-->

Cuaca Ekstrem Bukti Sistem Kapitalis Tak Menjamin

Oleh: Lisnawati (Pendidik Generasi)

Menjelang akhir tahun 2023 cuaca mulai tidak stabil, banyak masyarakat yang mengalami sakit akibat pergantian cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Sehingga banyak yang menderita sakit mulai dari orang tua, hingga anak-anak, mereka mengeluhkan demam dan batuk filek. Bahkan dari cuaca ekstrem ini mengakibatkan banyak rumah yang roboh di berbagai wilayah karena angin kencang.

Salah satu nya terjadi di kota Bandung, sebagaimana dikutip oleh media online prfnews.pikiran rakyat, Jumat (29/12/2023), tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat diterjang angin kencang. Mengutip data BPBD Kabupaten Bandung, tiga kecamatan yang diterjang angin kencang yakni Kecamatan Arjasari, Kecamatan Cimenyan, dan Kecamatan Ciparay. Akibatnya sebanyak 72 rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung mengalami kerusakan.

Bencana seolah menjadi hal yang menghantui di fase peralihan musim akibat perubahan cuaca yang sangat ekstrem. Akibat kejadian ini banyak masyarakat yang menderita, tidak nyaman, takut ada angin kencang susulan yang membuat setiap pribadi trauma menyaksikan rumahnya roboh.

Masyarakat berpikir rumah yang seharusnya sebagai tempat berteduh dikala capek setelah beraktivitas seharian kini menjadi tempat yang tidak nyaman lagi untuk ditempati. Belum memikirkan masalah ekonomi dengan harga-harga yang makin melonjak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ditambah masyarakat harus berpikir keras bagaimana caranya supaya mendapatkan kembali rumah tempat tinggal. 

Kejadian ini sering terjadi disetiap tahun nya, selain akibat pengaruh faktor alam, kerusakan alam makin memperbesar dampak bencana yang ditimbulkan karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, ditambah dengan mitigasi bencana yang sangat buruk.

Hadis menjelaskan "Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapus (dosa orang itu) dengannya bahkan duri yang menyakitinya sekalipun." (HR AL-Bukhari)

Meskipun bencana termasuk ketetapan Allah SWT. yang tidak dapat dipastikan kedatangannya, setidaknya manusia bisa mempersiapkan dan memiliki alarm pertama dalam menghadapi bencana alam. Manusia diberikan kelebihan oleh Allah SWT. akal untuk berpikir hal ini ranah kuasa yang bisa dioptimalkan manusia dalam menghadapi bencana. Agar tidak banyak timbul korban serta meminimalisir dampak kerugian. Manusia bisa mengupayakan mitigasi bencana. 

Konsep seperti ini tidak berjalan optimal dalam sistem kapitalis, karena dalam sistem ini pihak yang berkuasa adalah para korporat, negara hanya berperan sebagai regulator kebijakan. Selama pengaturan urusan rakyat dan penanganan bencana masih dalam kerangka sistem kapitalisme maka masyarakat akan terus merasakan dampak bencana baik materi maupun nonmateri.

Namun berbeda dengan sistem Islam, negara sebagai institusi yang membawa amanah sebagai ra'in yang menghasilkan  kebijakan-kebijakan komprehensif, prinsip-prinsip kebijakannya didasarkan pada syariat Islam untuk ditujukan pada kemaslahatan umat. Dalam pemerintahan Islam juga adanya upaya penanggulangan bencana meliputi penanganan pra bencana, ketika, dan sesudah bencana upaya ini dirancang untuk mencegah atau menghindarkan penduduk dari bencana.

Pemerintahan dalam Islam juga akan memetakan daerah-daerah rawan gempa dan potensi tsunami, serta akan mengoptimalkan penggunaan teknologi alrm peringatan bencana. Termasuk informasi BMKG, membangun bangunan tahan gempa dan sejenisnya. Hal ini dilakukan juga di wilayah pegunungan vulkanik.

Pemerintah juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka memiliki persepsi yang benar terhadap bencana, peka terhadap bencana, mampu melakukan tindakan-tindakan yang benar ketika, dan sesudah bencana. Akan dibentuknya tim SAR secara khusus dibekali dengan kemampuan peralatan yang canggih untuk mengevakuasi korban bencana. Serta akan melakukan perbaikan lingkungan tempat tinggal pasca bencana, optimal dalam mitigasi bencana sebagai upaya melindungi dan menjaga wilayah dari marabahaya.

Betapa indahnya ketika diatur oleh sistem pemerintahan Islam. Ini semua bisa terwujud ketika negara menerapkan sistem Islam, bukan sistem buatan manusia yang kufur. Saatnya kita kembali dan berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam dalam sebuah bingkai Rosidah khilafah an nubuwwah. 

Wallahualam bissawab