-->

Sekularisme, Dalang Kerusakan Tatanan Keluarga

Polresta Serang Kota menangkap seorang pria berinsial MS (44) warga Kabupaten Serang, Banten. MS ditangkap setelah dilaporkan melakukan pemerkosaan secara berulang kali terhadap anak kandung sendiri yang berusia 17 tahun. Dikutip Kompas.com (07/05/2024)

Masih dengan kasus yang sama, Seorang paman di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tega memperkosa keponakannya sendiri yang masi duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Mirisnya, korban diperkosa sebanyak tiga kali hingga hamil. Kasus tersebut baru terungkap setelah korban ditemukan melahirkan bayi di dalam kamar mandi rumahnya. Dikutip Okezone.com (03/05/2024)

Apa sih yang terlintas dibenak seorang Ayah yang memperkosa anaknya hingga berkali-kali, kakek, paman bahkan abang kandungnya sendiri tega melakukan perbuatan bejat yaitu pemerkosaan terhadap adik perempuannya sendiri? Kekerasan seksual dalam rumah tangga, seperti telah menjadi hal yang lazim. Apa sih yang sebetulnya terjadi dengan kelompok keluarga saat ini? Terlalu banyak masalah yang terjadi di dalam sebuah keluarga, sehingga peran di dalamnya menjadi tidak berfungsi.

Keluarga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  merupakan orang yang memiliki hubungan darah, hubungan kekerabatan yang mendasar pada masyarakat, terdiri dari ayah sebagai kepala keluarga, ibu dan juga anak. Keluarga semestinya menjadi tempat untuk melepas penat, berbagi kebahagiaan yang menciptakan keharmonisan pada anggota keluarga. Sayangnya, saat ini keluarga seolah menjadi tempat kering dan mengkhawatirkan. Predator seks bagi anak justru ada diri rumah.

Bangsa kita adalah bangsa pewaris norma masyarakat yang menomorsatukan agama, keadaan bangsa ini terus dibombardir oleh culture Barat liberal. Susah untuk menafikkan bahwa culture timur tengah yang kental dengan pesan-pesan agama sudah luntur akibat pengaruh sekularisme. Bahkan culture nusantara yang kental dengan keagamaan kian memudar dan hanya simbol belaka.

Akibat budaya Barat yang diadopsi oleh bangsa kita, satu persatu budaya keagamaan mulai hilang dari negeri kita tercinta. Sebab, nilai kebebasan kini secara langsung telah menyerang rumah ke rumah. Walhasil, nilai-nilai Barat masuk dalam tatanan hidup negeri kita memengaruhi pemikiran, perasaan, juga peraturan dalam kehidupan masyarakat. Karenanya, masyarakat hari ini telah terbiasa dengan lingkungan sosial yang rusak dan akhirnya prilaku seks bebas juga pergaulan bebas terus merasuki bawah alam sadar umat. Ini sangat melanggar fitrah.

Sungguh ajaran Islam kaffahlah yang sebenarnya sesuai dengan fitrahnya manusia. Syariat menjaga pola pikir sehat, agama, nasab, harta, dan jiwa. Dan itu semua tidak ditemukan dalam sistem sekularisme. Apa yang terjadi di dalam kehidupan umat saat ini memperlihatkan faktanya. Sejumlah problema yang terjadi terhadap keluarga benar-benar telah menimbulkan kebingungan garis keturunan. 

Di dalam Islam juga terdapat beberapa hukum syarak yang menata setiap pribadi anggota keluarga tidak melanggar hak anggota keluarga lainnya. Oleh sebab itu,  kita mendapati Allah menata batasan-batasan pribadi sebagai langkah awal terjadinya perilaku pelecehan seksual sebagaimana terus berulang saat ini. Di antara aturan tersebut yakni memisahkan tempat tidur ketika anak telah memasuki umur tujuh tahun, memisahkan kamar anak pria dan wanita, berikan batasan aurat masing-masing anggota keluarga, mewajibkan adanya izin ketika ingin memasuki kamar pribadi masing-masing, juga pentingnya saling memelihara kehormatan dan kemuliaan setiap anggota keluarga.

Syarak juga menata pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Islam juga memerintahkan laki-laki dan perempuan memelihara komunikasi yang gak penting, tidak ikhtilat, tidak khalwat, yang boleh hanya ranah pendidikan, muamalat, dan kesehatan. Allah juga menata supaya memelihara kehormatan dan kemuliaan untuk mewujudkan aturan sosaial yang waras. Dan itu semua tidak kita temukan dalam sistem sekularisme. Wallahu'alam bishawwab!

Oleh: Eva Ariska Mansur (Anggota Ngaji Diksi Aceh)