-->

DUNIA MEMBUTUHKAN KEPEMIMPINAN GLOBAL YANG MEMBAWA RAHMAT


Oleh : Ummu Fatih
 
Status Amerika Serikat sebagai negara adidaya adalah fakta yang diakui secara luas berdasarkan kekuatan militer, ekonomi, dan pengaruh budayanya yang dominan. Fakta tentang Amerika Serikat sebagai Negara adidaya antara lain yang pertama dari kekuatan militer AS yang memiliki anggaran pertahanan terbesar di dunia, melebihi gabungan anggaran beberapa negara lain, serta teknologi militer yang paling canggih. Hal ini memungkinkannya untuk memproyeksikan kekuatan secara global, yang kedua dominasi ekonomi, AS memiliki perekonomian nasional terbesar di dunia dan merupakan pemain perdagangan global terkemuka. Kebijakan ekonominya sering kali memiliki efek berantai yang signifikan terhadap pasar global, yang ketiga pengaruh budaya, melalui film, musik, teknologi, dan bahasa Inggris, budaya Amerika memiliki jangkauan global yang luas, berfungsi sebagai saluran komunikasi umum di seluruh dunia, yang keempat peran politik global, AS memainkan peran utama dalam berbagai organisasi internasional dan sering terlibat dalam urusan politik, militer, dan ekonomi di berbagai belahan dunia. 

Akibat Dominasi Amerika Serikat di Dunia

Dampak kebijakan ekonomi dan industri Amerika Serikat yang memprioritaskan keuntungan jangka pendek daripada keberlanjutan lingkungan global. Hal ini terlihat dalam berbagai bencana ekologi yang melanda dunia, contohnya :

1. Perubahan Iklim Global 
AS secara historis merupakan salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Konsekuensi global dari perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan yang lebih sering, berdampak pada seluruh dunia, termasuk AS sendiri yang mengalami kerugian miliaran dolar akibat bencana terkait iklim. 

2. Eksploitasi Sumber Daya Alam oleh Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional AS sering melakukan eksploitasi sumber daya alam di negara-negara berkembang dengan standar lingkungan yang lebih longgar. Pencemaran lingkungan oleh operasi pertambangan atau industri minyak di negara lain. Deforestasi di wilayah vital seperti Hutan Amazon, didorong oleh ekspansi perusahaan multinasional yang terkait dengan agribisnis atau penebangan kayu, Dampak industri fast fashion, di mana perusahaan-perusahaan besar menciptakan polusi air dan tanah yang signifikan di negara-negara produsen akibat proses produksi yang tidak berkelanjutan. 

3. Polusi dan Limbah
Model konsumsi AS yang tinggi menghasilkan volume sampah yang besar, termasuk limbah elektronik dan plastik, yang sering diekspor atau dibuang ke negara lain, menyebabkan masalah polusi dan kesehatan lingkungan di luar perbatasan AS. 

Secara keseluruhan, "keserakahan Amerika" dalam konteks ekologi diinterpretasikan sebagai sistem ekonomi yang mengeksternalisasi biaya lingkungan ke negara lain atau ke masa depan, yang berkontribusi pada krisis ekologis skala global. Beberapa kota dan negara bagian di AS bahkan mulai menggugat perusahaan bahan bakar fosil raksasa karena diduga menipu publik tentang dampak krisis iklim.

Penangkapan Presiden Venezuela, Pelanggaran AS atas Otoritas Politik Suatu Negara

Invasi Amerika Serikat ke Venezuela dipandang sebagai tindakan agresi terbuka yang berpotensi memperburuk ketegangan regional serta merusak tatanan hukum internasional. Sejumlah negara menilai serangan tersebut sebagai preseden berbahaya dalam hubungan internasional. AS menilai Venezuela dan negara-negara Amerika Latin lainnya dianggap sebagai “halaman belakang” oleh AS karena AS merasa berhak atas sumber daya negara-negara tersebut Venezuela adalah salah satu negara terkaya di dunia dalam hal sumber daya alam, memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dengan perkiraan lebih dari 300 miliar barel, dan cadangan gas alam terbesar keempat di dunia melebihi 195 triliun kaki kubik. Ditambah lagi perdagangan Venezuela dan China yang semakin berkembang akan menciptakan permusuhan bagi AS. Karena itu dengan alasan untuk mengamankan kepentingan material AS di Venezuela maka Presiden AS, Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya secara paksa dan menekannya atas tuduhan penyelundupan narkoba dan ketidakabsahan kekuasaan.
Maka jelaslah bahwa AS telah bertindak dengan arogansi dan intimidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, menginjak-injak adat istiadat internasional mengenai keamanan negara dan otoritas rakyat. intimidasi bukanlah tanda kekuatan, melainkan tanda kelemahan AS. Amerika Serikat di bawah Trump, kembali pada kolonialisme terang-terangan, baik militer maupun ekonomi, yang berate telah melakukan pelanggaran atas otoritas politikm suatu Negara.
Ideologi Kapitalisme Membuat Umat Islam Terjajah, Lemah, Menderita dan Semakin Sekuler
Penyebabnya adalah kombinasi berbagai faktor struktural, politik, ekonomi dan sejarah yang saling berkaitan.

Pertama: Kebergantungan ekonomi dan keuangan. Banyak negara Islam, terutama di Teluk, sangat bergantung pada pendapatan minyak dan investasi asing, termasuk dari Amerika Serikat dan Barat. Kebergantungan ini menciptakan hubungan ekonomi yang asimetris. Mereka perlu menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat agar tetap mendapatkan dukungan investasi dan teknologi. Dalam situasi global yang berubah cepat, mereka kurang memiliki diversifikasi ekonomi yang kuat untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

Kedua: Keterbatasan militer dan keamanan. Meskipun negara-negara Teluk memiliki anggaran militer besar, mereka masih sangat bergantung pada dukungan teknologi, intelijen dan perlindungan militer dari Amerika Serikat. Ancaman dari rival regional dan kelompok militan membuat mereka mengandalkan Amerika Serikat sebagai pelindung utama. Ini menciptakan posisi subordinat dalam hubungan strategis. Mereka harus tunduk pada kepentingan keamanan Amerika Serikat.

