-->

Paradoks Sikap Muslim Pada Pergantian Tahun

Oleh: Halida Al Mafazha (Aktivis Dakwah Muslimah DeliSerdang)

Israel makin beringas menyerang warga Palestina di Jalur Gaza. Laporan terbaru menyebut pasukan Israel memaksa masuk ke area tengah dan selatan Gaza pada Sabtu (30/12) waktu setempat. Menurut penuturan warga sekitar, serangan Israel dilancarkan menggunakan artileri berat. Sebelumnya, Israel menyatakan perang masih akan berlanjut hingga berbulan-bulan.

Serangan terbaru difokuskan di al-Bureij, Nuseirat, Maghazi, dan Khan Younis. Pesawat tempur Israel secara intens menyasar beberapa rumah sakit di Gaza dan melukai pasien Palestina. Laporan Reuters dari informasi otoritas Hamas mengatakan bombardir Israel menewaskan 165 orang di Gaza selama 24 jam terakhir, dikutip Minggu (31/12/2023). Selain itu, ada 250 orang yang mengalami luka parah.

Hampir 2,3 juta penduduk Gaza telah dipaksa keluar dari rumah mereka melalui serangan tanpa henti Israel selama 12 pekan belakangan. Bombardir tanpa ampun Israel terjadi secara Hamas mendadak melakukan serangan pada 7 Oktober 2023. Sebanyak 1.200 warga Israel tewas dan 240 orang menjadi tawanan Hamas.

Sebagai perbandingan, angka terakhir menunjukkan 21.672 warga Palestina yang meninggal atau lebih dari 21 kali lipat jumlah korban di Israel. Perang antara Israel dan Palestina terus memanas. Bahkan harapan di tahun baru pun rasanya hanya sekedar mimpi yang jauh dari angan-angan. Harapan mereka hanya bisa kembali hidup normal di tahun baru. Namun faktanya, keadaan makin mengancam masa depan. Sungguh fakta yang memilukan.

Tidak  jauh beda dengan Muslim Rohingya mengalami tekanan hidup luar biasa. Muslim minoritas yang selalu tertindas atas kekejaman rezim Myanmar. Pengusiran dari wilayah tinggalnya, membuat mereka terlunta-lunta di berbagai negara tetangga. Termasuk di Indonesia, Penolakan terus dialami para pengungsi. Kejadian yang juga menyedihkan saat terjadi pengusiran tak manusiawi yang dialami muslim Rohingya oleh mahasiswa setempat (bbcindonesia.com 29-12-2023)

Di sisi lain, seiring berjalannya waktu, seolah muslim tak lagi peduli dengan perjuangan muslim Gaza. Dimana Boikot produk-produk zionis kian melemah. Opini membela Palestina dan Islam semakin dibungkam. Alhasil, ukhuwah Islam kian pupus dalam hati umat Islam.

Harapan Satu-satunya hanya Pada Islam

Kaum muslim tengah terpecah belah dengan Konsep nasionalisme  perasaan dalam diri umat. Paradoks kaum muslim dalam bersikap tampak nyata. Pesta kembang api yang penuh gemerlap dan suka cita di tengah penderitaan kaum muslim lainnya. Seharusnya umat menyadari bahwa umat Islam adalah satu tubuh hadis Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw bersabda: ‘perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi sesama adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut  merasakan sakit’

Sehingga wajib menunjukkan pembelaan, pertolongan dan sikap yang nyata terhadap segala penderitaan kaum muslim. Umat Islam benar-benar membutuhkan seorang pemimpin yaitu Khalifah yang akan memimpin kaum muslim untuk menjaga dan hanya khilafah yang mampu menyelamatkan kaum Muslim yang tertindas dibumi manapun.

Wallahu a'lam bis shawwab