-->

Genosida Palestina: Penguasa Bungkam, Ada Apa?

Oleh: Nabila Sinatrya

Melansir dari hidayatullah.com, mulai 29 Oktober 2023 Oman melarang pesawat entitas yahudi melawati armada udaranya. 

Jika entitas yahudi di supply persenjataan oleh Amerika dan sekutunya. Lain halnya dengan Palestina, tak ada satu pun negara yang mempu untuk mengirimkan militer terbaiknya. Arab saudi, Lebanon, Yordan, pun negeri-negeri sekitarnya tak berkutik kecuali memberi kecaman dan kutukan. Oman pun hanya bisa menghadang, tidak bisa maju menghadang.

Hal ini dikarenakan apa yang telah dibangun seratus-an tahun yang lalu ketika Inggris menang Perang Dunia I (1914), konsekuensinya adalah membagi-bagi wilayah kekhilafahan Turki Utsmani dalam perjanjian Sykes-Picot (1916). Palestina masuk dalam jajahan Inggris.

Disusul Deklarasi Balfour (1917)  yang dikeluarkan Pemerintah Inggris dan mengumumkan dukungan bagi pembentukan sebuah “kediaman nasional bagi bangsa Yahudi” di Palestina. Hal ini memunculkan berbagai konsekuensi jangka panjang, di mana dukungan terhadap gerakan Zionisme meningkat pesat. 

Diperparah dengan runtuhnya kekhilafahan Turki Utsmani (1924), dengan mudah musuh menjajah negeri-negeri kaum muslimin, juga muncul sekat-sekat khayal nation state. Entitas Yahudi pun mendeklarasikan negara khayalinya pada 14 Mei 1948.

Sejak itulah umat Islam, khususnya di Palestina terus menerus mengalami penggusuran wilayah dan genosida. Kejadian ini tak juga membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bergerak. Wajar karena PBB buatan penjajah.

Tidak berkutiknya penguasa muslim disebabkan karena garis khayal nasionalisme yang lahir setelah runtuhnya khilafah Turki Utsmani. Garis ini membuat suatu negeri harga mati, seolah urusan di Palestina bukan urusan negeri kita.

Secara historis, Palestina dibebaskan dan hidup damai dalam sistem pemerintahan Islam, pun apa yang terjadi kedepannya. Sebagaimana janji Allah melalui sabda Rasulullah saw “”Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku mereka yang selalu menolong kebenaran di hadapan musuh mereka. Orang-orang yang yang menyelisihi mereka tidak akan membahayakan mereka, kecuali orang yang terkena ujian, sampai datang kepada mereka janji Allah Azza wa Jalla. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah dimanakah mereka? Beliau menjawab. Baitul Maqdis dan sisi Baitul Maqdis!" (HR. Ahmad)

Oleh karenanya, persatuan umat teruslah disuarakan, dakwah untuk mencerdaskan umat janganlah terhenti sampai Allah swt memberikan kemenangan kepada umat Islam. Wallahu’Alam bishowab