-->

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Cermin Pendidikan Yang Kehilangan Nilai Islam

Oleh : Anisyah Hapsari

Jakarta- Video Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi bernama Agus Saputra adu jotos dengan siswanya viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi selama 58 detik tersebut di awali dengan Agus yang menyampaikan perkataan lewat mikrofon, namun belakangan diketahui bahwa perkataan Agus diduga merupakan ucapan hinaan yang menjadi pemicu amarah sejumlah siswa hingga adu jotos itu terjadi. 

Pihak guru yang menyaksikan kemudian melerai perkelahian itu dengan membawa Agus masuk ke ruangan. 

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi soal insiden keributan antara guru dan murid. "Kita sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama forum komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, dan para siswa serta guru, "kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, dilansir dari Sumbagsel, Rabu (14/01/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turut merespons terkait guru Agus adu jotos dengan sejumlah siswa. Mu’ti mengatakan disdik setempat bersama pihak-pihak terkait sudah menangani kejadian tersebut. "Masalah sudah diselesaikan oleh dinas pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait, " ujar Mu'ti, Rabu (14/0//2026).

Guru Agus Buka Suara Usai Adu Jotos

Agus mengatakan kejadian ini terbukti pada Selasa (13/01/2026) pagi, saat kegiatan belajar berlangsung. Ketika itu Agus sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satu siswanya menegur Agus dengan kata-kata yang tidak pantas. 

"Kejadiannya berawal dari peneguran siswa di kelas saat jam pelajaran ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya, ucap Agus, dilansir dari Sumbagsel, Kamis(15/01/2026).

Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas, meminta siswa di kelas tersebut untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tak pantas itu. Salah satu siswa pun mengaku, akan tetapi menurut Agus siswa tersebut malah menantang dirinya, sehingga Agus menampar siswa tersebut. 

"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkin saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhirnya saya refleks menampar muka dia," ujar Agus. 

Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Akan tetapi, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya. 

Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan 'miskin' yang memicu keributan tersebut. Namun, menurut Agus, perkataan itu konteks nya memotivasi dan tidak bermaksud menghina. 

Adanya kasus guru di keroyok murid bukan hanya konflik personal, akan tetapi mencerminkan bahwasanya dunia pendidikan di negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Seorang guru yang seharusnya menjadi teladan bagi muridnya, karena guru tidak hanya pandai dalam menyampaikan ilmu namun juga harus memiliki akhlak yang mulia. 

Karena bagaimana bisa seorang murid bisa mempunyai akhlak yang mulia jika guru yang seharusnya menjadi teladan berperilaku yang tidak semestinya kepribadian sebagai pengajar. Ditambah lagi banyak orang yang berprofesi sebagai guru tujuan utama bukan untuk mencetak generasi penerus bangsa tapi materilah yang tujuannya. 

Tidak hanya dari segi kualitas tenaga pendidik saja, kurikulum yang diterapkannya juga sangat mempengaruhi kualitas pelajaran itu sendiri. Diterapkan sistem pendidikan sekuler kapitalis hanya akan menghasilkan pelajar yang hanya pandai akan tetapi buruk adabnya. 

Inilah gambaran cacatnya sistem pendidikan yang diterapkan di negeri ini,sehingga kita dapat melihat saat ini pemuda negeri ini sangat jauh dari profil pemuda islam. 

Persoalan seperti ini akan terus terjadi,apabila tidak di selesaikan hingga ke akarnya. Butuh solusi yang hakiki untuk menyelesaikan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Islam. 

Solusi Islam

Dalam Islam tujuan pendidikan bukan hanya sekedar mencetak orang pintar, akan tetapi mencetak manusia yang beradab yang berkepribadian Islam. Hal ini sejalan dengan alasan utama Rasulullah SAW diutus yakni,untuk menyempurnakan akhlak. Rasulullah SAW menjelaskan pentingnya akhlak yang mulia dan keutamaannya. Berbanding terbalik dengan sistem sekuler yang memisahkan ilmu dan iman, hingga melahirkan generasi seperti yang sekarang kita lihat. 

Dalam sistem pendidikan islam sangat menekankan pentingnya mendahulukan pembinaan adab terlebih dahulu sebelum menyampaikan ilmu. 

Adab adalah fondasi ilmu. Sistem pendidikan islam menanamkan akidah islam pada anak didik sebagai hal pertama dan utama yang akan membentuk perilaku mereka, sehingga mampu memuliakan guru. 

Dari segi guru, Islam mewajibkan mendidik anak didiknya dengan rasa kasih sayang, bukan dengan kekerasan maupun hinaan. Karena guru adalah sosok teladan bagi anak didiknya,bukan hanya sekedar pengajar. 

Untuk mewujudkan sistem pendidikan islam dibutuhkan peran negara sebagai penyelenggara pendidikan. Karena di dalam Islam negara wajib menjamin setiap masyarakatnya mendapatkan pendidikan serta memastikan sistem pendidikan berjalan dengan tujuan syar'i yaitu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sehingga mampu membangun peradaban yang agung. 

Wallahu'alam bishawab