluruhnya harus diselesaikan secara terpadu dan simultan. Mulai dari sistem kehidupannya, pendidikannya, ekonominya, hingga hukum dan politik pemerintahannya.

Kembali kepada Islam

Dalam tataran implementasi, Islam membutuhkan dukungan tiga pilar dalam memberantas narkoba agar tuntas terselesaikan, yakni individu, masyarakat, dan negara. Individu yang paham syariat dibarengi dengan kontrol masyarakat, lalu dipayungi oleh penerapan hukum Islam oleh negara, akan menjadikan kehidupan umat berbangsa dan bernegara diliputi ketenteraman. Bukan hanya narkoba yang hilang tapi juga segala jenis bisnis haram akan turut lenyap. Keberadaan islam sangat mulya kedudukannya karena rahmat akan kita rasakan sebagai mana sejarah telah membuktikan kegemilangan nya dalam menuntaskan persoalan umat. 

Wallahu a'lam bissawab