Ketiga: Kebergantungan pada dukungan politik dan legitimasi eksternal. Banyak rezim otoriter di Dunia Islam bergantung pada dukungan politik dan militer dari Amerika Serikat dan sekutu Barat untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Ini membuat mereka sulit menentang kebijakan Amerika Serikat yang mungkin merugikan kepentingan rakyat atau kawasan, demi menjaga hubungan dan legitimasi rezim.

Keempat: Warisan sejarah kolonial dan intervensi asing. Sejarah panjang kolonialisme dan intervensi Barat telah meninggalkan struktur politik yang rapuh dan ketidakstabilan. Penarikan tentara Barat di sebagian tempat tidak mengakhiri pengaruh mereka. Pasalnya, mereka masih memiliki basis militer di kawasan. Amerika Serikat dan sekutu masih sangat dominan melalui berbagai aliansi dan perjanjian. Ini membuat negeri-negeri Islam masih terjebak dalam pola kebergantungan yang sulit diubah.

Ideologi Kapitalisme Merusak Sendi-Sendi Kehidupan Islam 

Landasan Kapitalisme-Liberal adalah sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Penganutnya berpendapat bahwa manusia sendirilah yang berhak membuat peraturan hidupnya. Ideologi ini menetapkan adanya pemeliharaan kebebasan manusia yang terdiri dari kebebasan berakidah, berpendapat, hak milik dan kebebasan pribadi. Dari kebebasan hak milik ini dihasilkan sistem ekonomi Kapitalisme. Inilah yang paling menonjol dalam ideologi ini. Oleh karena itu ideologi tersebut dinamakan ideologi Kapitalisme; diambil dari aspek yang paling menonjol dalam ideologi itu.
Kapitalisme global terbukti gagal dalam menyelesaikan banyak persoalan kemanusiaan. Muncul berbagai kerusakan, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, moral, politik, dan sebagainya. Problem sistemik yang menimpa kapitalisme tersebut akan memperbesar peluang segera tegaknya Khilafah Islam untuk memimpin dunia dan menantang hegemoni kapitalisme global.

Kegagalan kapitalisme global dalam mempimpin dunia, Pertama: Penyebab utama kegagalan kapitalisme sekular—sebagai ideologi—itu karena bertentangan dengan fitrah dan akal sehat manusia. Ideologi ini memuja manusia sebagai pusat segalanya Kedua: Hingga saat ini Amerika Serikat (AS) memegang posisi sebagai negara adidaya sekaligus sebagai jantung utama peradaban kapitalisme. Namun, berbagai gejolak politik, militer, ekonomi dan sosial yang menerpa AS semakin menunjukkan bahwa negara tersebut sebenarnya sedang rapuh. Berbagai media internasional bahkan pernah menjuluki AS sebagai negara yang sedang sakit parah (the sick man).

Dunia Membutuhkan Kepemimpinan Global Yang Membawa Rahmat

Umat Islam harus meneladani apa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. ketika awal mendirikan Daulah Islam di Madinah. Mereka harus membangun negara yang berdasarkan syariah Islam, yang kuat dan tangguh serta berpengaruh secara global dan mendunia.

Pertama: Harus dibangun atas pondasi aqidah yang kokoh. Negara yang masyarakatnya memiliki nilai spiritualitas yang tinggi. Individu-individu yang bertakwa, memiliki karakter negarawan, memahami syariah Islam secara utuh dan mereka bernegara dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT semata.

Kedua: Negara yang dibangun harus ditopang oleh unsur-unsur yang meniscayakan kemandirian yang kokoh, tidak bergantung kepada negara lain, baik dari aspek sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Ketiga: Harus ada pihak-pihak yang memperjuangkan secara konsisten untuk mewujudkan pemerintahan Islam yang kuat, tanggung dan berpengaruh secara global mendunia. Inilah dakwah yang menyasar dua pihak: (1) Umat, agar terbangun opini dan kesadarannya akan urgensi pemerintahan tersebut; (2) Pemilik Kekuasaaan (Ahlul Quwwah) yang dengan kekuasaan yang mereka miliki, setelah mereka pun sadar akan urgensi pemerintahan tersebut, mereka setuju dan menjadikan kekuasaannya penopang pembentukan pemerintahan Islam yang kuat, tangguh dan berpengaruh secara global mendunia.

Khilafah adalah kunci kegemilangan peradaban Islam. Inilah peradaban dan kepemimpinan global yang telah memberikan tinta emas dalam perjalanan kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya. Belum ada peradaban yang bertahan lebih dari 1300 tahun kecuali Khilafah. Sejak Rasulullah saw. membangun Negara Islam pertama di Madinah dan kemudian dilanjutkan oleh para khalifah, Islam diterapkan di tengah masyarakat secara nyata.

Hasilnya berupa kemajuan luar biasa yang lahir dari sana. Kemajuan ilmu pengetahuan hingga kesejahteraan masyarakat berhasil mencapai titik gemilang ketika peradaban Islam tegak di muka bumi. Hal tersebut merupakan buah dari penerapan syariah Islam dalam segala lini kehidupan rakyat di dalam institusi Khilafah. Ini karena memang Allah SWT telah menjamin akan menurunkan rahmat-Nya ketika syariah diterapkan secara kaaffah. Wallahu A’lam Bi Ash Showaab.