-->

Di Saat Harga Beras Mahal, Justru Harga Diri Begitu Murahnya

Oleh: Sumarini

Harga beras Yang terus melambung tinggi dengan kenaikan yang terus-menerus membuat Rakyat makin kelimpungan, bagaimana tidak beras merupakan makanan pokok yang mau tidak mau harus selalu ada keberadaannya demi memenuhi kebutuhan isi perut yang sudah terbiasa mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

Kembali rakyat Yang jadi korban, Betapa beratnya situasi ini bagi rakyat. Kesusahan dan kesulitannya kian bertambah, himpitan perekonomian yang selama ini sudah sulit dengan pendapatan pas2 an maka ketika mendapati harga beras yang kian mahal maka beban hidup makin terasa berat. Dengan segala kejadian ini jelas angka kemiskinan kian bertambah, dan ini merupakan persoalan yang nyata-nyata dan tak bisa untuk dipungkiri.

Dibalik semua ini tak disangka ada yang justru mengambil kesempatan didalam kesempitan, memanfaatkan situasi dan kondisi demi kepentingan sesaat dari orang-orang yang didirinya punya ambisi akan kekuasaan.Tak disangkal bersamaan dengan kenaikan harga beras yang begitu tinggi ini ada kaitannya pada seputaran Pemilu Yang kemarin baru saja lewat, yang kala itu sedang gencar-gencarnya mencari suara Yang mereka butuhkan yaitu suaranya Rakyat. Dan pada saat itu mereka seakan-akan jadi Dewa penolong bagi rakyat yang pada saat itu memang benar-benar butuh pertolongan demi memenuhi kebutuhannya.

Tapi sayangnya mereka para kandidat baik itu Capres Dan Cawapres juga para caleg mereka minta imbalan dan Rakyat tidak ambil pusing ketika perut sudah lapar apa yang mereka perbuat, Akadpun mereka sepakati , satu karung beraspun menjadi saksi bisu atas segala kesepakatan yang mereka bicarakan, sebentuk perjanjian sudah dilakukan dan ketika itu mereka sama-sama tidak sadar ada Allah yang melihat semuanya apa yang sudah dilakukan antara mereka.

Ya...Allah inikah gambaran dari Sistem yang sudah sangat rusak ini. Yang sebenarnya pemimpin adalah seharusnya benar2 memberikan perhatian pada rakyatnya. Kejadian serupa diatastidak  akan terjadi ketika pemimpin tau apa yang dibutuhkan umat, tahu apa keresahan umat karena ini merupakan tanggungjawab Negara dalam Islam.

Miris melihat kondisi yang sudah separah ini suara Rakyat dibeli dengan begitu murahnya dengan yang tidak seberapa dengan satu karung beras sebagai imbalan adalah merupakan potret buram dalam sistem ini.

Beginilah cara mereka merusak aqidah kita keimanan kita juga sudah lenyap dari diri kita, kita sudah tak punya itu semua, dan mereka berhasil menjadikan kita orang orang yang tak lagi berjuang demi membela agama Allah sehingga tidak gampang tergiur dengan materi atau apapun itu yang tidak seberapa nilainya.

Tapi justru lebih berjuang memperebutkan kehinaan yang tak seberapa

Maka itu pentingnya membenahi kembali aqidah kita, secara perlahan namun pasti hingga aqidah tadi duduk dan sudah ada bersama kita, tentu ini semua bisa terealisasikan ketika ada yang namanya pengkajian, mengikuti kajian kajian Islam, siap untuk dibina supaya benar benar menjadi orang orang yang beraqidah mantap

Beras naik dengan harga melambung dan apapun itu yang di sistem ini memang semuanya jauh dari kebaikan baik itu pendidikan yang mahal, kesehatan pun juga, kemanan apalagi kita tak tau berapa harganya....

Bahkan yang namanya keadilan yang semua itu tak bisa kita dapatkan sekarang maka inilah waktu nya kita untuk ikut berjuang bersama orang orang yang kini terjadi memperjuangkannya. Untuk bersegera bersama menggantikan sistem yang rusak ini dengan sistem Islam 

Apa yang menjadi hak rakyat tidak lagi di monopoli oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, negara benar benar adalah sebagai pelindung rakyatnya.

Beras adalah bagia dari pangan dan pangan adalah hak yang mesti dipenuhi seorang pemimpin bagi rakyatnya, insya Allah bagian dari politik kotor jangan pernah kita dukung, Islam jauh dari itu semua, maka satu harapan kita bersama tegaknya Islam adalah solusi semuanya, amin.

Wallahu alam bishawab