-->

Palestina Ada Diantara Ambisi Pribadi

Oleh: Sumarini

Ketika Palestina sedang berduka, berdarah bahkan kehilangan nyawa, disini di Negeri ini Negeri dimana kita ada saat ini, mereka itu para Kontestan di Pemilu 2024 justru sibuk dengan kampanye-kampanye demi untuk saling unggul. Saling bersaing dengan cara-cara yang memalukan yang penuh keributan dengan bekal dukungan dari Partai pengusung mereka terus saja mendekati rakyat dengan beribu janji semu. Masing-masing mereka membuat Program-program yang direncanakan nantinya bakal mereka wujudkan. Itu sih kata mereka, biasalah ditelinga kita Masyarakat yang sudah tidak merasa heran dengan namanya janji-janji dari para calon-calon wakil rakyat di Negeri ini.

Apa yang tidak mereka janjikan? Sederet janji yang begitu nyaman kita dengan ditelinga kita, namun sayang janji itu hanya trik belaka yang mereka jadikan sebagai jembatan untuk menuju apa yang ingin mereka raih, dan kita hanya bisa pasrah, tak bisa berbuat apa-apa ketika mereka tidak amanah setelah menduduki kursi Pemerintahan.

Masalahnya adalah sekarang ini sudah tampak jelas di seputaran mereka itu ada kesimpang siuran persaingan yang tidak sehat, penuh teka-teki meski kika diamati sebenarnya ini petunjuk dari Allah bahwa diantara mereka ada pertikaian yang menunjukkan bahwa mereka tidak cocok menjadi orang-orang pilihan yang akan memimpin Negeri ini dengan segala kecurangan mereka saat ini.

Rakyat mesti belajar dari pengalaman terkait kondisi hari ini yang meski berganti Pemimpin beberapa kali Namun tak juga ada yang namanya perubahan meski saat ini ada sih satu diantara mereka yang menjanjikan itu namun tidak diyakini sebab mereka masih bersama sistem ini yaitu Sistem Demokrasi yang jelas akan tetap sama prakteknya kelak.

Kerisuhan demi kerisuhan yang tiada artinya memenuhi ambisi-ambisi dari para peminat yang ingin jadi bagian dari Aparat Pemerintahan sebab ini sangat menggiurkan. Apa namanya kalau bukan semua ini hanya demi terwujudnya kepentingan-kepentingan pribadi semata, ataupun jelas ada kerjasama dengan orang-orang yang juga menginginkan sesuatu setelah berhasil nantinya.

Kesibukan terkait orang-orang yang sebegitu ambisnya untuk menjadi Pemimpin di Negeri ini tidaklah sebanding dengan perjuangan yang kini tengah dirasakan oleh warga di Palestina. Perjuangan mereka jelas demu mempertahankan tanah mereka yang mereka tidak peduli meski harus berkorban nyawa. Mereka tidak akan bergeming sedikit pun dari tempat mereka, mereka bertahan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan kejadian yang terjadi di Palestina ini tidaklah menjadikan kita sadar bahwa ada hal yang lebih penting yang mesti kita peduli selain hanya memikirkan kepentingan-kepentingan pribadi semata, perjuangan Palestina jelas imbalannya Pahala dan Surganya tempat mereka. 

Sementara perjuangan yang sia-sia adalah ketika kita mengusahakan sesuatu namun tidak menjadi Amanah setelahnya. Seperti juga Pemimpin hari ini yang jauh dari Amanah maka dari sekarang pilihan kita, mau kemana kita, mau apa dan juga apa yang patut kita lakukan dan juga usahakan.

Yang benar adalah saat ini yang patut kita perjuangkan adalah tegaknya syariah, kemenangan Palestina dan Insyaallah bersamaan dengan itu tegaknya Islam dimuka Bumi sebagai satu-satunya solusi untuk menyaksikan urusan umatpun akan segera datang, dan ketika kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengupayakan tentu Allah akan bersegera mewujudkan semua itu.

Maka jangan pedulikan hal-hal yang sia-sia ada yang lebih penting dari ini, benar-benar merupakan kewajiban yang mesti kita ikut memperjuangkannya, Palestina bagian dari kewajiban kita umat muslim sedunia, lantas mengapa tidak segera untuk bantu mereka, karena kemenangan Palestina Insyaallah sudah didepan mata.

Wallahu a'lam bishawab