-->

Jangan Biarkan Kemungkaran Merajalela


Oleh : Mutia Syarif 
Blitar, Jawa Timur

Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030, dan tahun 2045 merupakan Indonesia emas. Namun, jika melihat kondisi saat ini, para generasi penerus yang masih saja terlibat dengan berbagai tindak kriminal dan kemungkaran. Akankah bonus demografi akan menjadi bonus yang menguntungkam negara, atau harapan Indonesia emas akan berubah menjadi Indonesia cemas?

Terbaru, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine terhadap puluhan pelajar di wilayah tersebut, dan hasilnya 15 siswa SMP dinyatakan positif narkoba pada 7 November 2025 (kumparan.com 14/11/2025). Hal ini mungkin terkait dengan adanya satu wilayah di surabaya yang dijuluki kampung narkoba.

Jalan Kunti di Kecamatan Semampir, Surabaya, dikenal sebagai "kampung narkoba" setelah beberapa kali digerebek aparat karena peredaran narkoba. Pada 20 November 2024, polisi bahkan menemukan bunker di salah satu rumah saat penggerebekan (kumparan.com 14/11/2025).

Penyebab terlibatnya para pemuda atau remaja dengan benda haram (narkotika) itu adalah salah satu akibat dari rapuhnya benteng keimanan mereka. Betapa tidak, di era gempuran teknologi yang berduet maut dengan kesulitan ekonomi, semakin banyak manusia terkhusus para remaja yang kehilangan nilaí keimanan dan kebahagiaan yang hakiki. Belum lagi sistem sekuler yang sudah mendarah daging pada masyarakat, semakin membuat mereka jauh dari agama.

Sistem peredaran narkoba yang rapih dan sistemik merupakan bukti lalainya pengawaan dari negara dan masyarakat sekitar. Masyarakat yang individualis tidak peduli dengan kondisi di sekitarnya. Negarapun kehilangan peran utamanya sebagai pelindung rakyatnya. Jika kampung narkoba ini dibiarkan maka akan menjadi malapetaka bagi masyarakat dan para remaja.

Untuk mengurai permasalahan ini, maka melakukan razia dan penggrebekan saja tidak akan cukup. Kampung natkoba selalu bisa berdiri di wilayah lain selama pengawasan dari negara kendor. Permasalahan ini perlu dibereskan dari akarnya yaitu lemahnya nilai keimanan dan kebahagiaan hakiki.

Islam sangat meperhatikan perkara keimanan. Islam memandang bahwa akidah dan keimanandalam diri seorang muslim haruslah 100%. Maka ketika akidah dan keimanan seorang hamba kuat dan kokoh. Hal tersebut cukup untuk menjadi benteng pertahanan dari liarnya dunia sekuler saat ini. Islam juga mengajarkan betapa kebahagiaan hakiki akan tercapai ketika kita mendapatkan keridhoan Allah. Maka dengan sendirinya, ketika seseorang paham akan hal ini, ia tidak akan pernah melakukan sesuatu yang akan membuat Allah murka.

Namun, ketakwaan individu saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan permasalahan ini. Negara wajib melindungi masyarakat dan para generasi penerus dari hal-hal yang dapat merusak moral dan akal mereka. Negara semestinya bertindak tegas dalam hal ini dan tidak membiarkan kemungkaran merajalela.

Wallahu 'alam