-->

LUMBUNG MINYAK DAN EMAS SUDAN, AMBISI DUA PEMIMPIN


Oleh : Evi Derni S.Pd

Kordofan, sedikitnya 13 orang warga sipil termasuk anak-anak tewas akibat serangan drone yang menghantam kawasan pemukiman di Sudan Selatan 6 Januari 2026. Menurut sumber medis serangan tersebut menghantam sebuah rumah di lingkungan Al jallabiyah kota Ebeid ibukota negara bagian Kordopan utara. lDi tengah pertempuran sengit yang masih berlangsung antara militer Sudan dan kelompok para militer rapid support forcer (RS F).mengutip Yeni Syafiq Rabu 7 Januari 2026. Jaringan dokter Sudan menyatakan 9 dari korban tewas berasal dari satu keluarga yang sama dan mengecam serangan tersebut sebagai sebuah pembantaian. Organisasi ini menegaskan wilayah yang diserang merupakan kawasan sipil murni tanpa kehadiran militer.(metrotv.news 07/01/2026).

Melihat pergolakan di kawasan itu, kawasan Afrika khususnya dan dekat pasti dengan kawasan Timur Tengah bahwa ini bukan perang saudara, bukan civilan war, ini pertarungan dua jenderal yang di backup oleh kekuatan asing ,terutama mereka yang selama ini memiliki sekutu terhadap Israel. Karena ada kekuatan pemain besar dan ada invansi dari Uni Emirat Arab yang ada di wilayah Sudan, Sipil jadi korban pertarungan dua jendral ini.

Setidaknya ada tiga faktor, perebutan kekuasaan, setelah tumbangnya presiden Umar Basyir tahun 2019 dan kemudian dua faksimiliter ini yang semula bekerja sama, bersekutu kemudian mencoba mencari pengaruh dan kekuatan masing-masing. Celakanya apa yang mereka lakukan dengan doktrin "zero sam game". Perebutan sumber daya alam. Berdasarkan wawancara dengan dubes Sudan menyatakan bahwa memang kekuatan sumber daya alam terutama emas menjadi perebutan dan daya tarik oleh Uni Emirat Arab. Peran dari intrik kawasan maupun intrik geopolitik terlihat dalam perang yang terjadi di Sudan .Dalam dua perebutan jenderal ini, sebenarnya ini pertarungan faksimiliter Sudan di backup oleh Uni Emirat Arab dan sebagainya. Memang walaupun Mesir, Saudi dan Emirat Arab ini bisa berkoalisi di satu sisi, tetapi kalau kita lihat di negara-negara lain Mereka pun juga bisa mengalami pertarungan gesekan kepentingan.

Apa yang dilakukan Uni Emirat Arab dengan membackup kelompok RSFatau pasukan dukungan cepat di Sudan adalah dengan Restu AS walaupun Amerika di depan mimbar ataupun di dalam konferensi persnya mendukung gencatan senjata, mendukung akses kemanusiaan ,tetapi tidak dipungkiri bahwa perang yang terjadi di Sudan ada tangan Amerika dan Israel .Laporan dari pihak-pihak independen membuktikan bahwa ada pergerakan suplai senjata yang diberikan Israel kepada RSF. Misalnya pelontar roket yang dimiliki RSF, dan sebaliknya RSFdalam beberapa statement-nya justru mendukung tindakan Israel terhadap pejuang Gaza. Setelah Umar Basyir tumbang sudah secara resmi melakukan normalisasi dengan Israel di bawah Abraham, baik jenderal Burhan dari pihak militer Sudan maupun jenderal Hamdan dari pihak RSF sama-sama punya koneksi dengan Israel.

Salah satu masalah mendasar di Sudan di samping ada persoalan internal adalah masalah intervensi asing. Maka dari itu, ada ketahanan yang harus dibangun untuk mencegah intervensi dari negara lain. Pertama ketahanan ideologi .Dalam negara Khilafah tentu didasarkan pada Islam, ini akan terlihat dari bagaimana negara diatur baik dalam konteks ekonomi ,politik ,sosial budaya, pendidikan dan sebagainya, yang itu akan memberi warna kepada masyarakat, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku masyarakat Pada jangka panjang pengaturan masyarakat tersebut memberikan kepuasan kepada masyarakat .Di situlah kekuatan ideologi akan terbentuk.

Dengan Islam umat Islam jg akan memiliki ketahanan politik .Maka di sinilah pentingnya pemimpin dipilih oleh rakyat untuk melaksanakan kedaulatan syariat ,jika tidak maka akan terwujud pemimpin-pemimpin boneka, jangankan hal sebesar ini ,sekedar fakta fufu Fafa bisa terjadi di negeri ini karena tidak memiliki kedaulatan politik .Pemimpin di dalam Islam dikunci oleh sistem Syariah, oleh ketakwaan ,oleh Amar ma'ruf nahi mungkar .Jadi ada banyak kunci-kunci yang tidak mudah ditembus begitu saja oleh mereka yang punya kepentingan-kepentingan politik sesaat.

Begitupun ketahanan ekonomi .Intinya ekonomi adalah bagaimana negara bisa mencukupi kebutuhan dasar, kebutuhan asasi ,kebutuhan doruri ,sandang ,pangan, papan, pendidikan ,kesehatan ,infrastruktur ,dan sebagainya berarti Sudan memiliki basis ketahanan ekonomi yang kokoh. Ini semua didasarkan pada Islam sehingga adil dan berkah. Melalui sistem mata uang Dinar dan dirham yang mana mata uang ini tidak bisa dimanipulasi, dimainkan ,kecuali kalau menguasai emas seluruh dunia dan itu tidak mungkin Hal inilah yang di lupakan sehingga AS sangat mudah melakukan intervensi dengan dolarnya meskipun mendapat tantangan dari brick, yuan, euro dan sebagainya.

Wallahu a'lam bishowab