NARKOBA, HANCURKAN MASA DEPAN GENERASI
Oleh : Evi Derni S.Pd
Sebanyak 15 pelajar SMP di jalan Kunti di kecamatan semampir Surabaya positif narkoba, berdasarkan hasil tes badan narkotika Nasional Jawa Timur. Eri Cahyadi walikota Surabaya menyatakan penyalahgunaan narkoba merupakan kenakalan remaja yang salah satunya karena kesalahan pola asuh orang tua. sementara soal upaya selanjutnya terkait temuan ini Pemkot Surabaya berkoordinasi Dengan pengurus tingkat RW dan tokoh masyarakat untuk mengamankan jalan Kunti. untuk mencegah pelajar lain yang menyalahgunakan narkoba Pemkot bekerjasama dengan BNN menggelar uji sampling acak ke siswa. (suarasurabaya.com 14/11/2025).
Banyak anak muda yang tidak sadar bahwa penggunaan narkoba ini bisa menghancurkan masa depan mereka. seberapa berbahaya narkoba terhadap otak dan sistem tubuh manusia terutama generasi muda. Pertama kita bisa lihat jenis narkoba yang beredar saat ini ada tiga jenis. pertama ; jenis stimulan contohnya adalah amfetamin atau yang kita kenal drug party seperti ekstasi. pengguna stimulan menginginkan kondisi tubuh yang lebih fit, Lebih prima sehingga bisa pesta semalaman atau mungkin untuk kebutuhan pekerjaan. Jenis yang kedua yaitu jenis depresan. jenis depresan ini dia akan menekan sistem saraf pusat sehingga akan lebih rileks akan lebih santai. Biasanya yang menggunakan ini adalah orang-orang yang penuh dengan masalah hidupnya. Pikirannya terus bekerja, tidak bisa istirahat menggunakan jenis ini jenis yang ketiga jenis halusinogen contohnya adalah ganja orang yang menggunakan ini dia akan berhalusinasi .ketiga jenis ini semuanya bekerja di susunan saraf pusat dan tubuh kita.
Tubuh kita memiliki reseptor khusus untuk zat-zat aktif yang terkandung dalam narkoba. uniknya adalah zat ini pada saat bekerja di dalam tubuh maka tubuh akan memberikan respon adiksi. awalnya tidak langsung adiksi secara fisiologis merasa tidak tenang dulu tetapi secara psikologis merasa kurang percaya diri jika tidak menggunakan ,atau mungkin dengan adanya kondisi sosial dianggap bukan identitasnya, hingga awalnya tidak ketergantungan secara fisiologis tapi baru secara psikologis saja. semakin lama digunakan maka tubuh tidak lagi memiliki mekanisme alami untuk mengatasi kondisi stres yang mengatasi kondisi depresi dan sebagainya sehingga tetap membutuhkan zat tersebut. saat itulah pasien atau pengguna tersebut mengalami yang disebut efek ketergantungan atau sindrom ketergantungan obat( adiks). Disaat itu tubuh sangat membutuhkan zat-zat tadi untuk bisa bekerja secara maksimal pada ambang batas depresi dan nyerinya.
Jika tidak menggunakan sangat rendah sekali. tubuhnya akan mengalami kondisi menggigil, nyeri, sulit konsentrasi. Jika sudah ketergantungan secara fisiologis( adiksi). menariknya lagi zat-zat seperti ini selain memberikan efek repeat order atau keinginan menggunakan secara berulang, ada kondisi di mana dosisnya pun akan makin meningkat pada tubuhnya akan mengalami efek toleransi. misalnya diberikan 0,5 mg setelah memberikan efek fisiologis pada tubuhnya .setelah memberikan efek ketenangan merupakan efek stimulan. tapi lama-kelamaan reseptornya akan lebih kebal hingga memerlukan dosis yang lebih tinggi lagi dan sampai kepada batas( level toxic )atau titik racun. inilah yang disebut dengan OD( overdosis) maka tubuhnya sudah mulai memberikan efek syndrom atau sudah tidak mampu lagi mentoleransi efek dari narkoba. biasanya paling banyak dari golongan depresan. tubuhnya akan mengalami kesulitan bernapas karena ada depresi di susunan saraf pernapasan (hipokrasi )dan akhirnya meninggal.
Kemudian efek secara psikologis, akan mengalami gangguan kejiwaan, gangguan mental. ketergantungan ini ditangani oleh spesialis kejiwaan dan rumah sakitnya khusus untuk ketergantungan obat. Ada juga efek sosial yang muncul karena terus mengkonsumsi. Maka muncul perilaku-perilaku anti sosial. Rentan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan barang tersebut meski harus mencuri. ini akan menimbulkan problem sosial yang ada di sekitar kehidupan nya. keluarganya akan hancur dia akan dikucilkan dari keluarga dan efek sosial lainnya.jika ini terjadi pada anak muda ini akan berefek jangka panjang apalagi kalau menggunakan narkoba dengan injection drag, dengan obat yang disuntikkan ini sangat rentan j,ika jarum suntiknya digunakan bersama-sama akan rentan adanya penularan virus misalnya kondisi HIV ataupun virus lainnya.
Begitu mengerikan bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan oleh narkoba .maka dari itu islam mewajibkan negara khilafah untuk membangun ketakwaan komunal dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis aqidah Islam. sistem pendidikan Islam akan membentuk pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat Islam sehingga akan mewujudkan ketakwaan dan kesadaran untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala. dengan ketakwaan inilah individu akan menjauhi segala hal yang dilarang dalam Islam termasuk narkoba.
Khilafah memiliki tanggung jawab penuh melindungi generasi dengan menjaga akal dari bahaya narkoba melalui Pencegahan total terhadap produksi distribusi dan konsumsi barang haram tersebut .tidak ada toleransi bagi siapapun yang terlibat bahkan jika pelakunya adalah aparat negara khilafah akan menegakkan sanksi hukum Islam bagi para pelanggar dan pelaku kejahatan tanpa pandang bulu. Rasulullah SAW bersabda "demi Allah,seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri niscaya aku potong tangannya"(HR.Bukhari dan Muslim).
Wallahu a'lam bishowab

Posting Komentar