Malapetaka Remaja, Siswa SMP Pemakai Narkoba
Oleh : Lihna Novia
Sebanyak 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Hal itu terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Jalan Kunti, selama ini dijuluki sebagai Kampung Narkoba di Surabaya. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat itu diduga kerap digunakan orang untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu.
Kasus peredaran dan penggunaan narkoba dikalangan remaja semakin hari semakin memprihatinkan. Pemakai narkoba semakin menggurita di kalangan pelajar. Temuan BNNP Jawa Timur menyatakan bahwa 15 pelajar yg positif narkoba merupakan pemakai aktif. Temuan ini tidak hanya terjadi pada pelajar di Surabaya. Bisa jadi, terjadi juga pada pelajar di daerah lainnya. Jika kondisi remaja seperti ini terus dibiarkan, alih2 menjadi generasi emas di masa depan, yg ada malah menjadi generasi cemas. Dan ini menjadi malapetaka untuk keberlangsungan generasi di masa mendatang.
Sekularisme Akar Rapuhnya Perilaku Remaja
Rapuhnya perilaku remaja saat ini, tidak lepas dari hilangnya peran agama dari kehidupan (sekuler). Agama hanya dijadikan sebagai pemuas kebutuhan spiritual. Sedangkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup, aturan Islam dicampakkan. Kemajuan zaman dan teknologi tanpa disertai penanaman nilai-nilai agama yang kuat hanya melahirkan generasi instan yang rapuh. Generasi yang terbiasa mendapatkan sesuatu yang serba cepat tanpa melalui proses dan perjuangan. Hal ini menjadikan mereka tumbuh menjadi manusia yang mudah menyerah, frustasi dan tidak memiliki mental kuat ketika menghadapi persoalan hidup yang kompleks.
Paham sekuler yang mengakar pada diri remaja saat ini, telah berhasil mencabut rasa takut dan taat pada Allah SWT. Keimanan kepada Allah Sang Pencipta dan Pengatur alam tidak dijadikan landasan dalam berpikir dan berbuat. Paham sekuler juga mengubah standar kebahagiaan para remaja. Menurut paham ini, kebahagiaan hakiki adalah dengan terpenuhinya semua kebutuhan jasmani yang bersifat duniawi. Tanpa mempedulikan lagi standar halal dan haram.
Ketika remaja dihadapkan pada persoalan hidup, mereka mencari jalan pintas atau solusi instan dalam penyelesaikannya. Ironisnya, tidak sedikit remaja yang terjerumus dalam penggunaan narkoba. Mereka tidak hanya sebagai pemakai, tetapi juga sebagai pengedar barang haram tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Masifnya peredaran narkoba sangat sistemik dan merajalela. Adanya tempat yang disebut kampung narkoba di beberapa daerah, bukti bahwa pengawasan negara dan masyarakat lemah. Sanksi hukum yang tidak tegas, membuat para pelaku tidak jera. Akhirnya negara kesulitan memutus mata rantai peredaran narkoba. Ditambah dengan penerapan sistem ekonomi kapitalis sekuler, yang terbukti gagal mensejahterakan rakyat. Lapangan pekerjaan yang minim, menjadikan jual beli barang haram ini, sebagai salah satu jalan praktis menghasilkan uang. Meski harus menantang hukum.
Solusi Islam
Jadi jelas, bahwa akar persoalan yang menyebabkan rentannya remaja kita terjebak dalam penggunaan narkoba, karena adanya paham sekuler. Paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Paham yang menjadikan tolak ukur kebahagiaan duniawi sebagai kebahagiaan hakiki.
Oleh sebab itu, untuk menyelesaikan kasus narkoba yang menjerat para remaja tentu saja penyelesaiannya harus menyeluruh. Yaitu mencabut paham dan pola pikir sekuler dari benak para remaja sampai ke akarnya. Menggantinya dengan pola pikir dan pola sikap Islami. Penanaman aqidah Islam dan penguatan nilai-nilai keimanan pada remaja harus dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan. Adanya sinergi pendidikan antara keluarga, kontrol masyarakat dan negara untuk membina para remaja jelas diperlukan.
Penanaman aqidah Islam dan penguatan nilai-nilai keimanan oleh keluarga sedari dini, akan membentuk remaja menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Menjadikan halal haram sebagai standar tolak ukur perbuatannya. Dan menggapai ridho Allah sebagai tujuan kebahagiaan yang hakiki.
Begitu juga dengan kontrol masyarakat. Aktivitas amar ma'ruf nahi mungkar akan berjalan. Masyarakat akan mengawasi secara langsung dan mencegah setiap kemaksiatan yang terjadi. Kemungkaran tidak akan dibiarkan merajalela.
Peran negara dalam melindungi warga negara mutlak diperlukan. Negara wajib melindungi warga negaranya dari hal apapun yang membahayakan mereka. Termasuk melindungi remaja dari bahaya narkoba yang membahayakan generasi.
Penerapan sistem pendidikan Islam akan membentuk remaja yang berkepribadian Islam yang tinggi. Menjadikan mereka generasi unggulan yang beriman dan bertakwa. Memiliki kemampuan dan keahlian diberbagai bidang keilmuan. Sehingga lahirlah generasi tangguh dan cemerlang, yang mampu menjawab tantangan zaman.
Adanya penerapan sistem ekonomi Islam yang adil. Sistem ekonomi yang mampu mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Begitu juga penerapan sistem sanksi yang tegas oleh negara menjadi pilar utama untuk menjaga syariah Islam. Dan mencegah berbagai tindakan kriminal yang ada..
Kesimpulan
Demikianlah Islam memberikan solusi untuk memberantas setiap kemaksiatan yang ada. Termasuk memutus mata rantai peredaran narkoba di kalangan remaja. Sehingga tidak menjadi malapetaka.
Semua ini hanya bisa dilakukan, jika negara mengganti sistem demokrasi sekuler dengan menerapkan syari'at Islam secara kaffaah dalam bingkai khilafah.
Wallahu a'lam bishshowwab

Posting Komentar